Jakarta, 2 November 2019  – Jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudyaan Tiongkok Fakultas Sastra Universitas Darma Persada bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Mandarin DKI Jakarta menyelenggarakan Seminar Pengajaran Aksaran Han. Seminar yang digelar sejak pukul 09:00 WIB bertempat di ruang TS 60 tersebut dibawakan oleh Ibu Huang Duanzhu, MTCSOL dari MGMP Bahasa Mandarin DKI Jakarta. Tidak hanya dihadiri oleh peserta seminar dari mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudyaan Tiongkok Fakultas Sastra Unviersitas Darma Persada, seminar ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Sastra, Dr. Eko Cahyono, Ketua Jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudyaan Tiongkok, Hin Goan Gunawan, S.S., MTCSOL, dan Ketua MGMP Bahasa Mandarin DKI Jakarta, Ibu Lin Liephin.

Menurut Duanzhu, aksara Han atau aksara Tionghoa adalah aksara morfemis yang digunakan dalam penulisan Bahasa Tionghoa dan beberapa bahasa di Asia. Aksara Han ini dalam Bahasa Mandarin dinamakan 漢字 (hanzi). Aksara Han telah diadaptasi untuk menulis beberapa bahasa lain termasuk Bahasa Jepang yang dikenal sebagai kanji, dan Bahasa Korea yang dikenal sebagai hanja. Aksara han merupakan sistem penulisan tertua di dunia yang digunakan secara terus menerus. Jumlah aksara han mencapai puluhan ribu. Tak heran, untuk mencapai level 6 HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi, yaitu TOEFL untuk bahasa Mandarin) haruslah mengetahui dan memahami 2.600 karakter atau lebih dari 5.000 kata. Aksara han digunakan di negara seperti Taiwan & Hongkong.

Ban Gu 班固 , seorang sejarawan Dinasti Han Timur, dalam karangannya “Hanshu Yiwenzhi/汉书. 艺文志” atau Sejarah Han: catatan tentang kesenian dan huruf; menunjukan tentang pengertian Liushu atau enam kategori huruf yakni: Xiangxing 象形,Xiangshi 象事,Xiangsheng 象声,Zhuanzhu 专注,dan Jiajie 假借, yang merupakan enam dasar penciptaan Hanzi. Xu Shen dalam kitabnya berjudul Shuowenjiezi 说文解字, lebih terperinci menjelaskan tentang enam kategori Huruf atau Liushu 六书, yakni:

Xiangxing 象形 atau disebut piktograf; dalam Shuowenjiezi; dijelaskan: ” 象形者,画成其物,随体诘诎,日月是也”, yang artinya adalah sesuai dengan bentuk dan wujud daripada benda, dengan garis yang melengkung, mengambarkan bentuk atau wujud dari benda tersebut, inilah yang dinamakan huruf Xiangxing atau piktograf. Contohnya adalah huruf 日 ri (matahari) dan 月 yue (bulan). Dapat disimpulkan bahwa huruf Xiangxing atau piktograf berasal dari gambar yang kemudian menjadi huruf. Jumlah huruf piktograf dalam Hanzi sangat banyak. Boleh dikatakan bahwa huruf-huruf tunggal yang mengambarkan suatu gambar termasuk kategori huruf ini. Contohnya huruf 月, dalam jiaguwen, jinwen, xiaozhuan ditulis berbentuk seperti gambar bulan. Begitu juga huruf pintu门,人,女,木.

Zhishi 指事 atau huruf ideogram, dalam Shuowenjiezi dijelaskan: “指事者,视而可识,察而见意,上、下是也”, yang artinya lihat sebentar sudah mengenalinya. Tetapi harus teliti mengamatinya, baru memahami maknanya, contohnya huruf 上 shang (atas), 下 xia (bawah). Huruf-huruf kategori ini adalah huruf berupa ideogram yang memberikan simbol penunjuk untuk  menunjukan arti huruf tersebut. Misalnya huruf 上, jiaguwennya adalah 二,jinwennya 二,serta huruf 下,garis atas ( 上) dan bawah (下) sebagai  tanda atau simbol penunjuk arti.

