tttttttttt Blog – Page 6 – Universitas Darma Persada

Program Studi

Lembaga

Penelitian

Pengabdian

 

UNSADA

Terakreditasi, Penguasaan Tiga Bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang), Berbasis ICT, Beasiswa, Magang kerja, Bis Kampus.

Brosur

Jakarta, 16 Mei 2017 – Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., yang juga menjabat sebagai Kamatrik Batalyon Bushido UNSADA menjadi Inspektur Upacara Serah Terima Jabatan Komando Resimen Mahasiswa Jayakarta Batalyon Bushido Universitas Darma Persada dan Pengukuhan Ketua IARMI Komisariat Universitas Darma Persada dan Swiss German University.

18489642_10209398601225735_8700693380665880699_o

Upacara yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut, diikuti dengan pengucapan Panca Darma Satya dan Tekad Pendirian Resimen Mahasiswa Indonesia. Komandan lama, Dr. Can. Muswar Muslim, S.T., M.T., memberikan laporan kepada Kamatrik yang kemudian digantikan oleh komandan yang baru, Asri Finarsih, mahasiswa Fakultas Teknologi Kelautan semester 6.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan Pengangkatan Anggota Kehormatan Rektor SGU,  Dr. rer. nat. Filiana Santoso oleh Ketua DPP IARMI DKI Jakarta, Drs. Riad Oscha Chalid, M.M. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Ketua IARMI Komisariat Universitas Darma Persada terlantik, Tommy Anthony Kaparang, S.S., dan Ketua IARMI Komisariat Swiss German University terlantik, Dr. Dr. Dipl.-Ing. Rachman Syarief, M.M., M.H. yang ditandai dengan penyematan tanda jabatan yang juga dilaksanakan oleh Ketua DPP IARMI DKI Jakarta.

Usai upacara pelantikan, Rektor Unsada sebagai Kamatrik Batalyon Bushido meresmikan Dinding Komando Batalyon Bushido yang bertempat di seberang Markas Komando Batalyon Bushido UNSADA. Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah. ar

18527230_10209398153134533_8425746497649954223_o 18556708_10209398153454541_2607185986068328511_o 18451356_10209398153174534_8628654517634494583_o

 

Jakarta, 3 Mei 2017 – Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang Universitas Darma Persada atau yang lebih dikenal dengan HIJANSA menyelenggarakan chisiki yang bertajuk “Pengalaman adalah Kunci untuk Masa Depan, Bangkit dan Berjuanglah” atau dalam bahasa Jepang “Keiken Wa Mirai No Kagi De Aru Kara, Tachiagatte Ganbarou!” Chisiki sendiri merupakan program tahunan HIJANSA yang berbasis pendidikan dan kebudayaan sekaligus untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Tujuan dari diadakannya chisiki adalah sebagai ajang kompetensi kemampuan bahasa Jepang antar mahasiswa di dalam lingkup jurusan Bahasa dan Sastra jepang Unsada. Selain sebagai ajang persaingan, chisiki juga merupakan sarana untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa dan kebudayaan Jepang.

Acara yang diselenggarakan di Grha Wira Bakti tersebut berlangsung pada Rabu, 3 Mei 2017 sejak pukul 08:00 hingga 19:30. Dimulai dengan pembukaan dari MC dan diikuti dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana, Ketua HIJANSA, Ketua Jurusan Jepang, Dekan Fakultas Sastra, dan Warek III Unsada. Setelah panitia memperkenalkan diri, dilanjutkan dengan penampilan ASOBU yang menyajikan tari tradisional Jepang. Acara kemudian dilanjutkan games shiritori atau sambung kata, lomba pidato, tebak lagu, darumasan ga koronda, lomba chisiki, games IV yaitu relays, dan talent show. Setelah pengumuman pemenang, acara chisiki ditutup dengan bon odori atau tarian penutup yang biasa dilakukan dalam festival Jepang.

