tttttttttt Blog – Page 5 – Universitas Darma Persada

Program Studi

Lembaga

Penelitian

Pengabdian

 

UNSADA

Terakreditasi, Penguasaan Tiga Bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang), Berbasis ICT, Beasiswa, Magang kerja, Bis Kampus.

Brosur

RBSA 01Jakarta, 14 Juni 2017 – Studi Kerohanian Mahasiswa Islam UNSADA atau biasa dikenal dengan SKMI menyelenggarakan kegiatan bertajuk Ramadhan Bersama SKMI Akbar 2017. Acara tersebut mengajak segenap Civitas Akademika Universitas Darma Persada untuk hadir memeriahkan cara dan menambah ilmu dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya itu, para tamu undangan mendapat 1 buah majalah Islami dan 1 buah pin lucu sebagai souvenir. Pada kesempatan tersebut, Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., turut hadir dan memberikan sambutan resmi. Acara kemudian dilanjutkan dengan Lomba MTQ yang diikuti oleh siswa-siswi SMA se-Jakarta Timur.

RBSA 02Kemeriahan acara dilanjutkan dengan penyerahan sembako secara simbolis kepada ibu-ibu yang membutuhkan dari wilayah sekitar kampus Unsada. Tepatnya terdapat 100 paket sembako dalam kegiatan bakti sosial tersebut. Setelah melaksanakan sholat ashar berjamaah di Masjib Baiturrahman Unsada, para undangan dan peserta lomba MTQ mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Asep Fakhri, seorang motivator muda, dengan tema “Ketika Aku Jatuh Cinta.”

RBSA 03Para tamu yang hadir juga dipersilahkan untuk berfoto di photobooth ala Ramadhan bersama SKMI yang telah disediakan oleh panitia. Menjelang Maghrib, Awan Voice, sebuah group Nashid, menunjukkan kebolehannya menghibur para tamu yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman juara Lomba MTQ yang dimenangkan oleh Ridhwan Zakky Mubarak dari MAN 9 Jakarta sebagai juara pertama, diikuti oleh Anis Alfi dari MAN 18 Jakarta sebagai juara kedua dan Nadiah Nurli Fadilah dari SMAN 76 Jakarta sebagai juara ketiga. Terakhir, acara ditutup dengan buka bersama dan sholat Maghrib berjamaah. ar

12 Juni 2017 – Ruang Baca Fakultas Ekonomi resmi dibuka oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. Ruang Baca yang berlokasi di lantai 1 Fakultas Ekonomi tersebut merupakan syarat wajib bagi sebuah Perguruan Tinggi, selain keberadaan Perpusatakaan Pusat yang terlah dimiliki oleh Universitas Darma Persada.

Peresmian Ruang BacaDekan Fakultas Ekonomi, Sukardi, S.E., M.M., menyatakan kebanggaannya atas dibukanya Ruang Baca Fakultas Ekonomi dan berharap agar Ruang Baca tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya baik oleh mahasiswa juga oleh seluruh Civitas Akademika UNSADA.

Pada kesempatan tersebut, dua mahasiswa Fakultas Ekonomi, Rendy Satria dan Widyah Nirmala Vanyaseshi, menyampaikan ulasan buku koleksi Rektor UNSADA di hadapan para tamu undangan. Rendy mempresentasikan ulasan mengenai buku yang berjudul “Your College Experience: Strategies for Succes”s karangan John N. Gardner & A. Jerome Jewler (1992) sedangkan Anya memberikan ulasan mengenai buku yang bertajuk “Megatrends Asia: Delapan Megatrend Asia yang Mengubah Dunia” karya John Naisbitt.

Ruang Baca

Sesuai dengan fungsinya, Ruang Baca ini tidak hanya diperuntukkan bagi seluruh Civitas Akademika UNSADA dan alumni, namun juga mahasiswa dari Perguruan Tinggi lain yang ingin menambah ilmu pengetahuan dan mencari referensi untuk penelitian maupun tugas kuliah.

