Program Studi

Lembaga

Penelitian

Pengabdian

 

UNSADA

Terakreditasi, Penguasaan Tiga Bahasa (Indonesia, Inggris dan Jepang), Berbasis ICT, Beasiswa, Magang kerja, Bis Kampus.

Brosur

Seminar Nasional: Gerakan Cerdas SDM Indonesia dan Membangun Kapabilitas SDM Indonesia

DSC_5538 - CopyJakarta, 16 November 2017 – Universitas Darma Persada menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk “Gerakan Cerdas SDM Indonesia dan Membangun Kapabilitas SDM Indonesia” pada Kamis, 16 November 2017. Seminar yang bertempat di Grha Wira Bakti tersebut mengundang Noni Sri Aryati, B.Eng., MBA selaku President Director of Blue Bird Group Holding, Dr. Alex Denni selaku Chief Human Capital Development Bank BNI 46, Dr. Yunus Triyonggo selaku Direktur Utama PT Sierad Produce Tbk dan Ketua Umum Indonesia Human Resources Institute, dan Bob Azam selaku Administration & Corporate Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Selain itu, UNSADA turut mengundang Dr. Bambang Satrio Lelono. M.A., selaku Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Seminar ini mengundang tidak hanya mahasiswa-mahasiswi UNSADA namun juga para mahasiswa dari beberapa universitas negeri dan swasta dari Jakarta dan Jawa Barat.

Sebelum dibuka secara resmi oleh Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., seminar tersebut diawali dengan laporan dari ketua pelaksana seminar, Dr. Peppy Fachrial. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama kerja sama antara UNSADA dengan Blue Bird Group Holding, Bank BNI 46, Yayasan SMA Taruna Nusantara, dan P.T. TIRA Austenite Group.

DSC_5522 - CopyPada seminar tersebut, Noni Sri Aryati sebagai pembicara pertama memberikan seminar mengenai “CEO Expectation dalam Membangun Kapabilitas SDM Indonesia.” Menurutnya, saat ini kita tengah menghadapi Exponential Changing Time yang disebut Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity atau disebut juga VUCA World. Saat ini masyarakat bisa melakukan hampir segalanya secara online. Di samping itu, masyarakat juga bisa online sambil melakukan hampir segalanya. Dalam masa tersebut, dibutuhkan lima kunci utama untuk dapat bertahan yaitu memahami konsumen, pengetahuan digital, data analytics, mampu mengkolaborasikan seluruh kemampuan dan terakhir mampu belajar dengan cepat.

DSC_5560 - CopySelanjutnya, panel discussion antara Dr. Yunus Triyonggo dengan Dr. Alex Denni. Menurut Yunus Talent atau SDM yang brilliant adalah harta karun setiap perusahaan dan merupakan kunci penting suksesnya perusahaan. Menciptakan talent sesuai dengan harapan perusahaan tidaklah mudah, namun memperkaya dan melatih talent dapat dilakukan setiap saat. Diskusi yang kemudian dialnjutkan oleh Alex menjelaskan mengenai research yang BNI sedang lakukan terhadap pengaruh prestasi akademik di bangku kuliah terhadap kinerja kerja. Hasilnya adalah: tidak ada keterkaitan. Artinya, prestasi akademik dalam bentuk angka yang tinggi tidak menjamin kinerja kerja juga baik, melainkan kemampuan soft skill yang memberikan sumbangsih besar terhadap kinerja yang optimal di dunia kerja.

Pada sesi berikutnya yaitu sharing session, Bob Azam memberikan penjelasan mengenai Gerakan SDM Cerdas Indonesia untuk Mencetak SDM Unggul dan Kompeten Guna Memenangkan Persaingan Global. Menurutnya, tantangan janganlah dihindari, namun jadilah SDM yang berani menghadapi tantangan dan juga mampu mengatasi tantangan yang ada.

Pada sesi terakhir, Dr. Bambang Satrio Lelono, M.A., memberikan closing speech. Menurutnya, standar kompetensi dibutuhkan untuk melahirkan SDM yang cerdas dan kompeten. SDM yang kompeten pada akhirnya dapat bersaing meningkatkan kemampuan dan karir dalam dunia kerja profesional.

