Lokakarya Daring: Memperkaya Konten Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada

Jakarta, 10-12 Juni 2020 – Fakultas Teknik Universitas Darma Persada (UNSADA) menyelenggarakan online workshop dengan tema “Memperkaya Konten Pembelajaran Daring di Masa Pandemi.” Lokakarya yang pertama kali diselenggarakan secara daring oleh Fakultas Teknik sejak maraknya penyebaran virus Covid-19 tersebut menghadirkan sejumlah dosen seperti Nur Syamsiyah, S.T., M.T.I., Endang Ayu Susilawati S.T., M.M.Si., Herianto, S.Pd., M.T., Timor Setyaningsih, M.T.I., Eva Novianti, S.Kom., M.M.Si., Suzuki Syofian, S.Kom., M.Kom., Bagus Tri Mahardika, M.M.Si., Adam Arif Budiman, M.Kom., Ir. Eri Suherman, M.T.,  Ir. Atik Kurnianto, M.Eng., Aji Setiawan, M.M.Si., Yahya, S.T., M.Kom., M.Kom., Mira Febriana Sesunan, S.Kom., M.Sc., M. Darsono, S.T., M.T., dan Ir. Yendi Esye, M.Si. Tidak hanya itu, lokakarya yang berlangsung selama 3 hari sejak 10 hingga 12 Juni 2020 tersebut dihadiri oleh 82 peserta dari kalangan pendidik dengan berbagai macam level seperti pengajar tingkat TK, SD, SMP, SMA dan instruktur kursus.

Dalam sambutannya mengawali lokakarya tersebut, Dr. Gatot Dwi Adiatmojo selaku Kepala Lembaga Penelitian Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan (LPPMK) Universitas Darma Persada mendukung kegiatan ini mengingat edukasi melalui media daring di tengah pandemik menjadi suatu kebutuhan dan perlu dipahami oleh para pengajar untuk tetap memberikan edukasi kepada pelajar meski tidak dapat bertatap muka. 

Sesi pertama pada hari pertama diawali dengan “Netiquette: Etiket di Dunia Maya” yang disampaikan oleh Nur Syamsiyah, S.T., M.T.I., dan Endang Ayu Susilawati S.T., M.M.Si. Netiquette berasal dari kata etiquette yaitu aturan dalam perilaku sosial dan internet yaitu suatu media yang dipakai untuk mengefisiensikan proses komunikasi yang disambungkan lewat berbagai aplikasi, sehingga Netiquette bermakna etiket yang sesuai untuk berkomunikasi dalam dunia maya. Etiket berbeda dengan etika. Etiket bersifat sosial sedangkan etika bersifat personal. Secara perspektif, etiket bersifat situasional dan dialogical. Berinteraksi di dunia maya sebaiknya memulai dengan niat baik, mencoba memahami pihak lain, membaca dengan baik dan menghindari justifikasi,menghindari rumor, memisahkan antara personal dan public information, menghargai privasi pihak lain. Interaksi melalui internet sebenarnya sama dengan face to face bilamana pesan kita mengekspresikan sikap kita dan secara manusiawi semua sama prinsipnya yaitu disayang, diakui dan dikontrol. Pada akhirnya, beretiket dalam berkomunikasi dapat menunjukkan kepribadian seseorang. Sikap yang baik akan menjadikan seseorang manusia yang cerdas.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Herianto, S.Pd., M.T., dengan “Kiat Memilih Perangkat E-learning.” Sebelum pandemik, pemerintah telah membuat regulasi berkaitan dengan pembelajaran daring dan sudah mulai disosialisasikan. Namun, pada umumnya, banyak instansi yang belum mewajibkan penggunaan e-learning dan hanya sebagian instansi yang melaksanakan model flipped learning dan/atau blended learning. Terlebih, beberapa Online Course (dalam dalam dan luar negeri) sudah mulai bermunculan dan marak digunakan. Sejak, pemerintah memberlakukan pembatasan wilayah secara ketat, tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19), belajar di rumah dengan memanfaatkan koneksi internet menjadi satu-satunya pilihan bagi pengajar maupun pelajar untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan Elearning/online learning. Banyak pengajar maupun pelajar yang belum terbiasa dengan online learning. Pengajar dan pelajar memiliki lebih banyak waktu luang di masa work from home, namun di sisi lain pelajar merasa mendapat beban yang lebih dari biasanya baik itu beban paket data, materi ajar dan beban tugas. Online learning mempermudah pelajar mengakses materi pembelajaran, dari mana saja, kapan saja, dan dengan cara apa saja. Hal yang penting dalam online learning adalah konten yang menarik dan mudah dipahami oleh pelajar. Pengajar dapat mengikuti Bloom’s Taxonomy yaitu membuat bahan ajar yang asli, mengevaluasi bahan ajar, menganalisis bahan ajar, menerapkan bahan ajar, mengerti bagaimana menyampaikan bahan ajar, mengingat tata cara membuat bahan ajar untuk dapat dipergunakan ke depannya. Dengan banyaknya pilihan tool untuk melaksanakan online learning, tool yang terbaik adalah yang ada dan dapat digunakan. Untuk membuat konten yang menarik, pengajar dapat memadukan unsur-unsur game ke dalam sistem pembelajaran daring yaitu belajar dimulai dari yang mudah seperti prinsip level dalam game, membuat soal/tugas dimulai dari yang mudah seperti level tantangan game, dan memberi motivasi , pujian, reward daripada menghakimi, merendahkan, menjatuhkan mental. Uraian ini ditutup dengan 5 hukum pembelajaran yaitu Readiness (kesiapan), Willingness (kemauan), Effect (dampak), Joy (kesenangan), Repetition (pengulangan).