Saat ini terdapat 1.245 koleksi buku internasional dan dalam negeri yang merupakan sumbangan dari Rektor UNSADA. Selain itu, sebanyak 550 skripsi lulusan Fakultas Ekonomi UNSADA juga menambah koleksi bacaan di Ruang Baca tersebut. Tidak hanya itu, Ruang Baca ini juga dilengkapi sejumlah power outlet yang ada di setiap meja belajar. Nantinya, coffee-maker juga akan dihadirkan untuk menambah kenyamanan belajar para pengguna Ruang Baca. ar

Peresmian Ruang Baca 2

Bekasi, 8 Juni 2017 – Dalam rangka mendukung pemerintah dalam upaya mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia, Sekolah Pascasarjana UNSADA bekerja sama dengan Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) ‘Penelitian Empirik dalam Rangka Penyusunan Naskah Akademik RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan’ di Hotel ASTON Imperial Bekasi.

Sudah hampir 37 tahun sejak Indonesia mencanangkan pemanfaatan sumber energi terbarukan dalam rangka mengurangi ketergantungan pada energi fosil, pengembangannya berjalan lambat dan ketergantungan akan energi fosil tetap tinggi. Lebih dari itu tuntutan dunia untuk segera memitigasi gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan atmosfer semakin meningkat yang diwujudkan dalam kesepakatan-kesepakatan global, yang terakhir pada tahun 2016 dikenal dengan Paris Agreement.

Di lain pihak, keadaan geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar dengan jumlah penduduk besar yang kebutuhan energinya meningkat pesat memerlukan konsep penyediaan energi yang tersebar dan independen untuk masing-masing pulau atau gugusan pulau-pulau dengan mengandalkan energi terbarukan yang aksesabel sesuai ciri geografis dan morfologisnya.

Hal ini mendorong diperlukannya penguatan agar pengembangan pemanfaatan sumber energi terbarukan yang nir-karbon berjalan cepat melalui penyusunan undang-undang. Program Studi Energi Terbarukan dan Pusat Kajian Energi Terbarukan Unsada memandang perlu untuk menyumbangkan pemikiran yang dapat mendukung kerangka penyusunan undang-undang tersebut.

FGD Perumusan RUU Energi Baru dan Terbarukan Aston

Rektor Unsada, Dadang Solihin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Unsada siap untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang membawa Indonesia menuju kedaulatan energi.

“Sudah saatnya setiap pemangku kepentingan, didukung oleh peneliti serta kalangan akademisi, fokus dan serius mengedepankan upaya pengembangan energi terbarukan. Energi fosil berumur sementara. Prioritas saat ini adalah konsisten dan komitmen untuk membawa Indonesia yang memiliki ketahanan dan kemandirian energi,” pungkas Dadang Solihin.

Adapun narasumber yang berpartisipasi dalam FGD di antaranya adalah Ir. Maritje Hutapea (Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan-Ditjen Energi Baru/Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM) dan Bob Soelaiman Effendy (Komisi Tetap Lingkungan Hidup dan Pemanfaatan Kehutanan KADIN). Menurut Maritje, perlu adanya upaya khusus dan strategi untuk pencapaian target EBT antara lain melakukan sosialisasi untuk penyamaan pola pikir stakeholder dalam pengembangan EBTKE; mendorong prioritas pengembangan jangka pendek (1-3 tahun : mendorong PLT Bioenergi, PLTS, dan PLTB) dan janga menengan (4-7 tahun: pengembangan panas bumi, PLTA); menugaskan kepada BUMN (PT. PLN Persero dan PT. Pertamina Persero); penyempurnaan iklim investasi melalui penyediaan insentif dan kemudahan prosedur; bekerjasama dan berkolaborasi dengan investor Internasional dan institusi bilateral/multilateral.

