tttttttttt Blog – Page 7 – Universitas Darma Persada

Program Studi

Lembaga

Penelitian

Pengabdian

 

UNSADA

Terakreditasi, Penguasaan Tiga Bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang), Berbasis ICT, Beasiswa, Magang kerja, Bis Kampus.

Brosur

Jakarta, 07 Maret 2017 – Biro Pemasaran dan Humas Universitas Darma Persada menyelenggarakan seminar sehari yang bertajuk School Branding Strategy Seminar yang mengundang para guru dan siswa SMA/SMK di Jakarta dan Bekasi. Seminar yang dibuka langsung oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., ini menghadirkan dua pembicara ternama di bidang public relation. Pembicara pertama, Dr. Lestari Nurhajati, M.Si yang merupakan dosen ahli LSPR memberikan seminar mengenai membangun citra dan reputasi sekolah. Menurut Lestari, dalam membangun Citra atau brand bergantung pada trust (kepercayaan), quality (kwalitas), perception (persepsi), identity (identitas), dan loyalty (loyalitas). Brand identity merupakan bagaimana sebuah institusi ingin konsumen melihat merk intitusi tersebut. Brand  positioning merupakan nilai proposisi yang tersampaikan kepada konsumen. Brand image merupakan bagaimana persepsi suatu merk saat ini.

Seminar yang terbagi menjadi dua sesi ini juga menghadirkan pembicara kedua yaitu Bapak Anke Dwi Saputro yang menyampaikan presentasi mengenai membangun sekolah di era digital pada generasi digital. Menurut Anke, kreativitas akan menemukan solusi atas kondisi paling buruk sekalipun.

Sepanjang berjalan bersama, Cinta akan menemukan caranya menyelesaikan masalah-masalahnya. Pengalaman Anke ketika mengurai puluhan masalah di klien professional, juga masalah personal, akhirnya menyadari banyak masalah bersumber pada financial problem. Lainnya hanyalah turunannya. Kaitannya dalam memasarkan sekolah, perlu dipikirkan mengenai Segmentasi yaitu siapa dan dimana lokasi yang kemungkinan menjadi calon murid sekolah tersebut, Target Pasar yaitu siapa dan bagaimana profil yang diinginkan dan tidak diinginkan untuk menjadi murid sekolah tersebut, dan yang terakhir adalah Positioning yaitu sekolah tersebut ingin dikenal dan tidak dikenal sebagai apa. Acara seminar sehari ini juga didukung oleh PT. Bank Negara Indonesia, Mandom Indonesia Tbk dan Friends Radio. ar

 

Jakarta, 23-24 Februari 2017 – Universitas Darma Persada menyelenggarakan seminar yang bertema “Meningkatkan Profesionalisme Dosen melalui Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat”. Seminar yang berlangsung selama dua hari di TS60 dan E208 tersebut dihadiri oleh dosen peneliti Unsada dan dosen dari Universitas Krisnadwipayana. Seminar yang dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. Mochamad Solichin, M.Pharm tersebut memberikan kesempatan kepada para dosen peneliti untuk menyajikan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat semester ganjil 2016/2017. Hasil penelitian tersebut juga langsung dinilai oleh reviewer dari Kemenristek Dikti. Seminar penelitian ini dibagi menjadi dua sesi dengan sesi pertama di ruang TS60 yang memberikan kesempatan kepada para dosen bidang humaniora, sedangkan sesi kedua di ruang E208 menampilkan hasil penelitian para dosen bidang ekonomi, teknik dan teknologi kelautan. Dengan diadakannya seminar ini, diharapkan profesionalisme dosen semakin meningkat melalui penelitian dan pengabdian masyarakat. ar

Jakarta, 22 Februari 2017 – Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. melantik pengurus FORKADA (Forum Komunikasi Jurusan di Unsada) yang diketuai oleh Tommy Andrian, S.S., M.Hum., dibantu oleh Danny Faturachman, M.T., Fridolini, M.Hum, beserta anggota FORKADA lainnya. Pelantikan yang berlangsung di lobi gedung Rektorat Universitas Darma Persada ini dimulai sejak pukul 09:00 WIB dan dihadiri oleh jajaran senat dan kepala biro Unsada. Forum ini mengemban tugas untuk merencanakan dan mengawasi silabus yang ada di Unsada sekaligus mempersiapkan apa saja yang diperlukan oleh setiap jurusan agar kualitas setiap jurusan di Unsada meningkat dan selalu siap ketika dilakukan visitasi. ar