Selepas berakhirnya seminar, acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian TUK (Tempat Uji Kompetensi) yang terletak di lantai 1 gedung Fakultas Ekonomi UNSADA. Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia bersama Rektor UNSADA melaksanakan penanaman pohon di taman Fakultas Ekonomi. Peresmian TUK ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dr. H. Dadang Solihin selaku Rektor UNSADA, Dr. Bambang Satrio Lelono, M.A., selaku Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, dan Dr. Peppy Fachrial selaku Ketua Pusat Kajian dan Pengembangan Professional Indonesia. ar

DSC_5761 - Copy DSC_5804 - Copy DSC_5837 - Copy

Kunjungan dan Pembahasan Kerja Sama UNSADA dengan Hui Zhou University

DSC_5191 - CopyJakarta, 06 November 2017 – Rektor Hui Zhou University, Prof. Peng Yonghong, beserta Prof. Xiao Xiangming (Dekan dari School of Literature and Communication), Mr. Xiao Hui Wei (Dekan dari Electronic Science Department), Ms. Lucy Lin (Director International Affairs Department Hong Kong, Macao & Taiwan Affairs Office) disambut oleh Rektor Universitas Darma Persada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. Pertemuan yang berlangsung di ruang Sasana Wiyata pada Senin, 6 November 2017 tersebut turut mengundang segenap jajaran UNSADA dengan agenda mengenai pembahasan kerja sama antara kedua universitas.

Mengawali pertemuan tersebut, universitas yang dikenal sebagai HZU tersebut memperkenalkan diri sebagai perguruan tinggi negeri yang didukung oleh pemerintah Kota Hui Zhou dan juga pemerintah Provinsi Guandong dalam meningkatkan kualitas pendidikan menuju tingkat internasional. Hui Zhou sendiri merupakan kota yang cukup strategis karena memiliki akses yang menuju Hongkong, Macau maupun Shenzhen. Dengan total penduduk kurang lebih 5 juta jiwa, kota Hui Zhou menjadi salah satu destinasi bagi wisatawan luar negeri untuk belajar bahasa Mandarin dan kebudayan Tiongkok. Bahkan diantara wisatawan tersebut, terdapat wisatawan Indonesia yang juga mengunjungi Hui Zhou untuk mencari tahu asal usul mereka.

DSC_5231 - CopyDengan berlatar kota Hui Zhou yang dinamis, HZU menawarkan program studi Bahasa dan Sastra Mandarin yang telah banyak bekerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri seperti Universitas Sapporo di Jepang. Sejak tahun 2011, HZU telah mengirimkan 15 pengajar untuk mengajar Bahasa Mandarin ke USA, Jepang, Mexico, Korea, dam Thailand. Bahkan baru-baru ini HZU mengirimkan pengajarnya ke Medan, Indonesia, untuk mengajar bahasa Mandarin selama satu bulan. Selain itu, HZU menawarkan 18 program studi lain sehingga nantinya kerja sama yang terjalin antara UNSADA dengan HZU tidak hanya dalam bidang Sastra melainkan dalam program studi lain seperti Teknik maupun Ekonomi. Kerja sama yang terjalin dapat berupa joint research maupun temporary study abroad bagi mahasiswa dan dosen UNSADA ke HZU. Bahkan tidak menutup kemungkinan, HZU akan mendatangkan dosen mereka untuk memberikan pengajaran pada kurun waktu tertentu di UNSADA.

Kunjungan tersebut ditutup dengan penanaman pohon berupa tanaman bunga Bougainvillea oleh Rektor Hui Zhou University di taman Fakultas Sastra tepatnya di komplek halaman Masjid Baiturrahman, Universitas Darma Persada. Sebelum meninggalkan kampus UNSADA, rombongan menyempatkan diri mengunjungi Jurusan Sastra Mandarin di gedung Fakultas Sastra lantai 2. ar

DSC_5265 - Copy DSC_5257 - Copy DSC_5300 - Copy

Kuliah Donasi AMEICC Seminar Khusus: Intoduction to Automation

Jakarta, 31 Oktober 2017 – Prof. Emeritus Kenji Nishibori dari Daido University memberikan seminar khusus di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Darma Persada. Kuliah donasi AMEICC yang bertajuk “Introduction to Automation” tersebut berlangsung di Ruang Seminar Fakultas Teknologi Kelautan yang diikuti oleh mahasiswa jurusan Teknik Industri dan Teknik Mesin. Dalam acara tersebut, Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. Seminar membuka secara resmi seminar tersebut dan juga mengangkat Nishibori menjadi visiting professor.