Selanjutnya, menurut Dr. Ir. Milton Pakpahan, M.M., CERG, President Commisioner PT east Continent Energy Indonesia, permasalahan Energi Terbarukan telah banyak dibicarakan  namun hanya sedikit eksekusi yang nyata. Diperlukan adanya Kebijakan Harga dan Skema Pendanaan yang menarik yang ditawarkan baik oleh Pemerintah maupun oleh Bank-Bank di Indonesia untuk pelaksanaan proyek ET; Perlu terus dilakukan koordinasi dan kerjasama yg intensif  antara Pemerintah bersama para pengembang agar setiap proyek ET dapat terlaksana; Komitmen Politik dalam Kebijakan Energi guna menjamin komitmen bersama melalui adanya UU ET; Sumber Pendanaan dari pihak Asing untuk mendukung proyek ET dengan bunga yang menarik (dibawah bunga pasar) tentunya perlu diberikan jaminan Pemerintah; Kebijakan yang tidak berubah-ubah menjadi keharusan bagi seluruh pemangkui kepentingan.

Selain itu, Prof. Dr. Kamaruddin Abdullah, IPU (Direktur Sekolah Pasca Sarjana Unsada) menekankan mengenai perlunya emerintah pusat dan daerah meningkatkan anggaran penelitian dan mengirim stafnya untuk mempelajari perencanaan, pengelolaan serta pengembangan sumber energi terbarukan. Sudah ada beberapa perguruan tinggi yang membuka program studi Teknik Energi Terbarukan sehingga diharapkan perguruan tinggi ini menghasilkan lulusan dengan kompetensi sebagai perencana dan pengelola sumber energi terbarukan, sebagai developer,konsultansi dan praktisi energi terbarukan. Perguruan tinggi perlu menggalakkan penelitian dan pengembangan untuk penguasaan serta pemanfaatan teknologi berbasis energi terbarukan konservasi energi, dan masalah emisi GRK, manajemen ET dan mulai meneliti energi nuklir Thorium. Perguruan tinggi juga perlu memperbanyak pendidikan vokasi  sebagai operator proyek energi terbarukan.

FGD Perumusan RUU Energi Baru dan Terbarukan Aston 2

Hadir pula Dr. Ir. Tatang Hernas Soerawidjaja (Ketua Umum Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia-IKABI) menyampaikan pandangannya. Menurut Tatang, untuk mewujudkan visi “pada periode 2025 – 2030, Indonesia sudah akan bisa berswa-sembada bahan bakar cair yang diproduksi dari bahan-bahan mentah dalam negeri”, maka sekarang mestinya sudah ada kebijakan nasional mengenai pohon-pohon penghasil minyak-lemak yang akan ditanam. Dalam 1 – 2 tahun ke depan usaha perkebunannya harus mulai dirintis. Perlu disusun struktur kilang nabati (atau diagram potensi ekonomi/komersial) dari berbagai pohon potensial seperti mabai/malapari, nyamplung, nimba dan lemo. Nantinya, rakyat berkreasi memproduksi aneka minyak-lemak dari beragam sumber, pemerintah membelinya dengan harga yang sepadan dengan kualitas.

Disampaikan pula oleh Ir. Lina Moeis, MM (Executive Director Yayasan Rumah Energi-YRE) Rumah Energi bersama Hivos dan SNV, membangun pasar biogas rumah tangga bekerja sama dengan EBTKE, dengan melakukan koordinasi dan advokasi bersama jajaran pemerintahan daerah; membangun ESCO (Energy Service Company) dalam hal ini para mitra pembangun biogas dan penyedia appliansinya  di 10 propinsi dan terus membuka kesempatan untuk propinsi baru; melakukan research and development secara konsisten, dan terutama menghubungkan akses ke kredit agar masyarakat bisa berinvestasi. Oleh karena itu, perundangan sebaiknya juga mengarah kepada capaian yang jelas untuk biogas rumah, sehingga sektor ini mempunyai jalan yang jelas, strategi serta pendanaan yang konsisten. ar

Jakarta, 8 Juni 2017 – Kepala Pusat Studi Inovasi dan Kewirausahaan atau PSI&K UNSADA, Ir. Atik Kurnianto, M.Eng., mengundang civitas akademika Universitas Darma Persada dalam Sosialisasi Program Inovasi dan Kewirausahaan Mahasiswa yang menghadirkan Wachyu Hari Haji, M.Si., Drs. Mudjiarto, M.Si., dan Nurina AMd.RO., S.T., S.A.B., M.M. Dalam acara tersebut, turut hadir Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., yang juga membuka secara resmi dan memberikan sambutan.