Forkada

Jakarta, 21 Februari 2017 – Rektor Universitas Tokai, Prof. Kiyoshi Yamada dan Ketua ACT (Association for Communication of Transcultural Study), Yasuko Kaneko mengunjungi Universitas Darma Persada. Kunjungan ini disambut langsung oleh Wakil Rektor I, Dr. Mochammad Solichin, M.Pharm didsampingi oleh Wakil Rektor II, Dr. Eko Cahyono, Wakil Rektor III, Fanny Octaviani, S.T., M.Si., beserta jajaran. Kunjungan ini membahas mengenai kerja sama yang hendak dilaksanakan oleh kedua universitas di masa yang akan datang. ar

Jakarta, 16 Februari 2017 – Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., beserta jajaran dekan dan jurusan ke-empat fakultas Universitas Darma Persada menghadiri seminar yang diadakan oleh Tim KKNI Unsada. Seminar yang disampaikan oleh Dr. Ir. Triwulandari SD, M.M., bertajuk Perumusan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran. Perubahan konsep kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia yang tahun 1994 mengacu pada KBI yang berbasis nasional, tahun 2000 mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, sedangkan tahun 2012 mengacu pada kurikulum pendidikan tinggi. Kurikulum yang dibuat sesuai dengan rujukan pada Dikti ini akan menciptakan bagaimana profil lulusan nantinya.

Profil lulusan merupakan peran yang mampu dilakukan lulusan pada 1-3 tahun pertama setelah lulus sebagai akibat memperoleh pembelajaran pada program studi yang telah ditempuh. Pekerjaan yang diperoleh bisa pekerjaan khusus seperti akademisi ataupun umum seperti komunikator. Perumusan capaian pembelajaran dijabarkan menjadi capaian pembelajaran sesuai jenjang dan jenis, capaian pembelajaran program studi, dan capaian pembelajaran ciri perguruan tinggi. Capaian pembelajaran ini berkaitan dengan rumusan sikap dan keterampilan umum dalam SN Dikti dan juga referensi baik dari dalam dan luar negeri. ar

Jakarta, 3 Februari 2017 – Kedatangan Prof. Toshiyuki Sato dan Mr. Shigehiro Komaru beserta jajaran disambut langsung oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., beserta jajaran. Pertemuan ini berlanjut dengan kuliah tamu dan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Darma Persada dengan Universitas Hiroshima.

Sato yang juga merupakan Wakil Rektor Universitas Hiroshima memberikan kuliah tamu yang bertajuk “Universitas Jepang Saat Ini dan Masalah yang Dihadapi” kepada Rektor beserta jajaran, Dekan, para dosen dan mahasiswa-mahasiswi Unsada. Universitas Hiroshima merupakan universitas yang telah didirikan sejak 1949 oleh Dr. Tatsuo Morito dengan 5 prinsip, yaitu semangat menjaga perdamaian, membangun/menciptakan pengetahuan baru, pendidikan yang menciptakan manusia yang memiliki pengetahuan luas, koeksistensi dengan masyarakat lokal dan internasional, dan transformasi/memperbaiki diri secara terus menerus. Universitas Hiroshima memiliki mata kuliah Perdamaian menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa tingkat 1 seluruh program studi.

Sato menjelaskan bahwa saat ini beberapa universitas di Jepang menghadapi masalah keuangan dimana bantuan finansial untuk universitas dari pemerintah semakin menyusut. Namun, Universitas Hiroshima mendapat bantuan dari Fukuyama Transporting Co., Ltd. untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan terutama dengan program mahasiswa asing yang kini telah mencapai 1.500 mahasiswa asing dengan dominasi 680 mahasiswa Tiongkok dan 150 mahasiswa Indonesia. Sato berharap penandatanganan MoU ini nantinya bermanfaat untuk ketiga belah pihak, Unsada, Universitas Hiroshima dan Fukuyama Transporting Co., Ltd.

