Direct Line 8649059 Puji 085218173992 , Dwi 081394061988, Aryza 081285377881 Office Hours Monday - Friday : 08:00-16:00 , Saturday 09.00 - 14.00.

Institutional Repository pada Lembaga Pendidikan Tinggi

Oleh Admin | January 11, 2018 at 7:31 pm

Institutional Repository pada Lembaga Pendidikan Tinggi

Jakarta, 11 Januari 2018 – Unit Pelayan Terpadu Perpustakaan Universitas Darma Persada menyelenggarakan seminar mengenai repositori. Seminar yang bertajuk “Institutional Repository pada Lembada Pendidikan Tinggi” dengan narasumber Dwi Fajar Saputra tersebut tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa UNSADA, namun juga para dosen pengajar. Seminar yang juga dihadiri oleh Warek II, Dr. Eko Cahyono tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III, Fanny Octaviani, M.Si.

Mengawali seminar yang diselenggarakan di ruang Perpustakaan UNSADA lantai 3, pria yang akrab disapa Dudu tersebut menjelaskan mengenai repositori yakni tempat penyimpanan bahan-bahan digital yang dihasilkan oleh suatu instansi. Sesuai dengan pengertiannya, maka hanya dokumen yang berbentuk digital sajalah yang dapat disimpan dalam repositori. Menurut pegiat FOSS yang juga menjabat Ketua Relawan Jurnal Indonesia korda DKI Jakarta tersebut, saat ini Open Access tengah diminati oleh masyarakat untuk mencari informasi. Bahkan pada tahun 2017, Indonesia meraih peringkat pertama seluruh dunia berdasarkan Interscience Open Access Journals sebanyak 1.156 jurnal.

Berdasarkan jenisnya, repositori terbagi menjadi dua yaitu repositori subjek yang berisi dokumen atau file bidang tertentu, dan repositori institusi yang berisi dokumen atau arsip suatu lembaga tertentu. Repositori di Indonesia sendiri memiliki dasar hukum yaitu Mendiknas no.17 tahun 2010 yang menyebutkan bahwa setiap Peguruan Tinggi di Indonesia wajib mengungga karya ilmiahnya di portal garuda. Selain itu, dasar hukum mengenai repositori berupa Edaran dari Dirjen Dikti.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Manager Helpdesk Indonesia One Search ini, fenomena umum yang saat ini terjadi di Indonesia adalah Perguruan Tinggi mewajibkan mahasiswa untuk menyusun skripsi ataupun thesis sebagai keriteria kelulusannya. Baik skripsi, thesis, maupun disertasi tersebut disimpan dalam bab terpisah karena terbatasnya bandwith. Artikel di IR merupakan skripsi yang dirangkkum menjadi artikel dengan format jurnal imilah. Selain itu, jurnal di Indonesia sebagian besar masih diterbitkan oleh Perguruan Tinggi.

Menutup seminarnya, Dwi menjabarkan manfaat repositori institusi di antaranya ketersediaan sumber informasi tidak terbatas, merangsang penelitian lanjutan yang lebih baik, menerbitkan inspirasi atau ide baru, meningkatkan inovasi dan pengembangan lanjutan, meningkatkan pertumbuhan data informasi dan publikasi ilmiah, dan memajukan perkembangan intelektualitas masyarakat. ar

UNSADA

Social Links