Seminar Jurnalistik 2.0: Discover the Power Behind Your Word to the Next Step of Journalism

Jakarta, 27 November 2019 –  Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Swara Unsada menyelenggarakan Seminar Jurnalistik dengan mengangkat tema “Discover the Power Behind Your Word to the Next Step of Journalism” di Grha Wira Bakti sejak pukul 08:00 WIB. Seminar yang diketuai oleh Reyna Sapphira Rosa, mahasiswi Sastra Jepang angkatan 2017, tersebut menghadirkan News Video Producer Kumparan, Melisa Ester Lolindu. Mengundang Zainur Fitri, S.S., M.Pd., selaku Pembina Swara Unsada, acara ini turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Defrilina Saragih, S.S., M.Kom., selaku Kepala Biro Pemasaran dan Humas. Dalam sambutannya, Defrilina menekankan pentingnya kolaborasi antara UKM Swara Unsada dan rektorat untuk memberikan kabar yang akurat khususnya kepada Civitas Academica UNSADA.

Seminar yang terbagi menjadi 2 sesi ini membahas mengenai “Etika Jurnalis dalam Menggunakan Sosial Media” pada sesi pertama dan “Jurnalis sebagai Media Pemasaran Terkait Copy dan Content Writer”pada sesi kedua. Dalam pemaparannya, Melisa menggambarkan penggunaan media sosial yang sudah sangat dikenal dan digunakan oleh hampir setiap orang dewasa ini. Selain sebagai sarana komunikasi, media sosial juga digunakan sebagai wadah suatu komunitas yang di dalamnya dapat saling berbagi informasi. Oleh karena itu, penyebaran informasi menjadi relatif cepat dan luas selama sarana dan prasarana media sosial tersedia seperti gawai, sinyal dan juga kuota internet.

Media sosial juga menjadi personal brand masing-masing penggunanya. Personal brand ini bermacam-macam mulai dari jurnalis, pemain bola, penyanyi, beauty enthusiast, traveler, bahkan bisa jadi hal yang sederhana seperti mahasiswa bahagia yang menikmati kegiatan kuliahnya. Isi dari media sosial biasanya berupa kegiatan sehari-hari, komentar dan kritik mengenai sesuatu, maupun repost berita yang sedang viral. Tidak heran jika media sosial tidak hanya menjadi sarana memantau informasi melainkan sumber atau ide berita media elektronik. Namun, perlu diingat bahwa sebelum menyebarluaskan suatu berita, pengguna media sosial perlu melakukan verifikasi terlebih dahulu dan tidak hanya mengejar kecepatan penyebaran berita agar informasi yang diberikan akurat dan jelas serta tidak memancing keributan.

Sebagai jurnalis, yang perlu ditekankan adalah perlunya batasan mengenai pendapat-pendapat yang berbau politik praktis dan tidak boleh memihak pandangan politik tertentu. Hal ini disebabkan oleh jurnalis merupakan representasi dari tempat jurnalis tersebut bekerja dan juga menodai prinsip jurnalis yang netral. Melisa menambahkan, jurnalis boleh berpihak yaitu pada apa yang benar dan juga pada fakta-fakta untuk kepentingan masyarakat luas bukan untuk kalangan tertentu. ar

 

 

Leave a Reply