Webinar Chinese Numerology – Etnomatematika dalam Budaya Tionghoa

Jakarta, 25 November 2020  – Jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Darma Persada menyelenggarakan webinar dengan tajuk “Etnomatematika dalam Budaya Tionghoa”. Seminar virtual yang digelar sejak pukul 13:00 WIB tersebut dibawakan oleh Ardian Cangianto dan dihadiri oleh peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Darma Persada.

Secara bahasa, awalan “ethno” diartikan sebagai sesuatu yang sangat luas yang mengacu pada konteks sosial budaya, termasuk bahasa, jargon, kode perilaku, mitos, dan simbol. Kata dasar “mathema” berarti menjelaskan, mengetahui, memahami dan melakukan kegiatan seperti pengkodean, mengukur, mengklasifikasi, menyimpulkan dan pemodelan. Akhiran “tics “ berasal dari techne, dan bermakna sama seperti teknik.

Angka adalah sistem pemikiran awal manusia saat berinteraksi dengan alam sekitarnya. Bilangan penghitung beraneka ragam seperti IV dan VI 4 dan 6 四 dan 六. Angka atau bilangan juga digunakan sebagai penanda. Makna angka sebagai petanda contohnya 4 dapat berarti mati. Angka 1 adalah penyederhanaan info tentang Tuhan  melalui angka.

Bilangan juga melambangkan proses alam. Dao melahirkan 1, 1 melahirkan 2, 3 melahirkan 3, 3 melahirkan laksa benda (mahluk). 道生一 一生二而生三三生万物 (Daodejing bab 42) Yi (perubahan) ada Taiji (kutub tunggal), taiji melahirkan liangyi (oposisi biner), liangyi melahirkan sixiang (empat forsa), sixiang melahirkan bagua (delapan diagram) (Yizhuan bab Xici shangzhuan) 易有太极太极生两仪 两仪生四象 四象生八卦 (易传 系辞上传)

Pada luoshu 15 adalah angka pergerakan lima unsur, 1=air, 2=api, 3=kayu, 4=emas, dan 5=tanah. Selain itu, 1,3,5 bilangan ganjil (1+3+5 =9). Kemudian, 9 perubahan yang. Lalu, 2 dan 4 bilangan genap (2+4=6), lalu 6 perubahan yin. Seterusnya, 6 dan 9 adalah lambang taiji ( 6+9=15). 7 poros tetap (yang sejati), sedangkan 8 perkembangan (yin sejati) (7+8=15)

Numerologi ini menjadi suatu “seni” yang disebut “seni matematika” (shushu 数术) dalam bidang metafisika hingga peramalan (相命卜). Bahasa mandarin adalah Bahasa fonem bukan morfem. Morfem dalam Bahasa mandarin : Monosyllabic. Contoh chi nada pertama : 吃 蚩䬜 痴 ( ada 60 aksara) Morfem dalam bahasa Indonesia, Inggris : multiple syllabies. Contoh : elephant, gajah dll.

Banyak homophone berkaitan dengan peristiwa manusia. Contohnya 4=mati 死 6=66 lancar 六六大顺 8 = maju berkembang 发 9= tertinggi, puncak 九、高 7=pergi 去 274=kamu pergi mati (saja) 178 = maju bersama. Tabu pada angka pada budaya lain, contohnya 17  XVII =VIXI (anagram) di Italy 9 =ku (homophone) Jepang 13 (event dan mitos).

Bilangan/angka adalah cara manusia melihat yang di luarnya. Dari sekedar bilangan penghitung hingga menjadi luas. Semua kebudayaan mengenal ‘matematika’nya dan menjadi khas. Budaya Tionghoa dalam perkembangannya tidak luput dari perkembangan bilangan/angka dan makna-maknanya. Mempengaruhi banyak aspek kehidupan mereka. Kompleksitasnya pemaknaan. Penggunaan homophone lebih pada “peristiwa”. ar

Leave a Reply

WhatsApp chat