18319058_1268863136564978_4140319345381993690_o 18238705_1268862299898395_8638432175094663775_o 18278105_1268862973231661_4420363644843632810_o

Spesial diskon untuk memperingati hari pendidikan nasional pada tanggal 2 mei, unsada memberikan discount Rp 500.000,- bagi pendaftar ulang secara lunas dengan dilengkapi persyaratannya dan free pendaftaran sebesar Rp 350.000,- berlaku pada tgl 2 mei 2017, pukul. 09.00-15.00 WIB

Jakarta, 28 April 2017 – Universitas Darma Persada mendapat kunjungan dari HarukaEdu dalam rangka menindaklanjuti rencana pengembangan e-learning yang akan diselenggarakan di Unsada. Sesuai Menanggapi pesatnya pertumbuhan pendidikan online di dunia, HarukaEdu menawarkan pembelajaran online sebagai salah satu solusi terbaik untuk memecahkan masalah pendidikan tinggi di Indonesia. Lembaga tersebut bertujuan untuk bermitra dengan universitas di Indonesia dan memberdayakan mereka untuk menawarkan pembelajaran online dan program gelar dengan fokus pada empat hal yakni kualitas, biaya terjangkau, mudah diakses, dan dapat bergaul. Untuk menjaga kualitas universitas yang bermitra, HarukaEdu mengembangkan proses pembelajaran online dan digital courseware yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar secara efisien dan efektif dengan fleksibilitas. Dengan menggunakan teknologi terkini, program e-learning menjamin bahwa kualitas pendidikan yang bagus dapat diperoleh dengan biaya terjangkau. Penggunaan platform pembelajaran inovatif memungkinkan mitra universitas untuk menyampaikan kursus digital kepada mahasiswa yang mudah diakses melalui internet. Agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan dapat bergaul, diterapkan berbagai alat media sosial untuk memfasilitasi interaksi, dialog, dan hubungan yang sehat antara mahasiswa dan pengajar.

Universitas Darma Persada dapat memulai pembelajaran online berkualitas sesuai program gelar yang dimiliki dengan investasi, waktu pengembangan, dan risiko yang minimal. Untuk mengembangkan program e-learning tersebut perlu dipersiapkan empat kunci utama. Pertama,  digital courseware dan bahan belajar harus memenuhi standar kualitas dan persyaratannya. Dalam merancang dan mengembangkan materi instruksional tersebut, pengajar bekerja sama dengan praktisi yang memiliki pengalaman profesional yang signifikan untuk mengembakan materi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan materi tersebut harus diperbarui secara berkala untuk mengatasi perubahan. Kedua, infrastruktur IT dibangun dengan menggunakan teknologi mutakhir yang tersedia saat ini seperti sistem manajemen pembelajaran SCORM (Sharable Content Object Reference Model) dan BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi) dan mampu memberikan digital courseware online dan offline. Ketiga, pengoperasian yang tidak perlu dikhawatirkan oleh universitas karena tersedia berbagai layanan untuk mendukung jalannya program pembelajaran online seperti layanan help desk yang tersedia setelah jam kerja. Keempat, investasi seperti sumber daya, terutama sumber keuangan, bisa sangat terbatas sehingga investasi dimuka diterapkan agar universitas dapat mulai menawarkan program pembelajaran online dengan investasi yang minimal dan menghindari risiko finansial yang signifikan. ar

Jakarta, 26-27 April 2017 – Wakil Rektor Universitas Hiroshima, Prof. Yasushi Maruyama bersama Prof. Honda, Prof. Sakoda dan Mr. Hirano disambut oleh Rektor Unsada, Dr. Dadang Solihin, S.E., M.A., beserta jajaran dalam kunjungannya ke Universitas Darma Persada yang merupakan rangkaian dari bentuk kerja sama kedua universitas yang telah disepakati sebelumnya.

Pada kunjungan tersebut, diadakan wawancara kepada kandidat program internship Fukuyama sebanyak 3 orang mahasiswa bersama Prof. Honda dan HRD Manager dari Fukuyama Transporting, Co. Ltd. yang dilaksanakan di Ruang Persada.

Selain itu, dalam kunjungan tersebut turut dilaksanakan diskusi oleh Prof. Sakoda dengan Wakil Rektor Unsada bersama Dekan Fakultas Sastra, Kajur Sastra Jepang dan perwakilan dosen Bahasa dan Sastra Jepang. Diskusi tersebut membahas mengenai kurikulum, metode pengajaran, dan peralatan/perlengkapan pengajaran. Pada kesempatan yang sama, rombongan mengunjungi kelas, laboratorium bahasa dan multimedia, perpustakaan dan ruang baca Fakultas Sastra. Tujuan dari kunjungan langsung ini adalah untuk menjalin komunikasi dengan mahasiswa dan melihat langsung kegiatan belajar mengajar jurusan Bahasa dan Sastra Jepang yang dilaksanakan.

