Webinar Series – Pendidikan Bahasa Jepang Program Sakura Network Tahun 2021 Brush Up Kemampuan Bahasa Jepang Bunpo & Goi oleh Yamanaka Yasuko

Jakarta, 24-25 Februari 2021 – Melanjutkan rangkaian webinar Pendidikan Bahasa Jepang Program Sakura Network 2021 yang dimulai sejak 8 Februari hingga 25 Februari 2021, Universitas Darma Persada bersama PERSADA bekerja sama dengan Japan Foundation dan Universitas Hiroshima, menyelenggarakan webinar dengan tema Brush Up Kemampuan Bahasa Jepang Bunpo & Goi oleh Yamanaka Yasuko.

Terkadang terdapat pembelajar yang sudah belajar bahasa Jepang namun tidak dapat menggunakan. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak adanya kebutuhan terhadap bahasa Jepang. Ada kalanya pembelajar dapat menjawab pertanyaan tertulis tanpa kesalahan namun saat berbicara langsung dan menulis karangan merasa terhambat. Metode belajar untuk Moji Goi merupakan metode dengan cara mengulang-ulang pola kalimat (Hanpuku renshuu), Mind mapping, dan terakhir dapat menggunakan metode game maupun kuis.

Ketika mengerjakan soal Kanji, hal yang harus diperhatikan adalah jenis soal. Apakah itu soal yang membutuhkan pengetahuan mengenai Onyomi (gabungan antara beberapa Kanji) atau pengetahuan mengenai Kunyomi. Untuk Kanji gabungan, pembelajar harus memperhatikan konsonan ganda atau vokal panjang. Sebagai pengajar, mengajarkan semua yang diketahui sampai poin terkecil bukanlah pengajaran yang tepat. Pengajar perlu menyampaikan penjelasan yang diperlukan dan membuat pembelajar paham akan materi tersebut sebagai tujuan pembelajaran.

Masalah yang sering dihadapi saat belajar tata bahasa (bunpo) ialah konteks penggunaan dan penyusunan kalimat. Tata bahasa dalam kalimat juga terasa sulit dipahami terlebih bagian karangan (dokkai). Bila seseorang belajar berbicara terkadang tidak memperhatikan tata bahasa secara detail. Berbeda halnya dengan pembelajar asing dalam proses belajar pemerolehan bahasa kedua, pembelajar tersebut harus memperhatikan tata bahasa. Pentingnya belajar tata bahasa agar nantinya dapat mempergunakan secara tepat sesuai tempat dan situasi. Pengajar memiliki peran dalam mengatur input (terkait pemilihan materi ajar) bahasa Jepang untuk pembelajar agar dapat mengeluarkan output (kompetensi yang maksimal). Penting bagi pengajar untuk memberikan input yang baik dan memberikan latihan agar pembelajar dapat melatih dirinya untuk membuat output. Terakhir adalah memberikan feedback dengan cepat dan tepat.

Mengajarkan tata bahasa adalah memberikan bantuan untuk pembelajar dalam memahami tata bahasa dan penggunaannya dalam komunikasi. Konkretnya adalah menjelaskan atau membuat pembelajar berpikir mengenai sebuah materi tata bahasa dan menggunakan kegiatan kelas untuk membuat pemahaman terhadap tata bahasa tersebut sebagai kuncinya. Pengajar harus memberikan contoh kalimat yang sesuai dengan konteks situasi agar siswa dapat memiliki input yang berguna untuk dipakai dalam sebuah komunikasi. ar

Leave a Reply

WhatsApp chat