Program Studi

Lembaga

Penelitian

Pengabdian

 

UNSADA

Terakreditasi, Penguasaan Tiga Bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang), Berbasis ICT, Beasiswa, Magang kerja, Bis Kampus.

Brosur

Jakarta, 31 Oktober 2017 – Prof. Emeritus Kenji Nishibori dari Daido University memberikan seminar khusus di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Darma Persada. Kuliah donasi AMEICC yang bertajuk “Introduction to Automation” tersebut berlangsung di Ruang Seminar Fakultas Teknologi Kelautan yang diikuti oleh mahasiswa jurusan Teknik Industri dan Teknik Mesin. Dalam acara tersebut, Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. Seminar membuka secara resmi seminar tersebut dan juga mengangkat Nishibori menjadi visiting professor.

Nishibori yang juga Ketua Cabang Chubu Asosiasi Promosi Otomasi NPO tersebut menjelaskan mengenai otomasi yang murah yaitu tanpa peralatan dan mesin yang mahal atau dengan kata lain dengan mekanisme yang sederhana. Selain itu, otomasi yang mudah juga menawarkan prototyping yang mudah, murah dan mudah diperbaiki. Untuk memudahkan otomasi dalam dunia industri maka diperlukan robot yang cara kerjanya bergantung pada sistem sensor yang mendeteksi perubahan keadaan sekeliling yang kemudian diolah dalam computer dan bereaksi melalui motornya. Dalam dunia industry, mesin otomasi khusus menyelesaikan pekerjaan yang tetap dan tunggal yang cocok untuk produksi massal. Contohnya mekanisme produksi baterai atau permen karet yang menghasilkan 500 buah/menit. Robot industri sendiri dapat mengerjakan pekerjaan yang dapat diprogram ulang sehingga cocok untuk produksi beraneja ragam dalam jumlah kecil hingga sedang.

Menurut statistik yang dilaksanakan pada tahun 2015, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Jepang menempati urutan pertama penggunaan robot industri di antara tiga negara, Jepang, USA dan Jerman. Sistem produksi yang fleksibel menawarkan jawaban atas terjadinya diversifikasi kebutuhan konsumen. Sistem ini juga merespon secara fleksibel variasi volume produksi dan komponen olahan sehingga dengan satu fasilitas produksi atau line produksi dapat memproduksi beraneka jenis produk dalam jumlah kecil hingga sedang. Manfaat lain dari sistem ini adalah meningkatkan produktivitas, mengurangi persediaan, dan meningkatkan utilisasi fasilitas. Sistem produksi yang fleksibel yang juga disebut Flexible Manufacturing System atau biasa disingkat FMS memiliki tiga komponen di antaranya fungsi pengolahan yang berupa machining center, alat mesin NC, robot, alat ukur, dan perlatan inspeksi; fungsi transportasi berupa penanganan material, conveyor, AGV, robot, dan gudang otomatis; dan yang terakhir fungsi operasi berupa jaringan, diagnosis kerusakan, dan perawatan. Dalam dunia industri sendiri dikenal sel produksi fleksibel yang disebut Flexible Manufacturing Cell (FMC) yang dapat mengkombinasikan mesin pengolahan dengan robot lain dalam satu modul sehingga membentuk satu lini yang fleksibel.

Meski memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi yang tinggi, otomasi juga dapat menemui kegagalan yang disebabkan oleh penurunan tingkat penggunaan yang ekstrem, kerusakan mesin besar yang tidak bisa diperbaiki dengan mudah, dan peralatan berkinerja tinggi yang rusak. Selain itu, faktor lain yang memicu kegagalan otomasi adalah kehilangan motivasi kerja. Produksi Metode Sel memiliki karakteristik meningkatkan penyelesaian secara mandiri. Metode ini lebih mudah merespon perubahan model dan lebih tinggi tingkat produktivitasnya dibandingkan dengan metode ban berjalan. Metode ini juga merespon secara fleksibel beragam permintaan pelanggan dan fluktuasi permintaan sehingga meski terjadi fluktuasi volume produksi tetap dapat merepon dengan penambahan atau pengurangan jumlah sel. Metode ini juga meningkatkan rasa tanggung jawab dan motivasi pekerja sehingga dapat mencapai multiprocessing. ar

DSC_5149 - Copy DSC_5171 - Copy DSC_5112 - Copy

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>