Selanjutnya, diadakan pula seminar dalam bahasa Jepang mengenai pengajaran dan metode pengajaran. Seminar tersebut diikuti oleh para dosen Bahasa dan Sastra Jepang. Dalam kesempatan ini, para dosen berkesempatan untuk tanya jawab berbagai hal mengenai pengajaran. Prof. Maruyama turut mengunjungi Fakultas Sastra dalam kegiatan pengiriman instruktur dari Universitas Hiroshima yang diperuntukkan untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Jepang.

Mengakhiri rangkaian kunjungan pada hari Rabu, 26 April 2017, Prof. Honda memberikan informasi mengenai pertukaran mahasiswa jangka pendek, pertukaran/studi banding jangka pendek di Hiroshima dan presentasi HUSA (Hiroshima Univeristy Study Abroad) program 2017  yang juga merupakan program pertukaran pelajar dari Universitas Hiroshima.

Pada hari berikutnya, dilaksanakan rapat evaluasi dan laporan antara kedua universitas. Pada kesempatan ini, Universitas Darma Persada diwakili oleh Rektor, para Wakil Rektor, Dekan Sastra Kajur Sastra Jepang, dan Wakil Yayasan Melati Sakura sedangkan Universitas Hiroshima masih diwakili oleh Prof. Maruyama, Prof. Honda, Prof. Sakoda, dan Mr. Hirano yang telah hadir dalam kunjungan pada hari sebelumnya. ar

Jakarta, 13 April 2017 – Universitas Darma Persada mengundang Dr. Nicolaus Uskono, M.Si., untuk memberikan kuliah umum yang diselenggarakan di Ruang Seminar Fakultas Teknologi Kelautan lantai 3. Pria yang juga menjabat sebagai Coordinator Corporate Secretary SINDO Media iNews TV ini memberikan kuliah umum yang bertajuk “Managing Communication in Crisis.” Kuliah umum yang dimulai sejak pukul 14:00 tersebut dibuka secara resmi oleh Warek II, Dr. Eko Cahyono. Para peserta yang hadir merupakan mahasiswa-mahasiswi dari empat fakultas di UNSADA.

Menurut Nicolaus, tidak ada organisasi manapun yang kebal terhadap krisis sehingga komunikasi merupakan hal yang penting pada saat krisis. Selain itu, memiliki persiapan untuk dapat berkomunikasi secara efektif dalam krisis merupakan hal yang sangat krusial. Hal ini disebabkan oleh sifat dasar krisis yakni yaitu darurat dan bisa datang tanpa bisa diprediksi. Krisis sendiri dapat muncul karena human error ataupun sikap yang tidak pantas sehingga dapat berdampak kepada organisasi. Meski tidak dapat diprediksi kemunculannya, namun krisis dapat dicegah dengan cara membuat peraturan tertulis yang dipublikasikan dan juga dilaksanakan; mendukung konsistensi dari aturan; bersikap adil dan jujur; serta mendengarkan para stakeholder.

Nicolaus menjelaskan mengenai langkah-langkah komunikasi yaitu: membuat rencana, mengumpulkan informasi, mengkonfirmasi fakta, menjelaskan krisis, menginformasikan para stakeholders, mengubah rencana jika diperlukan, menentukan aksi kunci, memberi penerangan singkat pada pembicara, menyiapkan alat-alat media, dan memberikan penerangan singkat kepada staf. Dalam perencanaannya perlu mempertimbangkan krisis potensial, menyiapkan anggota tim, mendiskusikan kemungkinan respon, menulis seluruh proses, mengujinya, menyesuaikan rencana respon, menguji kembali, dan mengingatnya.