Sesi terakhir pada hari pertama disampaikan oleh Timor Setyaningsih, M.T.I., dan Eva Novianti, S.Kom., M.M.Si., dengan “Mengoptimalkan Google Classroom dan Google Form.Google Classroom bagi pengajar memiliki fungsi untuk memulai kelas, memberi tugas, memberi nilai tugas, dan berkomunikasi dengan pelajar; sedangkan bagi pelajar memiliki fungsi untuk memulai kelas, mengelola tugas, dan berkomunikasi dengan teman sekelas. Pada materi Google Form, pembicara menguraikan cara membuat form baru dengan Google Form, membuat pertanyaan, menambah pertanyaan, membagikan form online, dan mengolah hasil google form. Selain menambah pertanyaan, pengajar juga dapat menambah judul halaman baru, gambar, link video, dan section. 

Hari kedua diawali dengan pemaparan mengenai “Cara Mudah dan Praktis Menyiapkan Video Slideshow” oleh Suzuki Syofian, S.Kom., M.Kom., dan Bagus Tri Mahardika, M.M.Si. Video Slideshow adalah sebuah file dalam bentuk format video yang berisi materi berdasarkan slide presentasi yang sudah dibuat sebelumnya dalam suatu format tertentu. Video slideshow digunakan untuk mempermudah menyampaikan materi pembelajaran karena pengguna cukup menjalankan file video yang sudah dibuat sehingga tidak perlu menjelaskan secara ulang file presentasinya dan cukup membagikan kepada pelajar. Cara membuatnya cukup mudah yaitu menyiapkan slide materi pembelajaran yang akan dibuat Video slideshow, memilih menu Export ke dalam format video, men-setting konfigurasi, durasi dan kualitas video yang ingin dihasilkan, menyimpan dalam format video, dan video siap untuk digunakan. Point utama video slideshow adalah membuat slideshow materi terlebih dahulu secara menarik dan dikemas dengan baik sehingga hasilnya akan efektif dan menarik.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Adam Arif Budiman, M.Kom., dengan “Penggunaan ActivePresenter dalam presentasi Pembelajaran Daring.” ActivePresenter merupakan software yang mengubah powerpoint menjadi video dan menambahkan aspek-aspek lain seperti suara maupun narasi. Pada perangkat lunak tersebut, terdapat pilihan bagi pengguna untuk merekam video sehingga suara dan kamera terakses; dan merekam perangkat sehingga hanya suara yang terekam tanpa perlu mengakses kamera. Area yang direkam pun dapat ditentukan, baik itu fullscreen maupun custom. Hasil rekaman juga dapat ditentukan kualitasnya.

Ir. Eri Suherman, M.T., dan  Ir. Atik Kurnianto, M.Eng., menutup lokakarya hari kedua dengan “Menjadi Konsumen Cerdas di Masa Pandemi.” Tujuan yang ingin dicapai adalah menyikapi pandemi dengan bijak dan cerdas, serta mampu memasuki fase new normal dengan baik. Di tengah pandemi yang berbahaya ini tercipta tantangan sekaligus peluang di mana banyak lapangan pekerjaan yang terdampak secara negatif sekaligus ada pula yang terdampak secara positif bila mampu beradaptasi dengan tantangan tersebut. Solusinya adalah dengan iman yaitu percaya pada takdir Allah Ta’ala termasuk ujian pandemi ini dengan yakin bahwa bersama kesulitan ada kemudahan, serta Allah Ta’ala tidak membebankan seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Selain itu, dibutuhkan pula kekreatifan dan kecerdasan. Kreatif merupakan kemampuan berpikir yang mampu memberikan alternatif jawaban sebanyak mungkin untuk memecahkan masalah, sedangkan cerdas merupakan kemampuan berpikir yang mampu memberikan jawaban yang tepat terhadap suatu masalah. 

