Direct Line 8649059 Puji 085218173992 , Dwi 081394061988, Aryza 081285377881 Office Hours Monday - Friday : 08:00-16:00 , Saturday 09.00 - 14.00.

Guest Lecture: Advanced Technology and New Strategy of OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) for SDGs (Sustainable Development Goals) in Japan

Oleh Admin | November 22, 2018 at 1:38 pm

22 November 2018 – Universitas Darma Persada bekerja sama dengan Universitas Saga, Jepang, menyelenggarakan Guest Lecture bagi mahasiswa-mahasiswi UNSADA. Dalam kesempatan ini, Prof. Yasuyuki Ikegami hadir memberikan kuliah tamunya yang bertajuk “Advanced Technology and New Strategy of OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) for SDGs (Sustainable Development Goals) in Japan” dalam kaitannya dengan makalah penelitian beliau yang disampaikan pada Batavia International Conference 2018, 21 November 2018, yakni: “Global Blue Innovation by OTEC for Sustainable and Stable Energy, from the Highest Potential Country in the World, Indonesia.

OTEC sendiri merupakan akronim dari Ocean Thermal Energy Conversion yaitu metode yang digagas oleh Prof. Haruo Uehara, Bapak OTEC, untuk menghasilkan energi listrik menggunakan perbedaan temperatur yang berada di antara laut dalam dan perairan dekat permukaan untuk menjalankan mesin kalor. Seperti pada umumnya mesin kalor, efisiensi dan energi terbesar dihasilkan oleh perbedaan temperatur yang paling besar. Perbedaan temperatur antara laut dalam dan perairan permukaan umumnya semakin besar jika semakin dekat dengan ekuator. Pada awalnya, tantangan perancangan OTEC adalah untuk menghasilkan energi yang besar secara efisien dengan perbedaan temperatur yang kecil. Permukaan laut yang terpapar panas secara terus menerus oleh sinar matahari dengan wilayahnya yang hampir 70% menutup berpotensial bagi umat manusia untuk dipergunakan sebagai sumber energi. Jika hal ini bisa dilakukan dengan biaya yang efisien dan dalam skala yang besar, OTEC mampu menyediakan sumber energi terbaharukan yang diperlukan untuk menutupi berbagai masalah energi. Secara sederhana, cara kerja OTEC memanfaatkan perbedaan temperatur untuk menguapkan Ammonia atau Freon dalam pipa. Kemudian tekanan uap yang timbul kemudian dipergunakan untuk memutar turbin sehingga dapat membangkitkan tenaga listrik.

Kuliah tamu yang diselenggarakan pada 22 November tersebut merupakan bentuk kekaguman Prof. Ikegami yang mengetahui potensi deep sea water di Indonesia dalam kunjungannya 10 tahun yang lalu pada perayaan hubungan ke-50 tahun Indonesia Jepang 2008. Ia pun berharap Indonesia sebagai negara yang memiliki potensial tinggi dapat mulai mengembangkan OTEC sebagai energi yang stabil dan berkelanjutan sehingga mengurangi konsumsi minyak yang saat ini sangat tinggi di dunia. Bahkan menurutnya, tidak hanya negara maju seperti Amerika Serikat saja yang telah mengembangkan OTEC, namun juga India telah mengembangkan OTEC dengan kapasitas 20 MW pada 2015 yang lalu. Tidak hanya itu, negara lain seperti Korea, Malaysia juga Belanda telah mulai mengembangkan OTEC baik secara studi maupun komersial karena OTEC memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena meski hanya dengan menggunakan perbandingan suhu yang cukup rendah, namun dapat menghasilkan cumber energi yang cukup besar. Seiring dengan perkembangan teknologi, Prof. Ikegami berharap OTEC dapat menjadi sumber energi yang dapat menggantikan sumber energi fosil mengingat energi yang dihasilkan stabil, berkelanjutan dan ramah lingkungan, khususnya di Indonesia yang memiliki potensi laut dalam yang sangat luas. Ia pun berharap UNSADA dapat menjadi wadah pengembangan OTEC di Indonesia. ar

UNSADA

Social Links