Selain itu, Nicolaus juga menekankan bahwa menjalin kerja sama dengan media sangatlah penting dan hubungan kerja sama tersebut sebaiknya terjalin sebelum mengalami krisis. Dalam kerja sama tersebut, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan seperti deadline media, segment yang spesial dari media tersebut dan juga wartawan yang ditunjuk dalam kerja sama tersebut.

Nicolaus menambahkan mengenai hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi media. Jangan memberikan informasi apapun ataupun membiarkan atasan memberikan informasi tanpa persiapan. Perlu diingat bahwa kita tidak berkewajiban untuk selalu berbicara pada wartawan. Jika harus memberikan informasi kepada wartawan haruslah tampil dan berlaku secara profesional, berbicara dengan fasih dan gunakan “senjata” yang kita punya sebisa mungkin dalam setiap jawaban. Hal yang terpenting dari semuanya adalah menyampaikan fakta.

Mengutip Anne Mulcahy, mantan petinggi Xerox, Nicolaus mengibaratkan krisis seperti sapi yang terjebak di dalam parit. Yang perlu dilakukan selain mengeluakan sapi tersebut dari dalam parit adalah mengetahui bagaimana sapi tersebut bisa masuk ke dalam parit. Kemudian, membuat rencana agar sapi tersebut tidak lagi masuk ke dalam parit. Intinya, setiap krisis bisa dihadapi, untuk menghadapinya diperlukan perencanaan yang matang agar tidak terjadi krisis yang sama kembali. ar

17855022_10209128861322406_5841436746321488157_o

17880626_10209128863042449_2875795341938664863_o

Jakarta, 1 April 2017 – Mengawali bulan yang baru, Unsada mendapat kunjungan dari Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Pada kesempatan tersebut, Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza, menyampaikan tujuannya untuk menjalin kerja sama dengan Unsada terutama dalam pengembangan sumber daya manusia. Perlu diketahui bahwa Belitung Timur merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah seperti kekayaan timah dan juga hasil lautnya. Akan tetapi, kekayaan timah tersebut tidak dapat lagi dieksploitasi. Selain itu, hasil laut yang melimpah juga masih belum optimal diperoleh karena nelayan yang ada di Belitung Timur masih menggunakan peralatan tradisional.

Rektor Unsada menyambut dengan tangan terbuka niat baik Bupati Belitung Timur tersebut dengan harapan kerja sama yang terjalin dapat membawa kemajuan baik bagi Unsada dan Belitung Timur. Ditambah lagi, Unsada merupakan universitas swasta ternama yang memiliki Fakultas Teknologi Kelautan yang tentunya dapat menunjang kerja sama untuk memajukan sumber daya manusia di bidang kelautan.

Pertemuan tersebut membuahkan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Rektor Unsada, Dadang Solihin, dan Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza, dengan disaksikan oleh Ketua Komisi II DPRD Belitung Timur, Sekretaris Daerah Belitung Timur, para staf Pemda Belitung Timur, dan juga para Wakil Rektor dan Dekan Unsada. Oman Anggari yang menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Belitung Timur mendukung penuh kerja sama Kabupaten Belitung Timur dengan Unsada.  Kerja sama yang terjalin di antara kedua belah pihak adalah dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat baik yang dijalankan di Unsada mapun di Kabupaten Belitung Timur. ar

17545433_10209019951639732_2081830493831728820_o

17637071_10209020031601731_6441239233501316970_o

Jakarta, 17 Maret 2017 – Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. dianugerahi gelar anggota kehormatan karate oleh Prof. Toshiya Miyawaki. Acara penganugerahan yang dimulai sejak pukul 9 pagi ini diselenggarakan di plaza UNSADA dan dihadiri oleh Rektor beserta jajaran dan UKM bela diri Unsada seperti Kendo, Karate, Tae Kwon Do, Tarung Derajat, dan Jet Kundo. Pada acara tersebut. Para anggota UKM mendemonstrasikan kebolehan mereka dalam ilmu bela diri yang masing-masing meraka miliki.