Huiyi 会意 atau huruf pengabungan arti, dalam Shuowenjiezi dijelaskan:” 会意者,比类合谊,以见指撝、武、信是也。” artinya adalah memadukan dua huruf atau lebih menjadi sebuah huruf, kemudian mengabungkan arti dari huruf-huruf tersebut, sehingga muncul sebuah huruf dengan arti baru. Contohnya huruf 武 wu dan 信 xin = dapat dipercaya. Huruf  武 wu = militer, ketentaraan;  huruf atasnya adalah huruf 戈 ge (tombak kombinasi belati dengan kapak),huruf bawahnya adalah 止 zhi (脚趾= jari kaki) = melangkah membawa tombak, untuk maju berperang; huruf 林 lin= hutan, terdiri gabungan dua huruf 木 mu= pohon, dua pohon melambangkan pohon yang banyak = hutan, 森sen= hutan rimba. Huruf-huruf  Huiyi dalam Hanzi sangat banyak dan kebanyakan adalah kata kerja.

Xingsheng 形声atau huruf piktofonetik, penjelasan dari Shuowenjiezi adalah “形声者,以事为名,取譬相成,江、河是也” artinya huruf 江 jiang dan 河he merupakan benda yang termasuk didalamnya benda air, sehingga digunakan simbol atau huruf air(氵) sebagai penanda arti, mengambil bunyi huruf 工 sebagai penanda bunyi, kedua hal ini digabung menjadi sebuah huruf piktofonetik. Ada enam model struktur huruf ini: [1]Kiri penanda makna, kanan penanda bunyi, misalnya huruf 江jiang、河 he、松 song、枫 feng ; [2] Kiri penanda bunyi kanan penanda makna contohnya huruf: 期 qi、朔shuo、鸠jiu、鸽ge; [3] Atas penanda makna, bawah penanda bunyi: 空kong、穹qiong、荜bi、篆zhuan; [4] Atas penanda bunyi,  bawah penanda arti: 基ji、垄long、悲bei、愁chou;[5] Luar penanda bunyi, dalam penanda arti: 闷men、闽min、问wen;[6] Luar penanda arti dalam penanda bunyi: 街jie、裹guo、序xu、固 gu.

Zhuanzhu 专注 atau huruf sinonim yang bisa saling menjelaskan, dalam Shuowenjiezi dijelaskan :”专注者,建类一首,同意相受考、老是也“ yang artinya bentuk huruf sejenis pastinya memiliki bushou yang juga sejenis. Jika makna dari huruf itu sama, maka saling beranotasi. Misalnya huruf 考 kao dengan huruf 老 lao memiliki bushou yang sama, dan artinya adalah usia tua. “老,考也”= lao adalah kao= umur tua.

Jiajie 假借 atau huruf pinjaman fonetik, yakni huruf yang dipakai untuk mewakili huruf sebunyi, dalam Shuowenjiezi dijelaskan: ”假借者,本无其字,依声托事,令、长是 ; 也”artinya dalam sebuah kata tidak ada huruf tersebut, namun tidak mengunakan huruf yang baru, melainkan meminjam huruf yang memiliki bunyi yang sama untuk menyatakan kata tersebut, misalnya huruf 令ling, dan 长zhang. Pada  jaman dulu yang menjadi kepala ( bupati) pada suatu kabupaten disebut Ling令, sebenarnya arti dari ling令 adalah memberikan perintah, sedangkan zhang长adalah menunjuk orang yang dituakan/sesepuh年长,sedangkan untuk menyatakan kepala suatu kabupaten tidak ada hurufnya, sehingga dipinjam huruf 令,长 untuk menyatakan kepala daerah tersebut atau bupati =县令,县长. Untuk jenis huruf ini kebanyakan adalah jenis kata pronomina atau kata ganti dan partikel. ar

Leave a Reply