Direct Line 8649059 Puji 085218173992 , Dwi 081394061988, Aryza 081285377881 Office Hours Monday - Friday : 08:00-16:00 , Saturday 09.00 - 14.00.

Seminar dan Bedah Buku Manajemen Bencana

Oleh Admin | March 26, 2019 at 11:21 am

Jakarta, 26 Maret 2019 – Fakultas Ekonomi Universitas Darma Persada bekerja sama dengan Institut for Policy Reform menyelenggarakan Seminar dan Bedah Buku yang berjudul “Manajemen Bencana: Pengantar dan Isu-isu Strategis.” Acara yang diselenggarakan di ruang seminar E209 Fakultas Ekonomi tersebut dibuka secara langsung oleh Plt. Rektor Dr. Tri Mardjoko, S.E., M.A., dengan mengundang pembicara utama Wignyo Adiyoso, S.Sos. M.A. Ph.D., yang juga penulis buku sekaligus Doktor Bidang Kebijakan dan Manajemen Bencana Ritsumeikan University, Jepang. Selain itu, Yoko Takafuji M.Sc., selaku Peneliti Pendidikan Kebencanaan Rikkyo University, Jepang, Dr. Ir. Raditya Djati, M.T., selaku Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB, dan Dr. Riant Nugroho selaku Ahli Kebijakan Publik,  Dosen Pascasarjana salah satu universitas negeri Indonesia dan Direktur Institut for Policy Reform turut hadir dalam seminar tersebut. Derry Wanta, S.E., M.Si., yang juga Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi bertindak sebagai moderator.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh pembicara utama yang menjelaskan bahwa bencana merupakan gangguan serius di dalam fungsi komunitas yang mengakibatkan kerugian materi, ekonomi, sosial, dan lingkungan yang melebihi kemampuan masyarakat untuk mengatasinya. Menurut Wignyo, dalam menanggulangi bencana perlu memahami karakteristik ancaman agar tepat dalam menentukan kebijakan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan rekonstruksi khususnya di Indonesia yang rawan bencana. Adanya risiko, ancaman, dan kerentanan masyarakat, maka diperlukan program intervensi sehingga meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesiapsiagaan. Pemerintah Indonesia dan juga global mendukung perkembangan pengurangan risiko bencana dengan merumuskan kebijakan terkait bencana yang terjadi seperti bencana tsunami Aceh tahun 2004, maupun gempa bumi Nias dan Yogya tahun 2006. Pada kancah dunia, dirumuskan Sendai Framework pada tahun 2015 dengan tujuan mencegah timbulnya dan mengurangi risiko, mencegah kertpaparan dan kerentanan, serta meingkatkan resiliensi melalui kesiapsiagaan, tanggapan dan pemulihan. Pengarusutamaan bencana dalam pembangunan sektoral seperti perumahan dan infrastruktur, pertanian, pendidikan, dan juga lingkungan hidup. Di Jepang, Dewan Nasional Penanggulangan Bencana dengan tugas merumuskan basic disaster management plan dan earthquake disaster plan, mendiskusikan isu-isu tentang manajemen bencana yang diminta Perdana Menteri, dan memberi saran serta masukan kepada Perdana Menteri tentang isu-isu Manajemen Bencana.

Dalam pengelolaan bencana, diperlukan mitigasi yaitu upaya berkelanjutan yang dilakukan utnuk mengurangi risiko bahaya melalui pengurangan kemungkinan atau komponen konsekuensi dari risiko bencana. Mitigasi dapat berupa struktural seperti pembangunan bendungan, gedung tahan gempa, saluran lahar dan tembok tsunami; maupun nonstruktural seperti pendidikan bencana, kebijakan tata ruang, dan budaya kesiapsiagaan. Investasi dalam pengurangan risiko bencana seperti asuransi bencana dan business continuity plan. Kerugian yang diakibatkan oleh bencana menjadi tanggung jawab pemerintah, dan asuransi bencana yang prinsipnya seperti asuransi pertanian sudah menjadi kebutuhan di negara maju. Oleh karena itu, untuk menanggulangi bencana dengan tepat diperlukan kolaborasi pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi dan dunia usaha. ar

UNSADA

Social Links