Setelah acara penganugerahan gelar anggota kehormatan karate kepada Rektor Unsada di ruang terbuka berakhir, dilanjutkan dengan penganugerahan gelar Visiting Professor kepada Prof. Toshiya Miyawaki di ruang E208. Didampingi oleh sekretaris Warek II sebagai penerjemah, Miyawaki yang merupakan profesor di Universitas Tokuyama tersebut juga memberikan kuliah di bidang ekonomi. Menurut pria yang telah memulai membangun perusahaan sejak usia 28 tahun tersebut menjelaskan mengenai 3 prinsip utama dalam mengelola perusahaan yaitu inovasi, visi dan misi. Miyawaki menyebutkan beberapa contoh perusahan Jepang yang berhasil hingga kancah internasional seperti Canon, Honda, dan Sony. Ketiga perusahaan tersebut memiliki kesamaan yaitu selalu berinovasi, memiliki visi dan misi yang jelas yang harus dicapai oleh perusahaan mereka, serta memiliki core-competence yaitu keunggulan yang khas yang hanya dimiliki oleh suatu perusahaan. Seperti misalnya Sony yang ahli di bidang micro-machine sehingga mampu memproduksi televisi yang berukurang sangat tipis namun memiliki kualitas yang sangat baik dibandingkan televisi yang lebih tebal lainnya. Menutup kuliahnya, Miyawaki berjanji akan memberikan kontribusi seperti buku-buku manajemen Jepangnya kepada Universitas Darma Persada. arGelar Karate 1Gelar Karate 2Tokuyama Univ Visiting Professor 1

Jakarta, 14-15 Maret 2017 Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. didampingi oleh segenap jajaran, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Ir. Kamaruddin Abdullah, IPU; dan petinggi Yayasan Melati Sakura yang diwakili oleh Ismadji Hadisumarto dan Hideki Amengku, menerima kedatangan perwakilian dari beberapa universitas Jepang dan JAPINDA. Universitas Jepang tersebut adalah Toyo University diwakili oleh Wakil Rektor Kazuo Takahashi dan Tanaka Yusuke Ph.D.; Hiroshima University diwakili oleh Wakil Rektor Toshiyuki Sato, Yasushi Maruyama, dan Yoshichika Honda; Tokai University diwakili oleh Direktur Eksekutif Yoshio Yamamoto dan Yoshitaka Kato; Ritsumeikan University diawakili oleh Wakil Rektor Kozo Watanabe Ph.D. dan Satoshi Hirai; Advanced Institute of Industrial Technology diwakili oleh Rektor Dr. Seiichi Kawata, Mitsuhiro Maeda, Kensuke Takahashi, dan Tadashi Hatasa; dan Human Academy diwakili oleh Tomonobu Tanaka. Dari pihak JAPINDA diwakili oleh Yutaka Iimura selaku Presiden Japinda, Kojiro Shiojiri, dan Nobuko Yonezawa.

Pertemuan pada hari pertama, 14 Maret 2017, membahas mengenai rencana kerja sama yang akan dilaksanakan oleh anggota konsorsium dengan Unsada. Universitas-universitas tersebut tertarik untuk melakukan kerja sama dengan Unsada dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengembangkan kerja sama Universitas Asia Pasifik dengan banyaknya mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang diterima di Jepang. Dalam pembukaan pertemuan, Ismadji menyatakan bahwa Unsada merupakan satu-satunya universitas yang dibangun oleh alumni dari Jepang. Ismadji berharap konsorsium ini dapat membantu Unsada menjadi universitas kenamaan di Indonesia dan menjadikan Unsada sebagai monumen kerja sama Indonesia-Jepang.

Dadang menambahkan bahwa saat ini Unsada mengikuti Tri Darma Perguruan Tinggi dalam menjalankan kegiatannya, yaitu pendidikan dan pengajaran; penelitian; dan pengabdian pada masyarakat. Untuk mewujudkan universitas yang unggul, Unsada membutuhkan masukan agar kurikulum yang ada di Unsada dapat lebih bermanfaat. Selain itu, bentuk kerja sama yang terjalin secara nyata dapat berupa pertukaran jurnal ilmiah antara dosen Unsada dengan dosen dari universitas Jepang.