Nishibori yang juga Ketua Cabang Chubu Asosiasi Promosi Otomasi NPO tersebut menjelaskan mengenai otomasi yang murah yaitu tanpa peralatan dan mesin yang mahal atau dengan kata lain dengan mekanisme yang sederhana. Selain itu, otomasi yang mudah juga menawarkan prototyping yang mudah, murah dan mudah diperbaiki. Untuk memudahkan otomasi dalam dunia industri maka diperlukan robot yang cara kerjanya bergantung pada sistem sensor yang mendeteksi perubahan keadaan sekeliling yang kemudian diolah dalam computer dan bereaksi melalui motornya. Dalam dunia industry, mesin otomasi khusus menyelesaikan pekerjaan yang tetap dan tunggal yang cocok untuk produksi massal. Contohnya mekanisme produksi baterai atau permen karet yang menghasilkan 500 buah/menit. Robot industri sendiri dapat mengerjakan pekerjaan yang dapat diprogram ulang sehingga cocok untuk produksi beraneja ragam dalam jumlah kecil hingga sedang.

Menurut statistik yang dilaksanakan pada tahun 2015, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Jepang menempati urutan pertama penggunaan robot industri di antara tiga negara, Jepang, USA dan Jerman. Sistem produksi yang fleksibel menawarkan jawaban atas terjadinya diversifikasi kebutuhan konsumen. Sistem ini juga merespon secara fleksibel variasi volume produksi dan komponen olahan sehingga dengan satu fasilitas produksi atau line produksi dapat memproduksi beraneka jenis produk dalam jumlah kecil hingga sedang. Manfaat lain dari sistem ini adalah meningkatkan produktivitas, mengurangi persediaan, dan meningkatkan utilisasi fasilitas. Sistem produksi yang fleksibel yang juga disebut Flexible Manufacturing System atau biasa disingkat FMS memiliki tiga komponen di antaranya fungsi pengolahan yang berupa machining center, alat mesin NC, robot, alat ukur, dan perlatan inspeksi; fungsi transportasi berupa penanganan material, conveyor, AGV, robot, dan gudang otomatis; dan yang terakhir fungsi operasi berupa jaringan, diagnosis kerusakan, dan perawatan. Dalam dunia industri sendiri dikenal sel produksi fleksibel yang disebut Flexible Manufacturing Cell (FMC) yang dapat mengkombinasikan mesin pengolahan dengan robot lain dalam satu modul sehingga membentuk satu lini yang fleksibel.

Meski memiliki banyak manfaat dan nilai ekonomi yang tinggi, otomasi juga dapat menemui kegagalan yang disebabkan oleh penurunan tingkat penggunaan yang ekstrem, kerusakan mesin besar yang tidak bisa diperbaiki dengan mudah, dan peralatan berkinerja tinggi yang rusak. Selain itu, faktor lain yang memicu kegagalan otomasi adalah kehilangan motivasi kerja. Produksi Metode Sel memiliki karakteristik meningkatkan penyelesaian secara mandiri. Metode ini lebih mudah merespon perubahan model dan lebih tinggi tingkat produktivitasnya dibandingkan dengan metode ban berjalan. Metode ini juga merespon secara fleksibel beragam permintaan pelanggan dan fluktuasi permintaan sehingga meski terjadi fluktuasi volume produksi tetap dapat merepon dengan penambahan atau pengurangan jumlah sel. Metode ini juga meningkatkan rasa tanggung jawab dan motivasi pekerja sehingga dapat mencapai multiprocessing. ar

DSC_5149 - Copy DSC_5171 - Copy DSC_5112 - Copy

Hari Pertama Accounting Competition: Break the Limit and Achieve Your Dream with Accounting Competition