Mengawali hari terakhir lokakarya, Eka Yuni Astuty, S.Kom., M.Msi., selaku moderator memberikan kesempatan kepada Aji Setiawan, M.M.Si., dengan materi “Penggunaan White Board Animation untuk Konten Interaktif.” Untuk membuat bahan ajar yang menarik supaya mahasiswa tidak bosan, dapat menggunakan white board animation. Software ini tidak membutuhkan background design sehingga pengajar tetap produktif di tengah pandemi corona. Terdapat beberapa pilihan white board animation dengan biaya langganan yang bervariasi. Langkah pertama adalah membuat story board dari materi mata kuliah. Selain dapat menambahkan gambar, icon maupun text, pengajar juga dapat menambahkan suara untuk memberikan narasi. 

Sesi kedua dilanjutkan oleh M. Darsono, S.T., M.T., dan Ir. Yendi Esye, M.Si., dengan “Teknik Penulisan Artikel Ilmiah Jurnal Bereputasi.” Artikel ilmiah adalah suatu hasil karya tulis yang ditulis berdasarkan hasil penelitian seperti laporan, skripsi, tesis, dan disertasi yang masuk pada jurnal ilmiah karena memiliki kekhasan pada penyajian uraian tidak terlalu panjang lebar namun tidak mengurangi nilai keilmiahannya. Jurnal bereputasi nasional yang terakreditasi Dikti yaitu http://sinta.ristekbrin.go.id/ sedangkan jurnal bereputasi internasional yang terindex seperti https://www.scopusjournals.com/, https://publications.copernicus.org/open-access_journals/journals_by_subject.html, atau https://www.scimagojr.com/journalrank.php. Artikel penelitian berisi judul, abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan, dan referensi. 

Rangkaian lokakarya daring ditutup dengan “Ujian Asyik dengan QUIZZIZ” oleh Yahya, S.T., M.Kom., M.Kom., dan Mira Febriana Sesunan, S.Kom., M.Sc. Salah satu cara mengurangi kebosanan saat pembelajaran adalah dengan memberikan kuis kepada pelajar. Quizizz merupakan salah satu web tool untuk membuat permainan kuis interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas dalam bentuk Pekerjaan Rumah (homework). Selain dapat diakses secara gratis, pendaftaran untuk menggunakan web tool ini pun cukup mudah yaitu dengan Google Account. Setelah berhasil membuat akun, pengajar dapat membuat kuis berdasarkan bahan ajar. Jenis kuis yang tersedia pun bervariasi mulai dari pilihan ganda yaitu jenis pertanyaan yang terdapat beberapa pilihan yang tersedia dan pelajar hanya dapat memilih satu pilihan jawaban yang benar; kotak centang yaitu jenis pertanyaan yang sama dengan pilihan ganda akan tetapi memiliki dua atau lebih pilihan jawaban yang tepat;isi bagian kosong yaitu jenis pertanyaan dengan jawaban isian dan pengajar dapat menambahkan alternatif jawaban yang benar; terbuka-berakhir yaitu jenis pertanyaan untuk jawaban yang lebih panjang daripada jawaban isian yang dapat berupa uraian; hingga pemilihan (poll) yaitu jenis pertanyaan yang tidak memiliki pilihan jawaban yang benar. Pengajar juga dapat menambahkan gambar pada pertanyaan. Setelah berhasil membuat pertanyaan, lanjutkan dengan menyimpan kuis tersebut dengan menambahkan rincian grade, subject dan topik. Selanjutnya, pengajar membuat kelas secara spesifik kemudian bersiap untuk meluncurkan kuis bagi kelas yang telah dipilih. Pengajar dapat menentukan batasan waktu kapan kuis tersebut dapat dikerjakan. 

Para peserta lokakarya daring tersebut berharap agar acara seperti ini dapat dilaksanakan kembali secara rutin untuk menambah wawasan pengajar dalam menyajikan bahan ajar kepada peserta didik terutama di tengah pandemi. Bahkan ada beberapa peserta yang antusias dan meminta untuk diundang kembali dalam lokakarya daring yang dilaksanakan oleh UNSADA tersebut. ar

Lokakarya Daring Memperkaya Konten Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada
Narasasumber Lokakarya Daring Memperkaya Konten Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada
Peserta Lokakarya Daring Memperkaya Konten Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada
Peserta Lainnya Lokakarya Daring Memperkaya Konten Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada

Leave a Reply

WhatsApp chat