Pertemuan yang dilanjutkan pada hari kedua, 15 Maret 2017, membahas mengenai kurikulum yang ada di jurusan Sastra Jepang yang disampaikan oleh para dosen tim penyusun kurikulum. Dalam pertemuan ini, para anggota konsorsium aktif memberikan pertanyaan mengenai kurikulum yang saat ini berjalan di Unsada dengan tim penyusun di hadapan Rektor dan jajaran. Di antaranya mengenai buku ajar yang dipakai dalam pengajaran saat ini merujuk pada buku Minna no Nihon Go. Selanjutnya, para anggota konsorsium mengunjungi kelas-kelas di Fakultas Sastra yang tengah berlangsung kegiatan belajar mengajar. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di taman Fakultas Sastra. Dalam pertemuan kedua ini, Dr. Rahmat Gobel turut hadir didampingi oleh jajarannya. ar

Konsorsium Unsada Konsorsium Unsada 1

Jakarta, 13 Maret 2017 – Universitas Darma Persada bekerja sama dengan Advanced Institute of Industrial Technology (AIIT) menyelenggarakan seminar internasional selama sehari di ruang Seminar Fakultas Teknologi Kelautan Universitas Darma Persada. Pada seminar yang dibuka langsung oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin S.E., M.A. ini menghadirkan para pembicara yaitu Dr. Seiichi Kawata, Prof. Yoshie Kunisawa, Prof. Mitsuhiro Maeda, Dr. Tokuro Matsuo, Prof. Nobuki Ebisawa yang merupakan profesor AIIT dan moderator Dr. Heri Suhermanto yang pernah menjabat di Bapenas. Selain itu, seminar yang juga mengundang Dr. Budhi Santoso, Mohammad Irfan Saleh S.T., M.P.P., Ph.D., Dr. Arif Hariyana, dan Wignyo Adiyoso Ph.D ini juga memberikan kesempatan kepada dua mahasiswa AIIT Shoji Imura dan Masayasu Kanda untuk mempresentasikan hasil penelitian yang dilakukan langsung di Bekasi dan Jakarta. Seminar ini dihadiri langsung oleh para dekan, biro dan mahasiswa-mahasiswi Unsada.

Dibuka dengan presentasi pertama oleh Dr. Seiichi Kawata mengenai “State of the Art of AIIT Professional Education Program,” Kawata menjelaskan bahwa AIIT memiliki misi untuk membangun ahli teknik profesional dengan motivasi dan kemampuan untuk menciptakan nilai baru dan kontribusi untk merevitalisasi industri melalui pegaruh pengetahuan ahli dan keahlian teknik terstruktur. Kawata yang juga merupakan rektor di AIIT ini juga menjelaskan mengenai sejarah pendidikan di Jepang yang dimulai di zaman Edo. Pada tahun 1600 Jepang yang dipimpin oleh Tokugawa menutup diri dari dunia luar. Pada masa ini, Jepang menerapkan sistem pendidikan yang terbagi sesuai kelas sosialnya seperti Hanko yang hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas kesatria samurai, Shijuku kelas private yang terbuka bagi semua strata sosial, dan Terakoya yang mengajarkan keahlian membaca dan menulis. Memasuki era Meiji, Jepang mulai membuka diri dengan dunia luar dengan mengadopsi model pendidikan Amerika yang terdiri dari 3 level pendidikan: dasar, menengah dan unviersitas. Saat ini Jepang memiliki sistem pendidikan yang disebut Kosen dimana pesertanya berusia 15-20/22 tahun dengan memberikan pendidikan kejuruan sebelum masuk universitas.

Presentasi kedua mengenai Metode PBL AIIT disampaikan oleh Prof. Yoshie Kunisawa. Kunisawa menjelaskan mengenai PBL (Project Based Learning) yang dipakai di AIIT merupakan metode pengajaran efektif untuk memperoleh kemampuan secara praktis. Mahasiswa yang hampir 80% diantaranya telah bekerja di dunia industri tentu membutuhkan komptensi yang lebih baik untuk menenunjang pekerjaan dalam bidangnya. Tujuan dari PBL di AIIT sendiri adalah untuk memperoleh kemampuan praktis dalam bisnis yang nyata dengan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh. Oleh karena itu, dibutuhkan meta-competencies yang terdiri dari kemampuan komunikasi, kemampuan belajar dan meneliti yang berkelanjutan, dan aktivitas tim. Penilaian dalam PBL tidak menitikberatkan pada sukses tidaknya hasil dari suatu projek, melainkan bagaimana mahasiswa ikut serta dalam proses PBL baik saat menetapkan target, mencapai tujuan, maupun kualitas dan kuantitas komentar; bagaimana mahasiswa berkontibusi dalam aktivitas PBL baik itu pada desain penelitian, presentasi maupun hasil; yang terakhir bagaimana kompetensi diperoleh.