Selanjutnya, dilanjutkan kuliah tamu oleh Komaru yang menjabat sebagai Direktur Utama Fukuyama Transporting Co., Ltd. yang memiliki lebih dari 40 perusahaan yang sebagian besar bergerak di bidang logistik dengan lebih dari 24.000 karyawan dan memiliki lebih dari 400 depo dengan 16.000 kendaraan operasional yang menawarkan jasa pengiriman dan logistik nasional dan internasional. Dalam wilayah domestik, Fukuyama Transporting menggunakan armada truk sedangkan untuk jumlah yang banyak menggunakan 4 jalur kereta barang. Cabang perusahaan ini juga ada di Indonesia, Tiongkok dan Malaysia. Komaru menilai bahwa logistik merupakan hal yang penting bagi kehidupan karena berkontribusi pada penciptaan dan pengembangan ekonomi lokal hingga perbaikan budaya dan kesejahteraan kehidupan sehingga menuntut kreativitas tak kenal lelah dan kecerdikan. Menurutnya, filosofi ini haruslah dipelajari oleh generasi muda. Komaru berharap dengan penandatangan MoU ini, mahasiswa-mahasiswi Unsada dari jurusan apapun yang memiliki kemampuan berbahasa Jepang dapat mengikuti magang di Jepang sehingga dapat mengadopsi filosofi ini.

Berakhirnya kuliah tamu ditandai dengan kunjungan Sato dan Komaru beserta rombongan yang menyempatkan diri melihat perpustakaan Fakultas Sastra dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman dengan Rektor. ar

Jakarta, 1 Februari 2017 – Menindaklanjuti kunjungan Papuan Centre ke Universitas Darma Persada sebelumnya pada Jum’at, 6 Januari 2017 yang lalu, kedua belah pihak sepakat menandatangani nota kesepahaman yang dilaksanakan di Ruang Sasana Wiyata. Penandatanganan kerjasama ini dihadiri langsung oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., yang didampingi oleh Direktur Pasca Sarjana Energi Terbarukan, Prof. Dr. Ir. Kamaruddin Abdullah beserta jajaran. Dari Papuan Centre sendiri diwakili oleh Elang O Rrubra selaku pendiri, Franky Umpain selaku Direktur Eksekutif, Agustinus D. Ohee selaku Sekretaris Eksekutif beserta jajaran.

Dadang membuka pertemuan ini dengan harapan segera terbentuk langkah nyata dari kerja sama yang terjalin setelah penandatanganan nota kesepahaman ini. Sebagai langkah awal, dapat dimulai dengan diadakannya seminar dan penerimaan putra-putri terbaik Papua untuk melanjutkan studi S2 Energi Terbarukan. Selain itu, Dadang melihat hubungan kuat Unsada dengan Jepang ke depannya juga dapat dimanfaatkan sebagai jembatan jalinan hubungan kabupaten-kabupaten di Papua dengan kota-kota di Jepang sebagai bentuk nyata dari ‘think globally, act locally.

Menanggapi sambutan dari Rektor, Franky menilai kerja sama yang terjalin dengan Unsada sangat menarik karena Unsada memiliki program S2 yang unik dan baru, yaitu Energi Terbarukan, yang dinilai mampu memajukan SDM di Papua untuk memberdayakan dan membangun daerah sendiri. Franky ingin putra asli daerah dapat menjadi tuan di tanah sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan yang cukup untuk mencapainya.

Elang menambahkan bahwa langkah cepat yang diambil oleh Papuan Centre dan Unsada setelah pertemuan yang pertama dengan dilakukannya penandatanganan MoU pada hari ini merupakan bentuk keseriusan untuk meningkatkan kapasitas putra-putri Papua dalam bidang pendidikan. Diakui Elang bahwa kerja sama pendidikan sebelumnya pernah dilakukan dengan unviersitas lain sebagai langkah jangka pendek untuk mengantisipasi tuntutan birokrasi. Sementara itu, kerja sama ini merupakan langkah jangka panjang kaitannya dengan bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di tanah Papua.

Dalam diskusi yang dilaksanakan setelah penandatanganan nota kesepahaman, Kamaruddin menilai bahwa energi terbarukan merupakan sumber energi yang tidak akan habis dan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memanfaatkannya. ar

Jakarta, 31 Januari 2017 – Universitas Darma Persada mengundang H. Ramli Sa’ud E., S.H., LLM. menjadi pembicara dalam seminar yang dihadiri langsung oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin S.E., M.A., beserta jajaran, para dekan dan ketua program studi dari masing-masing fakultas. Pada seminar ini, Ramli yang merupakan duta besar Republik Indonesia untuk Ethiopia, Republik Djibouti dan Uni-Afrika 2010-2014 memberikan gambaran mengenai tantangan global yang tengah dihadapi oleh Indonesia saat ini dan apa yang seharusnya pendidikan Indonesia persiapkan untuk menghadapinya.