Sosialisasi PSI&K

Atik mengawali sosialisasi dengan menyebutkan dasar dibentuknya PSI&K UNSADA adalah sesuai dengan surat edaran Kemenristek Dikti yang mengharuskan dibentuknya kelembagaan kewirausahaan sebagai upaya Dirjen Belmawa Kemenristek Dikti agar perguruan tinggi mempunyai daya saing lulusan melalui program kewirausahaan. Atas dasar tersebut, maka dibuatlah SK Rektor UNSADA No.30/KPTS/UNSADA/VIII/2016 dan SK Rektor UNSADA No.154/SKEP/UNSADA/IV/2017 sebagai landasan terbentuknya PSI&K UNSADA.

Tugas dari PSI&K UNSADA sendiri adalah meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas dosen dan mahasiswa di bidang IPTEKS dan membantu para dosen dan mahasiswa mengajukan proposal untuk program kreatifitas mahasiswa, program hibah bina desa, dan program kewirausahaan. Lembaga ini juga bertujuan merubah mindset mahasiswa dari seorang pencari kerja menjadi pencipta kerja; menumbuhkan motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa; membangun sikap mental wirausaha yakni percaya diri, sadar akan jati dirinya, dan bermotivasi meraih suatu cita-cita; meningkatkan sense of business;dan membangun jejaring bisnis melalui magang di UKM/IKM. Target yang menjadi sasaran PSI&K UNSADA tidak terbatas pada mahasiswa dan dosen saja, namun juga alumni serta masyarakat umum.

Dalam materi pertama, Wachyu yang menjabat sebagai Ketua I PWM-PTS tersebut menyebutkan tujuan dibentuknya PWM-PTS sendiri adalah untuk membantu koordinator Kopertis Wilayah III dalam peningkatan peran perguruan tinggi di bidang kewirausahaan, peningkatan kompetensi dosen pembina kewirausahaan, peningkatan minat wirausaha mahasiswa yang berdampak terhadap meningkatnya lulusan mahasiswa yang berwirausaha, dan sosialisasi dan pelatihan program Kemenristek Dikti serta program lain yang berkaitan dengan kewirausahaan. Hingga saat ini baru 6 perguruan tinggi swasta yang memanfaatkan sumber dana gratis dari Dikti. Oleh karena itu, Unsada seharusnya bisa menjadi di antaranya.

Menurut Wachyu, untuk membentuk wirausahawan muda selain diselenggarakannya seminar maupun kuliah umum kewirausahaan, perlu dibuat inkubator usaha yang menjadi start-up untuk mengembangkan mahasiswa bermental tangguh dan mandiri. Terdapat tiga elemet utama Inovasi Kewirausahaan yaitu Pusat Studi Kewirausahaan yang mencakup kurikulum, seminar, kuliah tamu, workshop, pelatihan, dan kunjungan UKM; Pusat Inkubator Bisnis di antaranya pemagangan, supervisi, realisasi usaha, start-up bisnis, dan pendampingan; dan yang terakhir adalah Pusat Pengembangan Unit Bisnis seperti konsultasi, pendampingan, kemandirian usaha, kontinuitas usaha, dan unit usaha kampus. Nantinya, wirausaha baru mahasiswa dan pemuda dapat bekerjasama dengan program kemitraan UKM.

Selanjutnya, pada materi kedua, Mudjiarto menjabarkan mengenai langkah pembentukan inkubator bisnis yaitu yang pertama adalah membuat legalitas lembaga inkubator. Kemudian, menentukan orang yang membawahi inkubator tersebut. Setelah itu, membuat visi, misi, dan program kerja. Kemudian, mempersiapkan sarana prasarana kantor lalu membuat proposal inkubator (PPK) hibah Dikti atau yang lainnya untuk mendapatkan sumber dana gratis dalam pembentukan WUB perguruan tinggi.

