Webinar: Memilih Universitas di Masa Pandemi Covid-19 dan Menuju Era New Normal⁣

Jakarta, 7 Juli 2020 – Biro Pemasaran dan Humas Universitas Darma Persada (UNSADA) menyelenggarakan seminar web dengan tema “Memilih Universitas di Masa Pandemi Covid-19 dan Menuju Era New Normal.” Webinar tersebut menghadirkan Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.sc selaku Kepala LLDIKTI Wilayah III ⁣ dan Dr. Firsan Nova selaku Dosen UNSADA), serta Defrilina Saragih, S.S., M.Kom., sebagai moderator.

Prof. Dr. Agus memulai pemaparannya dengan menjelaskan secara singkat mengenai Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), satuan kerja di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang memiliki tugas dan fungsi membantu peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya (Permenristekdikti Nomor 15 Tahun 2018), yaitu Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. LLDIKTI Wilayah III berada di D.K.I Jakarta dari 14 LLDIKTI yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Menurut data per tanggal 22 Juni 2020, terdapat 310 PTS dengan 720.419 mahasiswa dan 25.064 dosen. Data terkini mengenai akreditasi perguruan tinggi dapat dilihat melalui banpt.or.id sedangkan data mengenai dosen, mahasiswa dan perguruan tinggi dapat dilihat melalui pddikti.kemdikbud.go.id/search. 

Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah satuan standar yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, ditambah dengan Standar Penelitian, dan Standar Pengabdian kepada Masyarakat. Beban belajar mahasiswa dinyatakan dalam besaran Satuan Kredit Semester (SKS). Semester merupakan satuan waktu proses pembelajaran efektif selama paling sedikit 16 (enam belas) minggu, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Masa dan beban belajar penyelenggaraan program Pendidikan Tinggi beragam seperti Diploma satu paling lama 2 tahun akademik dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 36 SKS; Diploma dua paling lama 3 tahun akademik, dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 72 SKS; Diploma tiga paling lama 5 tahun akademik, dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 108 SKS; Sarjana, Diploma empat/Sarjana Terapan paling lama 7 (tujuh) tahun akademik, dengan beban belajar mahasiswa paling sedikit 144 SKS.

Perguruan Tinggi dapat menetapkan masa penyelenggaraan program pendidikan kurang dari batas maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat. Standar sarana pembelajaran paling sedikit terdiri atas: perabot, peralatan Pendidikan, media Pendidikan, buku, buku elektronik, dan repositori, sarana teknologi informasi dan komunikasi, instrumentasi eksperimen, sarana olahraga, sarana berkesenian, sarana fasilitas umum, bahan habis pakai, sarana pemeliharaan, keselamatan, dan keamanan. \

Selanjutnya, Dr. Firsan menyampaikan materi dengan tema “5 J dalam Memilih Kampus.” Dari 107 juta orang, 7,5 juta di antaranya mampu kuliah, atau 1 dari 10 lulusan SMA. Hal ini diperparah dengan adanya wabah Covid-19 yang berdampak pada perekonomian sehingga 50% mahasiswa tidak mampu membayar uang kuliah. Menurut Dr. Firsan, sebelum melanjutkan kuliah, perlu diterapkan 5J yaitu:

  1. Jangan salah kampus yaitu dengan mempertimbangkan akreditasi, keunikan dan fasilitas. 
  2. Jangan salah jurusan, caranya dengan mengenali diri dan passion sehingga tidak mengikuti teman.
  3. Jangan menyusahkan orang tua dengan mencoba jalur beasiswa, magang, dan mencari waktu kuliah yang fleksibel sehingga bisa sambil bekerja.
  4. Jangan terlalu lama menjadi mahasiswa, dengan cara fokus belajar, menjadi pribadi yang lebih baik, dan membangun network sehingga kuliah bisa dijalani 3,5 sampai 4 tahun saja.
  5. Jangan gagal, meskipun terkadang gagal tidak dapat dihindari namun ada beberapa hal yang dapat mencegah kegagalan karena sukses ada 3 yaitu pintar, baik dan relasi luas sehingga orang biasa yang terkoneksi akan mengalahkan orang pintar yang terisolasi. ar
Memilih Universitas dimasa Pendemi Covid-19 dan menuju Era New Normal⁣

Leave a Reply

WhatsApp chat