Webinar: Inovasi Teknologi Transportasi Laut untuk Kemaritiman Indonesia Fakultas Teknologi Kelautan Universitas Darma Persada

Jakarta, 23 Juni 2020 – Fakultas Teknologi Kelautan Universitas Darma Persada (UNSADA) menyelenggarakan seminar web dengan tema “Inovasi Teknologi Transportasi Laut untuk Kemaritiman Indonesia.” Seminar yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara daring oleh Fakultas Teknologi Kelautan sejak maraknya penyebaran virus Covid-19 tersebut menghadirkan Dr. Kaharuddin Djenod M.Eng., dan Arif Fadillah, Ph.D. sebagai narasumber, serta Yoseph Arya Dewanto, S.T., M.T., sebagai moderator.

Dalam penyampaian materi “Artificial Intelligence Submarine untuk Pagar Maritim Indonesia,” Dr. Kaharuddin mengingatkan mengenai sejarah Indonesia sebagai negara maritim yang ⅔ wilayahnya didominasi oleh perairan dan memiliki kekayaan ekosistem bawah laut yang melimpah. Bahkan, Presiden RI pertama, Ir. Soekarno menyatakan “Usahakan agar kita menjadi bangsa pelaut kembali, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya, bukan sekadar jongos di kapal, tetapi mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang.”

Untuk menjaga kedaulatan Indonesia, tentu perlu didukung dengan armada laut yang kuat dan canggih seperti kapal selam, kapal selam nuklir, kapal induk, maupun kapal frigate. Tidak hanya itu, saat ini telah diciptakan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) seperti Spray Glider, Remus, ANT Littoral, Slocum, dan Deep Glider milik Amerika Serikat. Tak mau kalah, Tiongkok pun memiliki Petrel, Prancis memiliki SeaExplorer, dan Italia memiliki eFolaga. Di masa yang akan datang, sistem pertahanan maritim akan diwarnai dengan kemajuan teknologi yang dapat memerintahkan segala alat pertahanan maritim hanya melalui satelit saja.

Materi kedua berjudul “Water Tour Bus Penunjang Pariwisata Maritim Indonesia,” pun mengisi webinar ini.  Menurut PP 50/2011 tentang RIPPARNAS, peta pengembangan destinasi pariwisata nasional meliputi hampir seluruh pesisir di wilayah Indonesia. Di antara kawasan tersebut, terdapat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional 10 Bali Baru meliputi Danau Toba, Pulau Seribu, Tanjung Kelayang, Wakatobi, Morotai, Tanjung Lesung, Borobudur, Gunung Bromo, Mandalika, dan Labuan Bajo. Empat di antaranya merupakan Super Prioritas.

Danau Toba memiliki pengunjung yang mencapai 10.800.000 pengunjung pada tahun 2017. Untuk meningkatkan daya tarik dan tingkat keamanan pariwisata air di Indonesia tentu dibutuhkan alat transportasi air yang berbasis inovasi teknologi tinggi. Salah satunya, water tour bus yaitu kendaraan amfibi berjenis bus yang dirancang untuk beroperasi di darat dan di air. Water tour bus yang didesain oleh dosen Teknik Perkapalan tersebut memiliki kapasitas 16 penumpang dan 3 ABK yang dilengkapi dengan leg dan foot rest,  serta life jacket di bawah kursi. Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, bus amfibi ini juga dilengkapi toilet dengan wastafel dan kloset modern, serta wifi dan karaoke. Tidak hanya itu, wisatawan juga dimanjakan dengan pemandangan yang dapat dinikmati di area rooftop. ar

Para Peserta yang Hadir Webinar Inovasi Teknologi Transportasi Laut untuk Kemaritiman Indonesia Fakultas Teknologi Kelautan Universitas Darma Persada

Leave a Reply

WhatsApp chat