Inkubator di Indonesia sendiri mengacu pada Perpres Nomor 27 tahun 2013 yang bertujuan menambah nilai pengelolaan potensi ekonomi melalui IPTEKS dengan kegiatan seperti proses pembinaan, pendampingan, dan pengembangan yang diberikan oleh inkubator wirausaha kepada peserta inkubasi. Menurut data yang dihimpun sejak tahun 1996 hingga 2006 terdapat 25 inkubator saja. Namun, pada tahun 2013 hingga 2014 terdapat 81 pendiri inkubator yang terdiri dari 35 inkubator Perguruan Tinggi Negeri, 24 inkubator Perguruan Tinggi Swasta, 12 inkubator Swasta dan Perbankan, 7 inkubator Pemerintah, dan 3 inkubator Public Company. Menurut tahapannya, terdapat 43 inkubator tahap permulaan, 19 inkubator tahap perkembangan, dan 19 inkubator tahap lanjutan. Pada inkubator tahap perkembangan tersebut terdapat 19 fokus group yang bergerak dalam bidang Teknik Informatika, Pertanian dan Bisnis Campuran, Pertanian, Manufaktur, dan Konstruksi.

Pada tahun 2017, menurut data AIBI, terdapat peningkatan jumlah inkubator menjadi 95 inkubator dengan rincian 58 inkubator tahap dini, 28 inkubator tahap berkembang, dan 9 inkubator tahap lanjutan. Inkubator secara umum memiliki peran yang disingkat 7S, yaitu:

  1. Space, yaitu menyediakan fasilitas yang digunakan untuk tahap awal.
  2. Shared, yaitu menyediakan fasilitas kantor untuk digunakan bersama.
  3. Services, yaitu memberikan konsultasi manajemen, pasar, keuangan dan teknologi.
  4. Support, yaitu membantu akses riset, jaringan profesional, teknologi, internasional dan investasi.
  5. Skill Development, yaitu memberikan pelatihan, menyiapkan rencana bisnis, keterampilan usaha, manajemen dan kemampuan lainnya.
  6. Seed Capital, yaitu menyediakan dana bergulir, atau pada sumber dana-dana eksternal.
  7. Synergy, yaitu mengembangkan kerjasama antar tenant untuk membentuk networking dengan pihak universitas dan masyarakat umum. ar

Jakarta, 7 Juni 2017 – Pada pertengan bulan suci Ramadhan, Studi Kerohanian Mahasiswa Islam atau yang lebih dikenal SKMI UNSADA menyelenggarakan Kajian Tematik bertempat di Masjid Baiturrahaman, Universitas Darma Persada. Pada kesempatan tersebut, panitia mengundang Syaikh Dr. Issam Suleiman Mahmaoud Trrad. Kedatangannya disambut langsung oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A.

Kajian Tematik Palestina 1 Kajian Tematik Palestina 2 Kajian Tematik Palestina 3

Ulama yang berasal dari Palestina tersebut memberikan pemaparan mengenai kondisi Palestina yang saat ini masih dalam intaian dan kepungan kaum Zionis Israel. Selanjutnya, Dr. Issam juga mengingatkan bahwa seperti dalam hadits Nabi Muhmmad, umat Islam bagaikan satu tubuh yang jika salah satu anggota tubuhnya tersakiti tentu akan dirasakan oleh bagian tubuh lainnya. Oleh karena itu, tentunya perlu disyukuri bahwa Indonesia merupakan negara yang aman dan damai. Keadaan yang sangat jauh berbeda dengan saudara-saudara yang berada di Palestina.

Acara kemudian ditutup dengan donasi dan lelang. Benda yang dilelang antara lain peta Palestina dan bingkai gambar Masjid Al-Aqsa. Dari kegiatan tersebut terkumpul donasi sebesar Rp2.872.900,- + Rp1.000.000,- bingkai Masjid Al-Aqsa. Ar

Jakarta, 6 Juni 2017 – UNSADA Photography Club, atau biasa dikenal dengan UPC merupakan salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) unggulan di Universitas Darma Persada yang bergerak di bidang seni fotografi. UKM yang telah berdiri sejak 12 Februari 1994 menjadi wadah bagi mahasiswa-mahasiswi UNSADA yang memiliki minat fotografi untuk mendapat ilmu berfotografi baik teori dan praktek. Sebagai rangkaian kegiatan tahunan, UPC mengadakan Pameran dan Seminar yang bertempat di kampus UNSADA dan untuk pertama kalinya pameran tersebut diadakan di halaman plaza UNSADA.

