Pelatihan Industrial Relations Overview Kerja Sama Tempat Uji Kompetensi (TUK) Universitas Darma Persada dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)

Jakarta, 16-17 Februari 2021 – Tempat Uji Kompetensi (TUK) Universitas Darma Persada menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Industrial Relations Overview dengan peserta staf PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Keduanya telah memiliki kerja sama dalam bentuk pelatihan dan uji kompetensi. Pelatihan ini sendiri telah terlaksana untuk ke-6 kalinya secara virtual dari Universitas Darma Persada selama 2 hari pada Selasa-Rabu, 16-17 Februari 2021 dengan menghadirkan  David Muflihano sebagai fasilitator.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh Oryza Sativa Heningtyas, S.E., M.Ak., dan Hasri Nirmala Budiarti, SE., MM., dari TUK, kemudian Kem Trimaya Vanani, S.T.P., dan Khumarudin dari TMMIN. Selain itu, hadir pula ke-4 peserta yaitu Dadan Hasbullah, Dwi Sukma Saputra, Kusno Wibowo, dan Ikram Fatahillah yang menjabat sebagai SPV. 

Tantangan dalam hubungan industrial dilandasi adanya konflik seperti saling ketergantungan tugas; perbedaan orientasi, tujuan dan prioritas; faktor birokratis dan adanya sikap menang kalah. Selain itu, terdapat fenomena berupa pergeseran dan wawasan nilai baru, perkembangan status syarat kerja dan hubungan kerja, pemahaman hak dan kewajiban, dipahaminya kebebasan berserikat, dan timbulnya partisipasi dalam hubungan industrial baik dalam lingkungan perusahaan maupun diluar lingkungan perusahaan.

Evaluasi kondisi hubungan industrial di tingkat organisasi dengan menganalisis kecenderungan kondisi hubungan industrial; menganalisa gejala perubahan sikap dan perilaku pekerja yang tidak sesuai dengan kebijakan organisasi; menganalisa dinamika aktivitas serikat pekerja dampaknya pada keharmonisan hubungan industrial di organisasi sesuai dengan tata cara yang berlaku di dalam organisasi; menganalisa perubahan kebijakan ketenagakerjaan baik internal maupun eksternal dampaknya pada hubungan industrial di organisasi; mengantisipasi dampak kecenderungan kondisi hubungan industrial terhadap perusahaan; mengidentifikasi potensi risiko berdasarkan dampak dan kemungkinan terjadinya ketidak harmonisan hubungan industrial di organisasi; menyusun Langkah antisipasi penanganan potensi risiko selaras dengan arah, kebijakan dan strategi organisasi; dan menyusun Rekomendasi tindak lanjut sesuai hasil evaluasi.

Daftar kegiatan employee & Industrial Relations berupa pelaksanaan dan pengawasan hubungan kekaryawanan dan industrial di tempat kerja, pelaksanaan disiplin kerja, penerapan tindakan disiplin, penyelesaian keluh kesah, perselisihan hubungan industrial, dan pengakhiran hubungan kerja.

Pekerja, penyelia, kepala bagian, bagian SDM/HI, Direktur dan Pemilik Perusahaan merupakan elemen penting untuk melakukan proses pelaksanaan dan pengawasan hubungan industrial yang artinya merupakan penanggungjawab bersama di lingkup perusahaan.

Untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dapat dilakukan dengan membentuk tim kecil yang rutin bertemu untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi. Keanggotaan sukarela, didahului oleh pelatihan kemudian kelompok menentukan sendiri masalahnya. Sociotechnical sistem yaitu intervensi terhadap lingkungan kerja dengan menyusun kembali struktur pekerjaan, kelompok kerja dan hubungan antara pekerja dengan teknologi yang digunakan. Perubahan bersifat lebih radikal yaitu adanya wakil karyawan yang terlibat dalam suatu diskusi dan pengambilan keputusan dengan manajemen mengenai hal-hal yang menyangkut pekerja. Terakhir, autonomous work groups yaitu kelompok pekerja otonomi tanpa pemimpin yang resmi ditunjuk oleh perusahaan dan terlibat dalam pengambilan keputusan yang biasa dilakukan oleh supervisor. ar

Leave a Reply

WhatsApp chat