DSC_5053 - CopyJakarta, 30 Oktober 2017 – Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Darma Persada menyelenggarakan Accounting Competition yang bertajuk “Break the Limit and Achieve Your Dream with Accounting Competition.” Acara yang bertempat di Grha Wira Bakti tersebut, dibuka secara resmi oleh Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. Selain mengundang Ketua Jurusan Akuntansi dan Dekan Fakultas Ekonomi, kompetisi debat ini turut mengundang siswa-siswi dari 16 sekolah di antaranya SMKN 1 Kota Bekasi, SMK Bina Karya Utama, SMK Budi Mulia Utama Jakarta, SMK As-Sa’adah, SMK Jakarta 2, SMKN 7 Kota Bekasi, SMK Pusaka 1 Jakarta, SMK Global Persada, SMK Yadika 6, SMK Nurul Islam, SMK Jakarta Timur 2, SMK Bina Siswa Utama, SMK 8 Kota Bekasi, SMK Bakti Mandiri Bekasi, SMKN 2 Kota Bekasi, dan SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta.

Dari 63 siswa-siswi yang terbagi menjadi 21 kelompok tersebut akan diseleksi pada hari pertama dengan mengerjakan soal tertulis. Terdapat 10 kelompok yang maju ke babak selanjutnya yang akan diambil Juara 1, 2, 3 dan Harapan 1.  Juara pertama berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp3.500.000,- piala, medali dan goodie-bag, sedangkan juara ke-dua sebesar Rp2.000.000,-. Untuk juara ke-tiga mendapatkan uang tunai sebesar Rp1.000.000,- dan juara Harapan 1 mendapatkan uang tunai sebesar Rp500.000,-. Kompetisi ini akan berlangsung sejak 30 – 31 Oktober 2017. ar

DSC_5043 - Copy DSC_5048 - Copy DSC_5041 - Copy

Lomba Pidato Bahasa Jepang Kerja Sama PERSADA-Hiroshima University 2017

DSC_5021 - CopyJakarta, 28 Oktober 2017 – Universitas Darma Persada menjadi satu-satunya universitas swasta yang mengikuti Lomba Pidato Bahasa Jepang hasil kerja sama PERSADA dengan Hiroshima University yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017. Lomba yang telah dilaksanakan kedua kalinya tersebut mengundang sembilan perguruan tinggi negeri lain yang juga bekerja sama dengan Hiroshima University di antaranya UniversitasIndonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, Universitas Udayana, dan Universitas Airlangga.

Diawali dengan sajian tari Saman, tari tradisional yang berasal dari Aceh, acara tersebut dilanjutkan dengan sambutan oleh Shigehiro Komaru selaku Executive Director Komaru Transporting Foundation sekaligus Presiden Fukuyama Transporting Co. Ltd. Selanjutnya, Ismadji Hadisumarto selaku Wakil Presiden PERSADA turut memberikan sambutan yang dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A. Ryo Nakamura selaku Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan mewakili Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia untuk memberikan sambutan.

Lomba yang diikuti oleh sepuluh peserta se-Indonesia tersebut diawali dengan penampilan dari Ramzy Hafizh wakil dari UNSADA dan ditutup dengan pidato yang ditampilkan oleh Dina Dwishinta Fitriana yang mewakili UPI. Sebelum pengumuman hasil lomba pidato, acara diselingi dengan penampilan dari ASOBU, grup tari tradisional Jepang, dan Taradika, paduan suara mahasiswa UNSADA. Kontes pidato ini dimenangkan oleh Auliah Catur Roudhotunnisa wakil dari UNAIR yang memperoleh Juara Pertama, diikuti oleh Firsha Asfirah wakil dari UNHAS yang menempati urutan ke-dua dan Sarti Amelia Malewa wakil dari UGM yang memproleh juara ke-tiga. Para pemenang berhak mendapatkan Piagam dan juga kunjungan belajar ke Hiroshima University selama dua pekan. Lomba Pidato Bahasa Jepang tersebut ditutup dengan sambutan yang disampaikan oleh Wakil Rektor Hiroshima University, Prof. Toshiyuki Satou. ar