UPC

Pameran yang akan diadakan selama 3 hari tersebut, dibuka secara resmi sejak hari Selasa, 6 Juni 2017. Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., turut hadir secara langsung untuk memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Pameran Foto Angkatan XIX bertemakan “The Aesthetics of Composition” dan juga Penyematan Anggota Baru UPC Angkatan XIX tahun 2017.

Selain pameran, UPC juga akan mengadakan seminar fotografi dengan menghadirkan fotografer yang amanya tak asing di dunia fotografi Indonesia, Arbain Rambey. Rambey merupakan salah satu wartawan yang menguasai jurnalistik tulis dan fotografi jurnalistik sekaligus. Pria yang memulai karirnya sebagai wartawan tulis di Harian Kompas pada tahun 1990 tersebut dipercaya menjabat sebagai Redaktur Foto di Harian Kompas atas kemampuannya di bidang fotografi jurnalistik. Seminar yang akan diadakan pada Kamis, 8 Juni 2017 pukul 13:00 di GRHA Wira Bakti tersebut, terbuka untuk umum. Bagi yang tertarik dengan dunia fotografi diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini dan datang langsung ke kampus UNSADA. ar

Jakarta, 29 Mei 2017 – Rektor Politeknik Kota Zhuhai, Prof. Liu Huaqiang, beserta jajaran diterima dengan baik oleh Rektor Universitas Darma Persada, Dr. H. Dadang Solihin S.E., M.A., beserta jajaran dalam kunjungannya pada Senin pagi. Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari kerja sama antara Universitas Darma Persada dan Politeknik Kota Zhuhai.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang bertajuk “Intercommunication of Minds with the Students” sekaligus menandai diangkatnya Prof. Liu sebagai Visiting Professor Universitas Darma Persada. Dalam kuliah umum yang bertempat di TS 60 Fakultas Sastra, Prof. Liu menjelaskan mengenai 3 prinsip yang ia pegang yakni keberterimaan murid merupakan kesuksesan terbaiknya, kesuksesan murid merupakan kebahagiaannya, dan kepercayaan orang tua dan masyarakat merupakan kebanggaannya. Di sela kuliah umumnya, Prof. Liu juga sempat menjabarkan arti “Persada” yang menjadi nama Universitas Darma Persada dalam bahasa Mandarin yang berarti Pengetahuan, Cinta dan Kesuksesan. Arti ini sesuai dengan motto UNSADA yaitu nalar arif baktiku bangsa yang bermakna mengamalkan pengetahuan yang dimiliki kepada sesama dengan hati (cinta) sehingga mendorong kemajuan.

Prof. Liu memberikan gambaran mengenai kehidupan di kampus Politeknik Zhuhai yang jauh berbeda dengan di Unsada. Di Zhuhai, mahasiswa menghabiskan 4 tahun kuliahnya dengan tinggal di asrama kampus sehingga para mahasiswa merasakan bagaimana hidup mandiri dan jauh dari orang tua dan keluarga. Kehidupan dalam asrama tersebut juga membangun karakter mahasiswa untuk dapat mengeksplor bakat dan kemampuannya dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Prof. Liu menambahkan bahwa nantinya kegiatan-kegiatan tersebut akan sangat bermanfaat bagi kehidupan mahasiswa setelah lulus nantinya.

Menurutnya, dosen merupakan panutan atau teladan bagi mahasiswanya. Dosen juga harus mampu menyalakan pelita impian dan hasrat belajar dalam diri mahasiswanya sehingga mahasiswa mampu memaksimalkan kemampuannya untuk meraih kesuksesan. Layaknya seorang ayah atau ibu, seorang dosen mengajari mahasiswanya dengan penuh kasih sehingga mahasiswa tidak segan untuk bertanya ataupun meminta saran kepada dosennya. Kesuksesan mahasiswa tersebut dalam mengembangkan kemampuannya nantinya akan menjadi kebanggan bagi para dosennya. Lanjutnya, rektor pun merupakan teladan bagi para dosen sehingga rektor yang baik tentu berangkat dari dosen yang baik pula. Seorang rektor tidak hanya menjadi teladan bagi mahasiswanya namun juga menjadi andalan bagi para dosen yang ia naungi.  Dalam rangkaian kunjungan tersebut ditutup dengan penanaman pohon oleh Prof. Liu sebagai simbol kerja sama yang nyata kedua belah pihak. ar

