Jl. Taman Malaka Selatan - Pondok Kelapa - Jakarta Timur 13450 021 8649053   humas@unsada.ac.id  facebook Resmi Unsada  Instagram Resmi Unsada
081285377881

Webinar Monozukuri Horenso Kerja Sama Universitas Darma Persada dengan Toyota Berbagi

Jakarta, 18 Mei 2020 – Universitas Darma Persada (UNSADA) bekerja sama dengan Toyota Berbagi menyelenggarakan seminar web dengan tema “Monozukuri Horenso.” Seminar yang pertama kali diselenggarakan secara daring sejak maraknya penyebaran virus Covid-19 tersebut menghadirkan Ir. Ahmad Rozak MT.IPM selaku General Manager di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Ir. Djatmiko Edi Sukaton, MM selaku Dosen Monozukuri di Unsada⁣, dan Dr. Mochammad Sholichin. M. Pharm. sebagai Moderator. Diawali dengan sambutan dari pewara Herianto, S.Pd, MT, webinar pun dimulai dengan diikuti oleh 304 peserta dari 575 peserta yang sebelumnya telah mendaftar. 

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan berkomunikasi. Komunikasi dalam sistem manajemen ala Jepang dikenal istilah HO REN SO (報連相 dibaca: horenso). Dalam bahasa Jepang sendiri, “horenso” memiliki arti sayur bayam, sedangkan terkait dengan manajemen “horenso” adalah singkatan tiga frasa: “houkoku” (報告), “renraku” (連絡) dan “soudan” (相談) yang menjadi dasar pola komunikasi antar anggota dalam organisasi. HORENSO berdiri di atas 3 pilar utama yang senantiasa dilakukan secara selaras dan konsisten yaitu:

• Houkoku (melaporkan)

• Renraku (menginformasikan)

• Soudan (mengkonsultasikan).

Berdasarkan hukum Heinrich, di dalam satu kecelakaan atau masalah, di belakangnya terdapat 29 kecelakaan kecil yang terjadi atau mengikuti. Di belakang itu semua, ada 300 hal lain yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Singkatnya, sesuatu bisa menyebabkan berbagai persoalan yang berlipat-lipat yang biasanya berupa “human error” atau kesalahan manusia. Penyebab “human error” ada 2, yaitu lupa dan tidak mengerti atau salah mengerti. Untuk mengatasinya, diperlukan suatu pola komunikasi yang intensif sehingga lahirlah HO REN SO.

Jauh sebelum berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi seperti yang kita alami saat ini, para pebisnis Jepang telah memperkenalkan HORENSO untuk menerapkan komunikasi yang efektif di lingkungan kerja mereka. Sehingga HORENSO menjadi salah satu solusi terbaik untuk menangani permasalahan komunikasi ini.

HORENSO merupakan budaya komunikasi bisnis yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang. Budaya komunikasi HORENSO ini dianggap sebagai salah satu kunci sukses bisnis perusahaan-perusahaan Jepang yang sangat memperhatikan sekali tahapan-tahapan proses untuk mencapai target atau sasaran serta menitik beratkan keberhasilan pada kerja sama tim.

Horenso banyak digunakan di lingkungan pabrik-pabrik di Jepang. Sampai saat ini hampir seluruh pabrik Jepang menerapkan prinsip tersebut, termasuk pabrik / perusahaan di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan kerja dimana segala informasi tersampaikan dengan cepat dan benar, serta setiap kemajuan suatu aktivitas bisa diketahui oleh banyak orang karena adanya laporan yang intensif (rutin). Ho Ren So harus dipahami dan dipraktekkan di tempat kerja secara rutin, terus menerus, sehingga menjadi salah satu bentuk budaya di tempat kerja. Dengan tiga pilar utama ini, setiap penyimpangan yang terjadi dapat segera diketahui dan ditanggulangi sedini mungkin. ar

Leave a Reply

WhatsApp chat