UNSADA Turut Hadir dalam Kegiatan Indonesia India Higher Education Forum 2020

UNSADA Turut Hadir dalam Kegiatan Indonesia India Higher Education Forum 2020

30 Januari 2020 – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau yang biasa disebut LLDIKTI Wilayah III mendukung kegiatan Indonesia India Higher Education Forum (IIHEF) 2020 dengan mengundang perguruan tinggi di wilayahnya, salah satunya Universitas Darma Persada. Kegiatan yang dilaksanakan oleh PT. TIE UPS International tersebut diselenggarakan di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Bekasi pada Kamis, 30 Januari 2020. PT TIE UPS International sendiri merupakan escort konya sebuah instansi yang disahkan oleh Kedutaan Besar India di Indonesia yang bertujuan memperkuat hubungan pendidikan antara India dan Indonesia.

Vishesh Chandrashekar B.E, Mewakili Acharya Institute of Technology Hadir dalam Indonesia India Higher Education Forum (IIHEF) 2020

Dibuka secara resmi oleh Rektor Ubhara, Irjen. Pol (PURN) Drs. H. Bambang Karsono, SH, MM, acara ini diikuti oleh 38 perwakilan dari perguruan tinggi di wilayah III. Ubhara sendiri bukanlah perguruan tinggi asing bagi UNSADA karena telah menjalin kerja sama sejak 2018 lalu. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Ravi Makhija, MBA, selaku Direktur PT TIE UPS International, kegiatan ini turut mengundang beberapa universitas dari India seperti SRM Institute of Science and Technology, Kalinga Institute of Industrial Technology, Acharya Institute of Technology, dan Indian Institute of Technology Roorkee.

Irjen. Pol (PURN) Drs. H. Bambang Karsono, SH, MM Membuka Indonesia India Higher Education Forum (IIHEF) 2020

Selain itu, dalam forum ini, turut hadir Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., selaku Sekretaris/Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah III. Dalam forum ini, para peserta memperoleh info terkait peraturan baru Perguruan Tinggi di antaranya bahwa perguruan tinggi wajib menyediakan fasilitas untuk mahasiswa mengikuti program studi di luar program yang dipilih selama 2 semester di perguruan tinggi lain. Perguruan tinggi juga wajib menyediakan fasilitas untuk mahasiswa mengikuti pogram studi di luar progam yang dipilih selama 1 semester di perguruan tinggi sendiri. Akreditasi pun didapati peraturan baru yaitu bagi perguruan tinggi maupun program studi yang telah diakreditasi akan secara otomatis memiliki akreditasi yang sama tanpa perlu mengajukan reakreditasi. Namun, hal ini tidak berlaku jika perguruan tinggi tersebut tiba-tiba terjadi penurunan mahasiswa, maupun mendapatkan keluhan dari masyarakat. Reakreditasi juga dapat diproses jika perguruan tinggi atau program studi ingin menaikkan status akreditasinya. Untuk usulan program studi baru akan otomatis mendapat akreditasi C dan wajib memiliki kerja sama dengan lembaga lain seperti perusahaan, lembaga non profit, atau perguruan tinggi lain. Kegiatan ini diakhiri dengan networking session dimana para peserta forum dapat berdiskusi secara langsung dengan perwakilan perguruan tinggi dari India. ar

Leave a Reply