Program Studi

Lembaga

Penelitian

Pengabdian

 

UNSADA

Terakreditasi, Penguasaan Tiga Bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang), Berbasis ICT, Beasiswa, Magang kerja, Bis Kampus.

Brosur

DSC_4330Jakarta, 26 Oktober 2017 – Universitas Darma Persada bekerja sama dengan Hiroshima University menyelenggarakan seminar yang bertajuk “Seminar Metode Pengajaran, Penerjamahan dan Percakapan Bahasa Jepang.” Dimulai sejak pukul 09:00 WIB, seminar tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor I, Dr. Mochammad Solichin, M.Pharm. Acara yang bertempat di ruang TS60 tersebut, mengundang para dosen Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang sebagai partisipan. Tujuan diselenggarakannya seminar ini untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Sastra, Universitas Darma Persada. Seminar yang rencananya akan diselenggarakan selama dua hari ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Prof. Sakoda Kumiko, Prof. Maruyama Yasushi, dan Prof. Nagata Ryota.

Pembicara pada hari pertama adalah Prof. Sakoda Kumiko yang memberikan materi mengenai metode pembelajaran yang baik. Sakoda yang juga pengajar Pendidikan Bahasa Jepang di Hiroshima University tersebut mengawali seminarnya dengan memberikan trik untuk dapat mengingat nama orang saat pertama kali berkenalan. Trik ini dapat diaplikasikan ketika para dosen perlu mengingat nama para anak didiknya. Ada dua hal yang perlu dilakukan untuk mempraktikannya, yaitu dengan mengingat nama seseorang berdasarkan ciri khas yang dimiliki pada wajahnya sedangkan yang kedua adalah jika yang bersangkutan memberikan kartu nama maka pada kartu nama tersebut dapat dituliskan ciri khas yang bersangkutan atau momen pada saat bertemu untuk membantu mengingat orang tersebut. Perlu diketahui bahwa sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Jepang untuk bertukar kartu nama ketika bertemu pertama kali.

Menurut Sakoda, dalam mengajarkan bahasa Jepang, pengajar hendaknya mengajarkan bahasa Jepang yang benar-benar dapat dipahami oleh para siswanya bukan mengajarkan hafalan berdasarkan buku sehingga para siswa dapat menggunakan bahasa tersebut sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Selain itu, para siswa dapat diasah kosakatanya dengan bentuk permainan sehingga para siswa tidak bosan dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dalam uraiannya, Sakoda mengutip teori pengajaran dari Catherine Doughty dan Jessica Williams mengenai focus on meaning, focus on form, dan focus on formS. Teori ini dapat diadopsi oleh para pengajar khususnya yang mengajarkan bahasa asing. Sakoda memberikan contoh dengan memberikan tugas kepada para partisipan untuk berkenalan satu sama lain. Para pengajar dapat melakukan hal yang sama di kelas sehingga siswa dapat belajar berbicara menggunakan bahasa asing tersebut. Meskipun terdapat kesalahan secara gramatikal, latihan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan menambah kosakata peserta didik. Nantinya, para peserta didik diharapkan dapat mengasah kemampuan berbahasa meraka sehingga selain benar secara makna, juga benar secara grammatikal. ar

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>