Ramli yang juga pernah menjabar sebagai Deputi Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI membagi area yang dia bahas menjadi empat, yakni global, ASEAN, nasional, dan sub-nasional. Pada kancah global, Indonesia dihadapkan dengan globalisasi dan revolusi ICT sehingga harus siap berkompetisi dengan negara-negara lain sekaligus menjalin kerja sama dengan negara-negara tersebut. Dalam wilayah Asia Tenggara, Indonesia harus siap bersaing dengan negara-negara yang dinaungi oleh ASEAN yang menjunjung 3 pilar yaitu Masyarakat Politik dan Keamanan, Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan Masyarakat Sosial Budaya. Secara nasional, Indonesia harus bersiap dalam strategic dan comprehensive partnership. Pada lingkup sub-nasional sendiri, setiap daerah dari Indonesia harus siap untuk menjalin hubungan dengan luar negeri.

Dengan globalisasi, Indonesia memiliki peluang dalam MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan perannya dalam regional power. Akan tetapi, Indonesia juga harus menghadapi tantangan untuk mempersiapkan state actor dan non-state actor yang berperan dalam diplomasi internasional dan kemampuan Indonesia dalam kerja sama strategic dan comprehensive partnership. Universitas Darma Persada sendiri, dinilai mampu untuk berperan dalam memajukan aset Indonesia dalam globalisasi dengan memberikan wawasan hubungan internasional baik sebagai mata kuliah maupun program studi. Dengan demikian, semakin banyak generasi penerus yang memiliki keahlian selain di bidangnya sekaligus dalam berdiplomasi guna memperluas jaringan kerja sama dengan pihak luar. ar

dubes RI

Jakarta, 25 Januari 2017 – Universitas Darma Persada mendapat kunjungan dari Mr. Kojiro Shiojiri dari Japan Indonesia Association (Japindo) didampingi oleh Mrs. Nobuko Yonezawa yang juga dari Japindo, Mr. Katagiri dari Japan Foundation, dan Mr. Taro Ueno dari Toyota. Kunjungan ini diterima oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. beserta jajaran, Dekan Fakultas Sastra, Ketua Jurusan dan dosen-dosen Sastra Jepang. Selain itu, Persada (Persatuan Alumni dari Jepang) yang diwakili oleh Hideki Amengku turut hadir dalam kunjungan tersebut.

Pertemuan ini membahas mengenai kurikulum yang ada di Jurusan Sastra Jepang Universitas Darma Persada baik Strata-1 maupun Diploma-3. Dengan kurikulum yang telah diperoleh tersebut, lulusan Unsada diharapkan mampu berbahasa Jepang dengan baik sehingga dapat melanjutkan studi di Jepang maupun bekerja di perusahaan Jepang baik di dalam negeri maupun di Jepang. Salah satu yang dibahas adalah mengenai Japanese Language Proficiency Test (JLPT) yang wajib diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi jurusan Sastra Jepang sebelum mengikuti sidang skripsi. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, maka dibutuhkan kurikulum yang memadai agar dapat mengoptimalkan kemampuan lulusan-lulusan Unsada nantinya.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Kojiro sempat mengunjungi secara langsung fakultas-fakultas dan kantor administrasi yang ada di Unsada. Mantan duta besar Jepang di Indonesia tersebut menyempatkan diri bercakap-cakap dengan pegawai Unsada. ar

Jakarta, 18-19 Januari 2017 – Universitas Darma Persada mengundang Prof. Dr. Saryono untuk memberikan sosialisasi mengenai penelitian yang dilakasanakan oleh Dikti saat ini. Acara yang dihadiri langsung oleh Rektor Unsada beserta jajaran ini  turut menghadirkan peserta seminar yang juga merupakan dosen tetap Unsada. Sosialisasi ini dinilai penting karena saat ini Unsada telah menempati kluster utama yang tidak lagi sama statusnya dengan sebelumnya yang berarti setiap penelitiannya memiliki ketentuan yang berbeda pula.