DSC_4775 - Copy DSC_4799 - Copy DSC_4920 - Copy

DSC_4715 - Copy DSC_4770 - Copy DSC_4782 - Copy

Hari Kedua Seminar Metode Pengajaran, Penerjemahan dan Percakapan Bahasa Jepang

DSC_4481Jakarta, 27 Oktober 2017 – Melanjutkan Seminar Metode Pengajaran, Penerjemahan dan Percakapan Bahasa Jepang, pada hari kedua Prof. Sakoda Kumiko memperkenalkan Oral Proficiency Interview (OPI) kepada peserta seminar. OPI adalah percakapan telepon langsung 15-30 menit antara penguji ACTFL (American Council for Teaching Foreign Language) bersertifikat dan kandidatnya. OPI merupakan tes yang valid dan dapat diandalkan yang mengukur seberapa baik seseorang berbicara menggunakan bahasa asing. Prosedur ini distandarisasi untuk menilai kemampuan berbicara secara global, mengukur produksi bahasa secara holistik dengan menentukan pola kekuatan dan kelemahan. Melalui serangkaian pertanyaan yang dipersonalisasi, sebuah contoh ucapan disampaikan dan dinilai berdasarkan tingkat kemampuan yang dijelaskan dalam Pedoman Kemahasiswaan ACTFL 2012 – Speaking, Interagency Language Roundtable Language Skill Level Descriptors – Speaking, atau the Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), tergantung jenis sertifikasi kemahiran bahasa yang dibutuhkan.

Selain OPI, Sakoda juga menjabarkan Strip Story yaitu metode yang membagi siswanya ke dalam kelompok-kelompok beranggotakan 8 orang. Setiap orang dalam kelompok harus menggunakan bahasa Jepang atau dengan kata lain dilarang menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian setiap anggota kelompok mengambil satu strip yang berisi satu kalimat dalam bahasa Jepang. Kalimat tersebut harus dihafal dan strip yang berisi kalimat tersebut dikembalikan kembali kepada pengajar. Tugas kelompok tersebut adalah menyusun kalimat-kalimat yang dimiliki oleh masing-masing anggota kelompok sehingga menjadi satu cerita yang runtut. Dengan cara ini, para anggota kelompok dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa Jepang hingga dapat berhasil menyelesaikan tugas kelompok tersebut.

Metode lain yang disampaikan oleh Sakoda adalah shadowing yang menuntut para peserta ajar untuk secara sederhana menirukan apa yang diucapkan dalam bahasa yang sama sesuai dengan cara pengucapannya. Shadowing dinilai efektif untuk mengajar bahasa asing karena menyajikan bahasa yang diajarkan yang dalam hal ini bahasa Jepang yang baik dan benar. Selain itu, shadowing juga membantu memahami makna dari percakapan sesuai dengan konteksnya. Kunci keberhasilan pembelajara dari metode ini adalah kecepatan memproses kata yang dilakukan oleh peserta ajar. Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa shadowing meningkatkan kemampuan mendengar dan meniru sehingga shadowing dinilai lebih efektif dibandingkan membaca nyaring maupun menyalin kalimat. Selain itu, metode ini  juga dapat digunakan baik untuk teks yang sulit maupun yang mudah. Dengan shadowing, para siswa dapat memproses kata dengan cepat dan memiliki waktu lebih untuk memperhatikan maknanya. Cara yang digunakan untuk melakukan shadowing adalah dengan memeriksa kata-kata baru maknanya kemudian mendengarkan tanpa membaca skrip.

Menurut Sakoda, yang terpenting dalam pengajaran bahasa asing adalah terus berlatih sehingga dapat menyempurnakan kemampuan berbahasa. Selain itu, merupakan tugas pengajar untuk dapat menemukan metode yang tepat sehingga para peserta ajar merasa nyaman dan semangat untuk mempelajari bahasa. ar

artikel terkait:Hari Pertama Seminar Metode Pengajaran, Penerjemahan dan Percakapan Bahasa Jepang

Pelepasan Pra-Diksar Menwa Yon Bushido UNSADA Angkatan Halilintar 6

DSC_4442 - CopyJakarta, 27 Oktober 2017 – Kamatrik sekaligus Rektor UNSADA, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., melaksanakan apel pagi bersama dengan anggota Menwa Yon Bushido UNSADA bertempat di lobi Gedung Rektorat. Apel tersebut dilanjutkan dengan pelepasan para anggota Menwa yang akan mengikuti pra pendidikan dasar satuan atau yang juga disebut pra-diksar. Pelatihan dasar yang diselengarakan di Jakarta tersebut diikuti oleh seluruh satuan Menwa di Jakarta. Selanjutnya, para peserta yang lulus pra-diksar akan mengikuti lanjutan di Skomenwa yaitu Staff Komando Resimen Mahasiswa yang nantinya akan dilaksanakan pekan depan. ar

