Direct Line 8649059 Puji 085218173992 , Dwi 081394061988, Aryza 081285377881 Office Hours Monday - Friday : 08:00-16:00 , Saturday 09.00 - 14.00.

Joint Seminar AIIT – UNSADA 2018: Advances in Technology for the Welfare of Society

Oleh Admin | March 7, 2018 at 6:17 pm

Joint Seminar AIIT – UNSADA 2018
Advances in Technology for the Welfare of Society
Kemajuan Teknologi untuk Kesejahteraan Masyarakat

28516082_2018633768392646_7887198928766646068_oJakarta, 07 Maret 2018 – Universitas Darma Persada bekerja sama dengan Advanced Institute of Industrial Technology (AIIT) menyelenggarakan seminar internasional selama sehari di ruang Seminar Fakultas Teknologi Kelautan Universitas Darma Persada. Pada seminar yang dibuka langsung oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin S.E., M.A. ini menghadirkan para pembicara yaitu Dr. Seiichi Kawata, Prof. Dr. Hisashi Hayashi, Prof. Mitsuhiro Maeda, Prof. Dr. Innella Giovanni yang merupakan profesor AIIT. Seminar tersebut turut mengundang Andi Tjahja dari Umbu Marisi Foundation sebagai pembicara. Dalam seminar tersebut, moderator pada sesi pertama dilaksanakan oleh Ir. Ronny O. Kawi, M.M., dari Universitas Bhayangkara dan mdoerator pada sesi kedua oleh Shanty Manullang S.Pi., M.Si. yang merupakan dosen Teknik Perkapalan UNSADA. Seminar ini dihadiri langsung oleh para dekan, biro dan mahasiswa-mahasiswi Unsada.

28701247_2018633878392635_2675150279000496906_oDiawali dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya oleh para peserta seminar, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh Rektor UNSADA. Dalam pembukaannya, Dadang menegaskan “Indonesia telah masuk G20 namun masyarakat Indonesia masih belum sejahtera. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana memajukan kesejahteraan masyarakat melalui kemajuan teknologi.” Dadang juga menambahkan, “Tidak semua daerah sama seperti Jakarta sehingga tidak memungkinkan teknologi yang maju untuk diterapkan disana (daerah terpencil). Keadaan ini memunculkan pertanyaan ‘teknologi tepat guna apa yang dapat diterapkan di Indonesia?’” Menurutnya, seminar ini akan membantu para mahasiswa UNSADA mendapatkan inspirasi untuk berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi.

Dibuka dengan presentasi pertama oleh Dr. Seiichi Kawata mengenai beberapa hasil penelitian dalam Service Engineering yang bertajuk “AIIT and UNSADA International Seminar for the New Advanced Methods for the Development of Indonesia.” Kawata mengusulkan mengenai Home Continuity Plan atau HCP berdasarkan SysML dan divalidasi oleh Discrete Event Simulation. Latar belakang penelitian yang dilaksanakannya adalah besarnya dampak bencana alam yang terjadi sehingga mengakibatkan beberapa area mengalami dampak langsung kerusakan dan bahkan area yang tidak mengalami dampak langsung ikut merasakan dampak negatifnya seperti lumpuhnya lalu lintas dan juga infrastruktur komunikasi. Meski bencana tidak sering terjadi, namun dampaknya sangat besar. Melalui HCP tersebut, pelanggan menerima petunjuk mengenai pencegahan bencana, dan juga bagaimana menanganinya. Dalam presentasinya, Kawata memperlihatkan beberapa diagaram  kasus dalam HCP. Menutup presentasinya, Kawata menyatakan bahwa melalui teknologi seperti HCP dapat diaplikasikan dalam service engineering.

Seminar selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Hisashi Hayashi mengenai AI for Designing Social Systems. AI atau Artificial Intelligence merupakan kemampuan intelijen komputer digital yang pertama kali diperkenalkan oleh John McCarthy pada 1956. AI sebagai intelligent Agents dapat memiliki sense dan juga mampu berpikir kemudian bertindak. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, dibuatlah DQN (Deep Q Network) yang tidak hanya berpikir namun juga secara reaktif sesuai dengan keadaan. Salah satu bentuk keberhasilan DQN adalah kemampuan Alpha-Go mengalahkan juara Go yang merupakan seorang manusia. Menurutnya, AI dapat berkontribusi dalam membangun sistem sosial yang baik.

Pada sesi kedua, seminar pertama disampaikan oleh Andi Tjahja dengan tajuk “Membangun Kampung Wisata Wailolung di Pulau Sumba.” Masyarakat Sumba yang mayoritas masih menganut kepercayaan Marapu memiliki keindahan budaya yang dapat dijadikan objek pariwisata. Meski begitu, Sumba masih menjadi salah satu pulau miskin di Indonesia dengan tingginya angka kematian balita yang diikuti dengan banyaknya penderita malaria. Potensi pariwisata Sumba juga terletak di hasil tenun tradisionalnya yang sangat eksotik.

Sesi kedua ini kemudian dilanjutkan Prof. Mitsuhiro Maeda yang menyampaikan seminar dengan tajuk The Philosophy of the Cultural Ownership Development and the case Studi of Sumba Island dan Prof. Dr. Naoshi Uda dengan seminar yang bertajuk Traditional Architecture of Sumba Island. Rangkaian seminar internasional ini ditutup dengan seminar dari Prof. Dr. Innella Giovanni dengan tajuk Industrial Design without an Industry. ar

28661121_2018605608395462_1057118046326824051_n 28619478_2018727905049899_8858449533649439358_o DSC_8868 - Copy

UNSADA

Social Links