Webinar Peran Perempuan di Tengah Pandemi Covid19 Fakultas Sastra Universitas Darma Persada

Jakarta, 9 Juni 2020 – Fakultas Sastra Universitas Darma Persada (UNSADA) menyelenggarakan seminar web dengan tema “Peran Perempuan di Tengah Pandemi Covid19, Sebuah Strategi Budaya.” Seminar yang pertama kali diselenggarakan secara daring oleh Fakultas Sastra sejak maraknya penyebaran virus Covid-19 tersebut menghadirkan Prof. Dr. Albertine Minderop, MA selaku guru besar di jurusan Bahasa dan Kebudayaan Inggris Universitas Darma Persada, Dr. Rosramadhana, M.Si selaku Antropolog di Universitas Negeri Medan, dan Dr. C. Dewi Hartati, M.Si. sebagai Moderator. 

Webinar ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Darma Persada, Dr. Tri Mardjoko, S.E., M.A., dan Dekan Fakultas Sastra, Dr. Eko Cahyono. Diawali dengan sambutan dari pewara Herianto, S.Pd, MT, webinar pun dimulai secara resmi dengan sambutan dari Rektor UNSADA. Pada sambutannya, Rektor menekankan bahwa UNSADA mendukung segala bentuk edukasi positif seperti webinar yang saat ini telah diikuti oleh 104 peserta tersebut. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan di tengah pandemi tetap dapat dilaksanakan menggunakan alternatif yang didukung oleh teknologi.

Menjadi pembicara pertama dalam webinar tersebut, Prof. Albertine menjelaskan mengenai pandemi yang sebetulnya bukan pertama kali ini terjadi di dunia seperti wabah plague, black death, cacar, pes, kolera, flu Spanyol, SARS, flu babi, Ebola hingga Covid 19 yang saat ini tengah terjadi. Sampai hari ini Covid 19 telah menginfeksi lebih dari enam juta orang di seluruh dunia meninggal sekitar 382.822 orang. Di Indonesia lebih 27.000 orang terinfeksi dan sedikitnya 1.600 orang meninggal di seluruh Indonesia. Wabah yang menakutkan ini menjungkir-balikkan tatanan kehidupan masyarakat di seantero Indonesia, dan dunia. Interaksi sosial berubah drastis: menjaga jarak, menghindari kerumunan, bekerja dan beribadah dari rumah, memakai masker, menjaga kebersihan dan kesehatan, konsumsi pangan sehari-hari. Rumah tangga menjadi lebih sesak karena berkumpulnya keluarga. Kondisi ini membuat ibu rumah tangga menjadi lebih sibuk karena munculnya tugas baru.

Berdasarkan gender yaitu suatu konsep yang merujuk pada suatu sistem peranan dan hubungan antara lelaki dan perempuan yang tidak ditentukan oleh perbedaan biologis, akan tetapi oleh lingkungan sosial-budaya, politik dan ekonomi, dan peran sosial yang dikonstruksi oleh masyarakat, perempuan di manapun dikonotasikan sebagai sosok makhluk yang lemah lembut dan emosional sehingga perlu dilindungi oleh sosok lelaki (kuat, gagah perkasa dan pelindung). Akibatnya, perempuan sejak kecil sudah disosialisasikan untuk melakukan tugas-tugas domestik – mengurus rumah tangga, mengasuh anak, dan melayani suami. 

Terdapat beberapa teori mengenai hal ini seperti Theory of Labeling yaitu label yang melekat pada seseorang berdasarkan interpretasi yang salah tetapi dianggap sebagai “kebenaran”; Theory of consensus terkait dengan mitos tentang perempuan yang isinya struktur dalam kultur suatu masyarakat menentukan perilaku masyarakat tersebut dan mereka patuh terhadap nilai-nilai budaya dari kultur itu sehingga nilai budaya terkait mengatur tata cara kehidupan mereka; Theory of Dual Systems (terkait dengan patriarchal society) perempuan memberi kesempatan kepada pria untuk mendominasi dirinya secara psikologis maupun politis; Weber’s theory of power; The Myths about Women tentang perempuan menurut beberapa teori menguatkan kedudukan perempuan dalam suatu masyarakat, selain penguatan itu juga didukung oleh kultur dari masyarakat tersebut karena kultur merupakan jiwa dan semangat dalam kehidupan masyarakat. 

Kebanyakan perempuan Indonesia dipengaruhi oleh ajaran tradisi, nilai budaya, dan kebiasaan dan ini mempengaruhi persepsi perempuan tentang dirinya. Peran perempuan selalu dibayangi oleh norma dan nilai budaya dalam masyarakat termasuk di era pandemi Covid 10. Kalau mereka tidak berperan sesuai dengan norma-norma di masyarakat, maka ia bisa mengalami kesulitan menempatkan dirinya sebagai individu, sebagai anggota keluarga, dan sebagai anggota masyarakat.

Perempuan diharapkan memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri, dapat menentukan sikap dan peran perempuan yang bermanfaat bagi mereka yang terkait, introspeksi, self assessment untuk mengoreksi diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri, mengevaluasi apa yang sudah dilakukan, memahami pandangan orang lain tentang perempuan, self esteem (self respect) kepercayaan diri yang penting, bagaimana meningkatkan kepercayaan dan kesadaran diri, kontrol diri.

Pembicara kedua yaitu Dr. Rosramadhana menguraikan mengenai perspektif gender seperti laki-laki pekerja produktif, perempuan pekerja reproduktif; laki-laki di wilayah publik, perempuan di wilayah domestik; laki-laki adalah aktor utama, perempuan aktor pelengkap; laki-laki bersifat maskulin, perempuan bersifat feminim. Dalam pandemi saat ini, perempuan memiliki peran yang kompleks seperti legalitas dan keutuhan keluarga, ketahanan sosial dan budaya, ketahanan ekonomi, ketahanan fisik, dan ketahanan psikologi. 

Untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap perempuan membutuhkan proses yang panjang dan waktu yang cukup lama melalui edukasi, pemerkenalan budaya baru gotong royong, keterlibatan aktor lokal dan tokoh adat.Di tengah pandemi dapat dilihat peran perempuan seperti di Selandia Baru dengan tanggapan dini melalui pemberlakuan lockdown, di Jerman dengan opini publik mengenai tantangan negara, di Taiwan dengan produksi cepat APD, dan di Norwegia mengenai penanganan kesehatan mental anak-anak. ar

Webinar Peran Perempuan di Tengah Pandemi Covid19 Fakultas Sastra Universitas Darma Persada
Pembicara dalam Webinar Peran Perempuan di Tengah Pandemi Covid19 Fakultas Sastra Universitas Darma Persada
Peserta dalam Webinar Peran Perempuan di Tengah Pandemi Covid19 Fakultas Sastra Universitas Darma Persada

Leave a Reply

WhatsApp chat