Hari Pertama Seminar Metode Pengajaran, Penerjemahan dan Percakapan Bahasa Jepang

DSC_4330Jakarta, 26 Oktober 2017 – Universitas Darma Persada bekerja sama dengan Hiroshima University menyelenggarakan seminar yang bertajuk “Seminar Metode Pengajaran, Penerjamahan dan Percakapan Bahasa Jepang.” Dimulai sejak pukul 09:00 WIB, seminar tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor I, Dr. Mochammad Solichin, M.Pharm. Acara yang bertempat di ruang TS60 tersebut, mengundang para dosen Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang sebagai partisipan. Tujuan diselenggarakannya seminar ini untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Sastra, Universitas Darma Persada. Seminar yang rencananya akan diselenggarakan selama dua hari ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Prof. Sakoda Kumiko, Prof. Maruyama Yasushi, dan Prof. Nagata Ryota.

Pembicara pada hari pertama adalah Prof. Sakoda Kumiko yang memberikan materi mengenai metode pembelajaran yang baik. Sakoda yang juga pengajar Pendidikan Bahasa Jepang di Hiroshima University tersebut mengawali seminarnya dengan memberikan trik untuk dapat mengingat nama orang saat pertama kali berkenalan. Trik ini dapat diaplikasikan ketika para dosen perlu mengingat nama para anak didiknya. Ada dua hal yang perlu dilakukan untuk mempraktikannya, yaitu dengan mengingat nama seseorang berdasarkan ciri khas yang dimiliki pada wajahnya sedangkan yang kedua adalah jika yang bersangkutan memberikan kartu nama maka pada kartu nama tersebut dapat dituliskan ciri khas yang bersangkutan atau momen pada saat bertemu untuk membantu mengingat orang tersebut. Perlu diketahui bahwa sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Jepang untuk bertukar kartu nama ketika bertemu pertama kali.

Menurut Sakoda, dalam mengajarkan bahasa Jepang, pengajar hendaknya mengajarkan bahasa Jepang yang benar-benar dapat dipahami oleh para siswanya bukan mengajarkan hafalan berdasarkan buku sehingga para siswa dapat menggunakan bahasa tersebut sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Selain itu, para siswa dapat diasah kosakatanya dengan bentuk permainan sehingga para siswa tidak bosan dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dalam uraiannya, Sakoda mengutip teori pengajaran dari Catherine Doughty dan Jessica Williams mengenai focus on meaning, focus on form, dan focus on formS. Teori ini dapat diadopsi oleh para pengajar khususnya yang mengajarkan bahasa asing. Sakoda memberikan contoh dengan memberikan tugas kepada para partisipan untuk berkenalan satu sama lain. Para pengajar dapat melakukan hal yang sama di kelas sehingga siswa dapat belajar berbicara menggunakan bahasa asing tersebut. Meskipun terdapat kesalahan secara gramatikal, latihan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan menambah kosakata peserta didik. Nantinya, para peserta didik diharapkan dapat mengasah kemampuan berbahasa meraka sehingga selain benar secara makna, juga benar secara grammatikal. ar

Kuliah Umum Budaya Tiongkok: Mengenal Mediumship dalam Budaya Tionghoa

Jakarta, 23 Oktober 2017 – Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Universitas Darma Persada menyelenggarakan Kuliah Umum Budaya Tiongkok pada Senin, 23 Oktober 2017 dengan mengundang Ardian Cangianto. Acara yang diselenggarakan di ruang seminar Fakultas Teknologi Kelautan tersebut bertajuk “Mengenal Mediumship dalam Budaya Tionghoa.” Seminar yang berlangsung sejak pukul 10:00 tersebut tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa mahasiwi UNSADA namun juga para dosen dan jajaran Fakultas Sastra.