Jakarta, 22 Mei 2017 – Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli NKRI menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk “Mengukur Integritas Keutuhan NKRI” yang bertempat di Grha Wira Bakti, Universitas Darma Persada. Seminar tersebut sekaligus sebagai refleksi peringatan hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei.

Seminar yang dimulai sejak pukul 10:00 tersebut, menghadirkan narasumber Dr. Dadang Solihin, S.E., M.A., Dr. Henriette T. Hutbarut Lebang, dan Bursah Zarnubi, S.E. Pada kesempatan tersebut, Dadang menjelaskan bahwa pentingnya menjaga keutuhan NKRI di lingkungan keluarga, sosial, lembaga pendidikan maupun umum untuk menghadapi proxy war yang semakin marak akhir-akhir ini seperti dengan menyebarnya narkoba dan berbagai aksi penyimpangan yang tentunya akan merusak generasi muda.

Seminar tersebut juga menandai ditandatanganinya Fakta Integritas Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli NKRI oleh 17 delegasi dari berbagai lembaga pendidikan, yaitu Universitas Darma Persada, Universitas Bung Karno, Universitas Islam Attahiriyah, Universitas Islam Jakarta, Universitas Mpu Tantular, STIE Tri Dharma Widya, Universitas Azzahra, Akademi Litigasi Indonesia, Universitas Al-Azhar, Universitas Borobudur, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya, Universitas Negeri Jakarta, STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah, dan Universitas Islam As-Syafi’iyah. ar

Seminar Nasional 1 Seminar Nasional 2 Seminar Nasional 3

Jakarta, 18 Mei 2017 – Trax FM bekerja sama dengan Traveloka mengadakan acara “Trax FM Lagee di Kampus” bertempat di area kantin UNSADA tepatnya di Kantin Teknik atau yang lebih dikenal dengan Kantek. Acara yang berlangsung dari pukul 16:00 WIB tersebut ramai dipenuhi mahasiswa-mahasiswi UNSADA dari berbagai jurusan. Mereka antusias untuk mengikuti photobooth challenge dan berkesempatan ditraktir dan memenangkan hadiah menarik dari Traveloka. Mereka cukup berfoto di booth yang telah disediakan kemudian mengunggahnya ke akun media sosial yang mereka miliki seperti instagram dan twitter. Acara yang memeriahkan senja di Unsada ini merupakan bentuk sosialisasi Traveloka yang menawarkan fitur baru selain untuk pemesanan tiket perjalanan dan hotel juga dapat membeli pulsa semua operator yang tentunya akan memudahkan para pengguna setia Traveloka. ar

DSC_5506 DSC_5507 - Copy

Jakarta, 17 Mei 2017 – LP2MK (Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kemitraan) Universitas Darma Persada memberikan sosialisasi mengenai RIP dan PPM UNSADA untuk 2016-2020. Acara yang dihadiri langsung Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin S.E., M.A., yang juga merupakan Pembina dalam Tim Penyusunan RIP dan Resntra PPM UNSADA 2016-2020.

RIP merupakan arah kebijakan dalam pengelolaan penelitian insitusi dalam jangka waktu tertentu yang dibuat untuk memberi arah terhadap penelitian, baik penelitian individual/kelompok, maupun yang dilakukan secara melembaga dan melibatkan disiplin ilmu. Tujuan disiapkannya RIP ini adalah untuk mempercepat arah pengembangan dan pembangunan sumber daya yang mendukung penelitian dan inovasi iptek dalam rangka UNSADA menuju universitas unggul. RIP dibuat berdasarkan Agenda Riset Nasional (2010-2014) Keputusan MENRISTEK No. 193/M/Kp/IV/2010.