Saryono yang juga guru besar Universitas Riau menjelaskan mengenai Skema Penelitian Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat oleh Unsada. Dalam bahasannya, Saryono menyebutkan beberapa macam penelitian seperti Penelitian Fundamental, Penelitian Kerja Sama Luar Negeri dan Publikasi Internasional, Penelitian Berbasis Kompetensi, Penelitian Produk Terapan, Penelitian Strategis Nasional, Penelitian Prioritas Nasional Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia, Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri, Penelitian Unggulan Strategis Nasional, Penelitian Dosen Pemula, Penelitian Kerja Sama antar Perguruan Tinggi, Penelitian Tim Pasca Sarjana, Penelitian Disertasi Doktor, dan Penelitian Pasca Doktor.

Selain itu, Saryono juga menjelaskan mengenai Kode Etik Reviewer salah satunya mengenai tugas seorang reviewer yaitu melakukan desk evaluasi proposal, mengevaluasi proposal yang telah dinyatakan lolos desk evaluasi, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kelayakan/pelaksanaan penelitian, mengevaluasi kelayakan hasil monitoring dan evaluasi untuk keberlanjutan penelitian, dan membahas hasil penelitian.

Pada kesempatan yang sama, Saryono juga membahas mengenai teknik mereview dalam bahasannya, Mekanisme Menelaah Proposal Penelitian. Hakikat dari telaah proposal ini adalah untuk dapat diperoleh proposal bermutu, terbebas benturan kepentingan, diperlukan tim penelaah yang obyektif, diperlukan sistem & skor penilaian, satu proposal ditelaah lebih dari seorang, tim penelaah bekerja mandiri & membuat komentar terpadu, nilai & saran tim penelaah menjadi masukan bagi pengusul, masukan tim penelaah menjadi pertimbangan bagi DRPM, DRPM memutuskan pemenang berdasarkan prioritas/ketersediaan dana.

Hari berikutnya, Saryono memberikan penjabaran mengenai Mekanisme dan Pengelolaan Desentralisasi dan Standar Mutu Penelitian yang bertujuan meningkatkan keunggulan penelitian, daya saing, angka partisipasi dosen, dan kapasitas pengelolaan penelitiaan Perguruan Tinggi. Dengan desentralisasi diharapkan ke depannya,  penelitian unggulan perguruan tinggi dan penelitian bersifat strategis nasional wajib mempunyai dampak positif bagi masyarakat.

Selanjutnya, Saryono menjelaskan mengenai Skema Desentralisasi Penelitian Perguruan Tinggi. Dalam bahasan ini, dipaparkan mengenai kriteria pengusul penelitian di antaranya pembagian kelompok perguruan tinggi yang melaksanakan penelitian yaitu kelompok pengusul perguruan tinggi Mandiri, Utama dan Madya. Kemudian ketua tim peneliti berpendidikan S3 (doktor) atau S2 dengan jabatan Lektor. Tim peneliti berjumlah 3–4 orang, salah satu anggota peneliti harus bergelar doktor (S3) dan harus mempunya track record memadai. Anggota tim peneliti tersebut dapat berganti setiap tahunnya dan dapat dari luar PT pengusul, sesuai dengan kebutuhan dan roadmap penelitian. Terakhir, setiap peneliti hanya boleh mengusulkan satu judul penelitian, baik sebagai ketua maupun sebagai anggota pada skim penelitian unggulan perguruan tinggi.

Oleh karena itu, Saryono menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan akhir untuk meningkatkan produktivitas menuju keunggulan kompetitif yang berdampak positif bagi masyarakat, perlu untuk disusun renstra atau rencana strategis untuk memaksimalkan hasil penelitian. Dalam penyusunan renstra harus menetapkan identitas organisasional institusi, mengembangkan rencana aksi untuk mencapai prioritas strategis penelitian, dan implementasi dan monitoring & evaluasi rencana aksi dalam mencapai prioritas strategis. Dengan rumusan renstra yang jelas tentu akan memudahkan peneliti untuk mencapai hasil yang maksimal.

Saryono menutup seminarnya dengan motivasi kepada para peneliti bahwa dengan meneliti, para peneliti telah ikut serta dalam memaksimalkan produktivitas negara yang tadinya kaya akan sumber daya alam mentah dapat mengolahnya sehingga memaksimalkan pula sumber daya manusianya. Dengan demikian dampak positif yang dihasilkan, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat namun juga oleh negara. ar