Direct Line 8649059 Puji 085218173992 , Dwi 081394061988, Aryza 081285377881 Office Hours Monday - Friday : 08:00-16:00 , Saturday 09.00 - 14.00.

Batavia International Conference 2018: Sustainable Maritime Science and Engineering Development

Oleh Admin | November 21, 2018 at 1:26 pm

21 November 2018 – Universitas Darma Persada didukung oleh Darma Persada Maritime Research Center (DPMRC), PERSADA, UPI dan Scopus menyelenggarakan Batavia International Conference (BIC) 2018 dengan tema Sustainable Maritime Science and Engineering Development yang untuk pertama kalinya diselenggerakan di Hotel Aston Marina Ancol pada 21 November 2018. Konferensi ini berupaya menggali potensi penelitian bidang kemaritiman agar dapat dimanfaatkan untuk kemajuan pembangunan Indonesia. Sebanyak 69 presenter akan memaparkan makalah penelitiannya pada konferensi ini dengan pilihan 13 topik mulai dari aspek maritim, perikanan, hingga energi terbarukan dan ilmu monozukuri yang menjadi pilar utama pelaksanaan pendidikan di perguruan tinggi gagasan para alumni Jepang tersebut.

Tiga keynote speakers dari tiga negara dihadirkan dalam kesempatan ini. Prof. T.M. Indra Mahlia dari University of Technology Sydney, Australia menjadi narasumber pertama yang menyampaikan gagasannya yang bertajuk “Fuel Economy Standards and Labels: A Way to Work More Efficient Automotive Transportation System.” Menurutnya, perlu ada lembaga yang memberikan label pada setiap kendaraan sehingga konsumen mengetahui tingkat efisiensi kendaraan tersebut dan konsumen juga dapat memilih kendaraan yang paling ramah lingkungan. Pelabelan ini sendiri tidak dapat dilakukan oleh lembaga swasta karena kurang objektif, sehingga pemerintah dinilai sebagai lembaga yang paling tepat untuk melakukannya. Namun, universitas sebagai lembaga pendidikan seperti UNSADA dapat berkontribusi dalam pengujian pelabelan tersebut sehingga hasil pelabelan tersebut objektif dan sesuai dengan fakta.

Prof. Dr. Ir. Kamaruddin Abdullah, IPU dari Universitas Darma Persada, Indonesia  menyampaikan materinya yang bertajuk “Review on Marine Energy Program.” Menurutnya, lautan Indonesia memiliki potensi yang tinggi untuk dijadikan sumber energi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa potensi ini masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Padahal sumber energi yang dapat dihasilkan sangat besar dan ramah lingkungan. Universitas Darma Persada yang menjadi universitas pertama di Indonesia yang memiliki program pasacasarjana Energi Terbarukan diharapkan menjadi pusat pendidikan yang dapat memberikan inovasi sumber energi baru dan terbarukan.

Narasumber ketiga dari Universitas Saga, negeri Sakura, Jepang, Prof. Yasuyuki Ikegami menyampaikan uraiannya yang bertajuk “Global Blue Innovation by OTEC for Sustainable and Stable Energy, from the Highest Potential Country in the World, Indonesia.” OTEC sendiri merupakan akronim dari Ocean Thermal Energy Conversion yaitu sumber energi yang dihasilkan dari pengkonversian temperatur suhu laut yang digagas oleh Prof. Haruo Uehara, Bapak OTEC. Prof. Ikegami mengetahui potensi deep sea water di Indonesia dalam kunjungannya 10 tahun yang lalu ketika menyaksikan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Donny Achiruddin, M.Eng., salah satu dosen UNSADA, pada perayaan hubungan ke-50 tahun Indonesia Jepang 2008. Ia pun berharap Indonesia sebagai negara yang memiliki potensial tinggi dapat mulai mengembangkan OTEC sebagai energi yang stabil dan berkelanjutan sehingga mengurangi konsumsi minyak yang saat ini sangat tinggi di dunia. Bahkan menurutnya, tidak hanya negara maju seperti Amerika Serikat saja yang telah mengembangkan OTEC, namun juga India telah mengembangkan OTEC dengan kapasitas 20 MW pada 2015 yang lalu. Tidak hanya itu, negara lain seperti Korea, Malaysia juga Belanda telah mulai mengembangkan OTEC baik secara studi maupun komersial karena OTEC memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena meski hanya dengan menggunakan perbandingan suhu yang cukup rendah, namun dapat menghasilkan cumber energi yang cukup besar. Seiring dengan perkembangan teknologi, Prof. Ikegami berharap OTEC dapat menjadi sumber energi yang dapat menggantikan sumber energi fosil mengingat energi yang dihasilkan stabil, berkelanjutan dan ramah lingkungan, khususnya di Indonesia yang memiliki potensi laut dalam yang sangat luas. Ia pun berharap UNSADA dapat menjadi wadah pengembangan OTEC di Indonesia. ar

 

UNSADA

Social Links