Sebelum Prof. Mitsuhiro Maeda menyampaikan presentasi ketiga yang bertajuk “Advancement of the Development Strategy in Tackling the Middle Income Traps in Indonesia – The Methodolgy Based on the Reflexive Modernity Theory of Info-socionomics,” Rektor Unsada memberikan penghargaan kepada Maeda sebagai Visiting Professor di Universitas Darma Persada. Menurut Maeda, Indonesia telah berhasil melaksanakan industrialisasi dalam beberapa dekade terakhir. Pada tahap ini, Indonesia hampir memasuki kategori ekonomi Upper Middle Income. Agenda paling penting dalam memecahkan jebakan pendapatan menengah (Middle Income Traps) adalah dengan menyusun strategi pembangunan yang paling sesuai. Jepang dan Indonesia memiliki Sistem Inovasi Nasional yang mirip berdasarkan strategi pembangunan. Maeda juga menjelaskan mengenai sistem modernisasi yang terbagi menjadi 3 fase, yaitu nasionalisasi, industrialisasi, dan informatisasi. Industrialisasi sendiri terbagi menjadi 3 fase yaitu mekanisasi bagi produsen, mekanisasi bagi konsumen, dan mekanisasi bagi netizen (net-citizen). Menurut Maeda, hanya ekonomi yang dilengkapi dengan teknologi, modal dan sumber daya manusia industri yang cukup tinggi yang mampu mengembangkan perusahaan yang bagus dalam assembly-type manufacturing.

Presentasi keempat disampaikan oleh Tokuro Matsuo, Ph.D. mengenai MICE Tourism Business and Its Indonesia’s Potentials. Menurut Matsuo, Indonesia memiliki potensi yang sangat bagus untuk pariwisata berdasarkan statistik turis yang datang ke Indonesia. Untuk meningkatkannya, Indonesia perlu mengetahui ke negara mana untuk mempromosikannya dengan menganalisa peningkatan gross domestic product (GDP), mengetahui budayanya, menganalisa tren, dan mengetahui preferensinya. Matsuo berpendapat bahwa pariwisata dapat meningkat dengan menyelenggarakan MICE (meeting, incentive tour, convention and conference, exhibition). Dengan MICE, para wisatawan akan datang dan menambah pundi-pundi pendapatan nasional.

Selanjutnya, Prof. Nobuki Ebisawa menyampaikan presentasinya mengenai “The Unique Culture for Creation-Why was Honda ablet to Maintin Its Growth?.” Honda yang dibangun oleh Mr. Soichiro Honda merupakan brand kenamaan produk kendaraan motor. Bahkan tidak hanya kendaraan bermotor, Honda juga terus berinovasi dengan menciptkan jet hingga robot. Memiliki pesaing yang cukup banyak, Honda berhasil menjadi satu-satunya perusahaan kendaraan bermotor yang independen mengingat perusahan lain seperti Toyota, Subaru, Mazda, Suzuki dan Daihatsu bergabung menjadi satu group, sedangkan Nissan dan Mitsubishi berafiliasi dengan Renault. Honda mampu mempertahankan keunggulannya dengan cara memberikan produk yang bermutu dengan harga yang masuk akal. Filosofi yang terus dipegang dari Honda adalah “The Power of Dreams” dengan makna harus memiliki mimpi, semangat dan rasionalitas untuk menghadapi segala tantangan dan menjadikan mimpi menjadi nyata.

Selanjutnya, presentasi yang disampaikan oleh para mahasiswa yaitu Shoji Imura dengan “The Canal City Development Plan should be Taken by Introduction of the Latest Bioremedation Methodolgy in Water Treatment & Establising the System of the Canal Cruising Boot Tourism,” dan Masayasu Kanda dengan “A Proposal of Introduction of the Japanese Railway Technology into Indonesian Railway System.” Kedua presentasi tersebut berdasarkan penelitian yang mereka lakukan di Bekasi dan Jakarta. ar