Mengawali kuliah umum tersebut, Ardian memberikan pemaparan mengenai sejarah seni medium Tiongkok yang bermula dari dinasti Shang dan dinasti Zhou kepada partisipan. Pada masa itu, terdapat kepercayaan bahwa medium dipergunakan sebagai alat untuk menjadi perantara kepada dewa dan tidak dipergunakan untuk kepentingan pribadi melainkan hanya untuk kepentingan orang banyak. Selain itu, paza masa tersebut difabel dikorbankan karena dalam masyarakat akan menjadi beban. Hal ini tentu berbeda dengan pandangan masyarakat masa kini.

Dalam seni medium diperlukan sarana seperti gayung berupa batok yang digunakan dari kamar mandi yang mirip dengan sarana yang digunakan pada ritual jaelangkung di Indonesia. Dalam kebudayaan Tiongkok, terdapat alat yang dikenal sebagai Fu Luan yang mirip seperti paruh burung yang digunakan untuk menuliskan pesan yang dipercayai sebagai rahasia dari langit. Fu Luan sendiri dipercayai sebagai burung Phoenix peliharaan Xi Wangmu, Ibu Ratu dari Barat.

Menurut Ardian, terdapat dua jenis mediumship yakni Fushen dan Futi. Fushen merupakan jenis mediumship yang mengambil alih seluruh badan sehingga tubuh medium seperti boneka gantung sedangkan futi merupakan jenis mediumship yang hanya menggunakan salah satu anggota tubuh saja. Medium sendiri bisa diperoleh karena bawaan dari lahir maupun garis keturunan. Jika medium berasal dari selain dua proses tersebut, maka disebut “pemetikan” yang bisa dipastikan negatif karena medium yang “dipetik” biasanya adalah korban film silat/horor, memiliki energy negatif yang kuat, kesadaran yang lemah, dan tanggal lahir negatif yang kuat.

Medium sendiri bisa digolongkan menjadi 2 jenis yakni Medium Sipil dan Medium Militer. Medium Sipil memiliki ciri khas mata yang terpejam dan memiliki nilai yang positif. Alat yang digunakan dalam Medium Sipil sendiri juga mirip dengan sastrawan berupa papan dan stempel. Berbeda dengan Medium Sipil, Medium Militer menggunakan senjata seperti pedang, bola duri, kapak, dan pentungan paku yang melambangkan senjata dari kerajaan Barat, Timur, Utara dan Selatan. Medium Militer sendiri memiliki ciri khas mata yang terbuka tanpa berkedip dan memiliki nilai yang negatif.

Meski berbeda, kedua medium baik sipil dan militer menggunakan pakaian seperti otto dan rok naga. Otto sendiri merupakan pakaian yang menutup dada dan biasanya dipakai oleh anak laki-laki Tiongkok tempo dulu. Oleh karena itu, medium biasanya dipilih dari anak laki-laki yang masih perjaka. Dalam mediumship, masyarakat Tionghoa memiliki konsep bahwa kekuatan siluman dapat ditaklukan dengan kebijaksanaan sehingga tidak perlu dimusnahkan. Oleh karena itu, mereka menggunakan cambuk ular yang konon katanya merupakan lambang siluman ular yang pernah ditaklukan dan berjanji akan membantu dan melindungi ritual pengusiran roh. Selain itu, kedua medium haruslah melakukan pembersihan diri terlebih dahulu sebelum dilakukan ritual mediumship. Oleh karena itu, para medium biasanya menghindari makan 6 jam sebelum ritual sehingga mereka tidak perlu muntah untuk mengeluarkan isi perut mereka. Medium Militer memiliki tugas untuk membersihkan daerah sekitar dari semua unsur jahat dan menebus dosa manusia dengan cara mengeluarkan darah pada saat arak-arakan sedangkan Medium Sipil bertugas memberikan berkah sesuai berkatnya sebagai pendoa.

Dalam Taoisme, medium yang tidak melalui pentasbihan bisa dirasuki oleh kekuatan jahat sehingga para medium harus melalui proses bertapa selama 49 hari dan belajar talisman. Selain kedua jenis medium di atas, terdapat jenis lain yang disebut Shenda yang mana mirip dengan mediumship namun berbeda. Shenda merupakan teknik pelatihan diri dnegan kekuatan dewa dimana pelaku tidak boleh berdarah atau harus kebal. Shenda sendiri sering dipakai oleh para petarung.

