Pelatihan Analisa Pengukuran Produktivitas Kerja Sama Tempat Uji Kompetensi (TUK) Universitas Darma Persada dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)

Jakarta, 24-25 November 2020 – Tempat Uji Kompetensi (TUK) Universitas Darma Persada menyelenggarakan kegiatan pelatihan Analisa Pengukuran Produktivitas dengan peserta staf PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Keduanya telah memiliki kerjasama dalam bentuk pelatihan dan uji kompetensi. Pelatihan ini sendiri telah terlaksana untuk ke-3 kalinya secara virtual dari Universitas Darma Persada selama 2 hari pada Selasa-Rabu, 24-25 November 2020. 

Dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi TMMIN, Made Surya W, pelatihan ini diikuti oleh 7 peserta dari berbagai departemen dengan dipandu oleh 2 orang trainer yang handal dari Transwish yaitu Yodi Donatrin, yang saat ini menjadi Konsultan, Pelatih, dan Psikolog di YDCoaching, Jakarta pada hari pertama dan Isnantyo Widodo yang saat ini menjabat Direktur LSP MPSDM pada hari kedua. Kegiatan ini dimoderatori oleh Hasri Nirmala Budiarti, SE., MM dari TUK Unsada. Pelatihan ini turut dihadiri pihak PT. TMMIN dengan diwakili oleh Kem Trimaya Vanani dan Khumarudin, sedangkan dari UNSADA diwakili oleh Dr. Rini Setiawati, S.P., M.P., Dra. Endang Tri Pujiastuti, M.M., dan Drs. Ardi Winata, M.Si., secara virtual. 

Menurut narasumber, sebelum melakukan analisa pengukuran produktivitas, peserta harus mampu melakukan pengukuran produktivitas terlebih dahulu, yaitu mengumpulkan data dan informasi (mengumpulkan data terkait pengukuran produktivitas dan mengumpulkan informasi terkait pengukuran produktivitas); menetapkan metode pengukuran produktivitas (jenis-jenis metode pengukuran produktivitas diidentifikasi sesuai kebutuhan dan metode pengukuran produktivitas ditentukan sesuai dengan sasaran yang akan diukur); mengukur produktivitas (data terkait pengukuran produktivitas diolah sesuai dengan metode yang telah ditetapkan dan hasil pengukuran produktivitas didokumentasikan).

Menurut Swansburg (1999), tingkat produktivitas perusahaan dapat diukur dengan menghitung jumlah jam kerja dan hasilnya per hari. Hasil pengukuran produktivitas karyawan ini dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk meningkatkan kembali produktivitas sebuah perusahaan. Secara umum produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan. Terdapat dua tipe pengukuran produktivitas yaitu Produktivitas Total yang merupakan perbandingan antara keluaran dengan keseluruhan masukan yang menunjukkan pengaruh bersama seluruh masukan yang digunakan untuk menghasilkan keluaran, dan Produktivitas Parsial yang merupakan perbandingan antara keluaran dengan salah satu masukan.

Jika produktivitas merupakan ukuran keberhasilan manajerial, maka manajemen adalah apa yang harus dilakukan Manajer untuk mencapainya. Manajemen Produktivitas di antaranya 1. Perencanaan yaitu pembuatan keputusan berorientasi pada hasil (contohnya menentukan tujuan, mengevaluasi pencapaian dibandingkan dengan hal yang diinginkan, mengidentifikasi dan menganalisis hal hal yang dapat membantu atau menghambat pencapaian tujuan, membuat daftar dan mengevaluasi alternatif tindakan untuk mencapai tujuan, melakukan kegiatan korektif terhadap rencana sesuai kebutuhan); 2.  Pengorganisasian merupakan proses penciptaan suatu organisasi dengan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki perusahaan sehingga mengubah rencana menjadi hasil kinerja (contohnya seperti pembuatan keputusan dan pengambilan tindakan untuk membagi pekerjaan, memberikan tugas kepada individu dan kelompok, memberikan dukungan dan sumber daya, dan memastikan bahwa komunikasi dan wewenang telah sesuai); 3. Pengarahan yaitu proses untuk membangun komitmen dan antusiasme dalam pelaksanaan rencana (contohnya meliputi penciptaan, mengilhami komitmen, mengarahkan upaya-upaya ke arah tujuan); 4. Pengawasan merupakan proses mengawasi kinerja, membandingkan hasil dan tujuan, dan mengambil tindakan korektif. Pengawasan eksternal dilakukan melalui tindakan supervisi dan administratif. Pengawasan internal dilakukan melalui mekanisme tanggung jawab seseorang terhadap pekerjaannya, peningkatan peluang pengawasan diri dapat dilakukan diantaranya dengan pemberian kekuasaan (empowerment) dan tim yang dikelola sendiri (Self-Managing teams).

Usaha untuk meningkatkan produktivitas di antaranya menetapkan suatu titik pangkal untuk mencapai perbaikan di masa yang akan datang, menetapkan tujuan tingkat produktivitas yang diinginkan, meninjau ulang metode untuk meningkatkan produktivitas, memilih suatu metode dan mengimplementasikannya, dan menilai hasil dan memodifikasi bila perlu.

Selanjutnya, Analisis Produktivitas. Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menganalisis hasil pengukuran produktivitas. Elemen kompetensi di antaranya 1. Menyiapkan data dan informasi produktivitas dengan cara data dan informasi produktivitas dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan analisis, lalu data dan informasi produktivitas direkapitulasi berdasarkan jenis analisis; 2. Menganalisis data dan informasi produktivitas seperti faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas diidentifikasi berdasarkan tujuan yang akan dianalisis, kemudian data dan informasi produktivitas dianalisis sesuai kebutuhan; 3. Menyusun kesimpulan dan rekomendasi peningkatan produktivitas dengan cara hasil analisis disimpulkan sesuai dengan kebutuhan, lalu rekomendasi peningkatan produktivitas disusun berdasarkan hasil kesimpulan analisis dan hasil kegiatan analisis didokumentasikan sesuai dengan kebutuhan. ar

Pelatihan Analisa Pengukuran Produktivitas Kerja Sama Tempat Uji Kompetensi (TUK) Universitas Darma Persada Dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)

Leave a Reply

WhatsApp chat