Riset unggulan Universitas Darma Persada berorientasi pada penerapan Energi Terbarukan dengan 3 (tiga) kelompok biding ilmu, yaitu:
1. Bidang Ilmu Sains dan Teknologi dengan bidang unggulan:
a. Kajian Sumber Energi Terbarukan (surya, angin, air dan laut, biomasa, bio-fuel)
b. Sistem Informasi untuk Teknologi Konversi Energi dan Konservasi
c. Pengembangan Teknologi Kelautan
d. Model Pengembangan Energi Terbarukan
2. Bidang Ilmu Sosial dan Ekonomi dengan bidang unggulan:
a. Tekno-Ekonomi Teknolofi Konversi Energi
b. Manajemen Pemanfaatan Energi Terbarukan
c. Pengentasan Kemiskinan
3. Bidang Ilmu Budaya dengan bidang unggulan:
a. Rekayasa Sosial dan Budaya
b. Kebijakan dan Mitigasi Pemanfaatan Energi

Berbeda dengan RIP, Renstra PPM (Rencana Strategis Pengabdian pada Masyarakat) Unsada merupakan program yang sifatnya strategis yang dipergunakan sebagai dasar pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan pendampingan dengan mengacu pada dinamika isu perwilayahan (membangun desa mandiri). Renstra PPM tersebut disusun untuk jangka waktu 5 tahun ke depan (2016-2020) dengan mengacu pada RIP 2016-2020 UNSADA.

Alur penyusunan tema program-program pengabdian kepada masyarakat mengacu pada isu nasional, isu wilayah dan RPJM Pemda. Tujuan pewilayahan kegiatan-kegiatan pada program PPM adalah untuk meningkatkan kemanfaatan IPTEK perguruan tinggi bagi kehidupan masyarakat di suatu wilayah dalam wujud perbaikan/peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan; meningkatkan pelibatan dan kualitas dosen sebagai pelaksana PPM dalam melaksanakan salah satu darma perguruan tinggi; mensinergikan renstra dan program PPM seluruh peguruan tinggi di suatu wilayah yang merefleksikan Kebhinekaan Intelektual dalam meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat; dan meningkatkan utilisasi fasilitas perguruan tinggi dan institusi lain dalam mendukung aktivitas PPM.

Topik program PPM 2016-2020 Unsada sendiri terbagi sesuai 3 (tiga) kelompok bidang ilmu yang telah disebutkan di atas, yaitu:
1. Kelompok Sains dan Teknologi, dengan topik:
a. Memanfaatkan dan menerapkan pengetahuan di bidang Energi Terbarukan (surya, angin, air dan laut, biomasa, bio-fuel) untuk membantu masyarakat di daerah-daerah yang kekurangan energi.
b. Membantu pengolahan sampah dan limbah dari alam dan masyarakat menjadi Energi Terbarukan.
c. Memanfaatkan dan menerapkan pengetahuan Sistem Informasi untuk Teknologi Konversi dan Konservasi Energi untuk membantu masyarakat di daerah yang membutuhkan.
d. Memanfaatkan pengetahuan Teknologi Kelautan dan ditunjang dengan pengetahuan di bidang Energi Terbarukan untuk membantu mensejahterakan masyarakat desa dan pesisir.

2. Kelompok Sosial Ekonomi, dengan topik:
a. Memanfaatkan pengetahuan di bidang Ekonomi Manajemen, Akuntansi dan Teknologi Energi Terbarukan dan Teknologi Konservasi Energi untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan.
b. Membantu masyarakat memahami dan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk dapat mengelola pemanfaatan Enegeri Terbarukan.
c. Memanfaatkan dan menerapkan pengetahuan di bidang Energi Terbarukan, Konservasi Energi, Teknologi Kelautan, dan Ekonomi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan pesisir.

3. Kelompok Budaya, dengan topik:
a. Memanfaatkan dan menerapkan pengetahuan Humaniora untuk rekayasa sosial dan budaya.
b. Membantu masyarakat memahami kebijakan dan mitigasi pemanfaatan energi.
c. Memanfaatkan dan menerapkan pengetahuan di bidang Energi Terbarukan, Konservasi Energi, Teknologi Kelautan, dan Humaniora untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan pesisir. ar