Dari seminar ini dapat disimpulkan bahwa medium pada zaman dahulu menjadi para pendoa. Komersialisasi medium yang terjadi pasa masa kini merusak nilai-nilai spiritualitas. Medium sendiri tidak selalu akibat dari karma buruk seseorang. Selain itu, Medium diterima dalam Taoisme namun sulit untuk mengontol kegiatan mediumship yang sesuai dengan nilai asalnya. ar

DSC_4218 - Copy DSC_4187 - Copy DSC_4232 - Copy

Gebyar Bersih Narkoba: Kebangkitan Pemuda Melawan Narkoba

DSC_3960 - CopyJakarta, 20 Oktober 2017 – Universitas Darma Persada bekerja sama dengan Rumah Anak Cerdas menyelenggarakan Gebyar Bersih Narkoba yang bertajuk “Kebangkitan Pemuda Melawan Narkoba” pada Jum’at, 20 Oktober 2017 di Grha Aula Wira Bakti. Acara yang turut didukung oleh BNN dan Pemerintah Jakarta Timur tersebut mengundang Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung selaku Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Drs. Bambang Musyawardana M.Si., selaku Walikota Jakarta Timur dan Dik Dik Kusnadi Bc.IP., S.Sos., M.M., selaku perwakilan BNN.

Dibuka secara resmi oleh Rektor Unsada, Dr. H. Dadang Solihin, S.E., M.A., seminar tersebut dihadiri oleh hampir 800 mahasiswa dari berbagai fakultas. Dadang mengungkapkan bahwa saat ini mahasiswa haruslah waspada karena menjadi target utama pengedar narkoba. Bahkan menurutnya, merusak generasi muda merupakan taktik untuk menguasai negara karena dengan generasi muda yang rusak maka tidak akan ada lagi penerus bangsa. Oleh karena itu, penting bagi para mahasiswa untuk lebih waspada dan ikut memerangi bahaya narkoba.

DSC_3948 - CopySambutan berikutnya diberikan oleh Walikota Jakarta Timur, Drs. Bambang Musyawardana M.Si.. Menurutnya, pemberantasan narkoba perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat termasuk para birokrat. Untuk itu, seluruh Lurah, Camat, dan Walikota Jakarta Timur sendiri siap untuk ikut memerangi bahaya narkoba.

Selanjutnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung, turut memberikan pandangannya mengenai bahaya narkoba saat ini. Menurutnya, terdapat 5 bahaya besar yang patut diperangi bersama yakni narkoba, korupsi, teroris, cyber crime, dan kemiskinan. Narkoba merupakan bahaya besar yang dapat mengancam siapapun termasuk para tokoh papan atas. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap bahaya narkoba perlu ditingkatkan.

Sebelum memulai seminar Gebyar Bersih Narkoba, para peserta seminar dihibur dengan penampilan Trio Do Re Mi dan juga penampilan dari UKM Tarung Drajat Universitas Darma Persada. UKM Tarung Drajat yang menaungi seni bela diri asli Indonesia tersebut meraih emas, perak dan perunggu dalam perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional 2017.

Mewakili BNN, Dik Dik Kusnadi mengungkapkan bahwa saat ini dunia sedang mengalami proxy war dimana terjadi perang tanpa menggunakan senjata namun dengan merusak generasi muda dengan narkoba. Saat ini Indonesia mengalami Darurat Narkoba mengingat maraknya kasus narkoba di tanah air yang sebelumnya hanya menjadi tempat transit kini menjadi sasaran pemasaran narkoba. Oleh karena itu, Dik Dik memberikan tiga tips jitu untuk terhindar dari bahaya narkoba, diantaranya peduli dan sadar mengenai bahaya narkoba yang dapat menjerumuskan para pemakainya hingga kehilangan nyawa; melakukan kegiatan positif seperti mengikuti UKM sehingga dapat menyalurkan minat dan bakat; berhati-hati dalam pergaulan sehingga tidak bergaul dengan pecandu maupun pengedar karena jika terjadi penangkapan orang yang berada di sekitar pengedar maupun pecandu akan ikut ditangkap. ar

 

DSC_3797 - Copy DSC_3789 - Copy DSC_3928 - Copy

DSC_4028 - Copy DSC_3905 - Copy DSC_4006 - Copy